Polres Labuhan Batu Bekuk Saidi Residivis Narkoba

Polres Labuhan Batu Bekuk Saidi Residivis Narkoba
foto/ist

Labuhan Batu, (kabar24jam.com) – Seorang pria berinisial ASP alias Saidi (41), warga Desa Simpang Marbau, Kecamatan NA XI-X, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) kembali diringkus Team Opsnal Sat Narkoba Polres Labuhan Batu.

Tersangka merupakan residivis narkoba dan sudah 3 kali menjalani hukuman atas kasus yang sama.

Kapolres Labuhan Batu AKBP James H Hutajulu SIK SH MH MIK, Kamis (31/8/2023) mengatakan, tersangka ASP alias Saidi kembali diringkus Team Sat Narkoba lantaran terbukti kembali menjalankan bisnis haramnya sebagai peredar narkotika jenis sabu.

“Tersangka ASP kembali ditangkap petugas pada Senin 28 Agustus 2023, sekira pukul 14.55 wib saat berada di sebuah rumah yang berlokasi di Jalinsum Simpang Marbau, Labura dengan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu,” katanya.

“Penangkapan terhadap tersangka dipimpin langsung oleh Kanit Idik II Sat Narkoba Polres Labuhan Batu Ipda Sarwedi Manurung,” jelasnya.

Tersangka ASP alias Saidi merupakan residivis kasus narkoba yang sudah 3 kali ditangkap dan sudah menjalani hukuman yaitu di tahun 2016, 2021 dan Tahun 2022.

“Saat diamankan pada 2016 yang lalu ASP mengaku memperoleh narkotika tersebut dari seseorang bernama HL, pada penangkapan tahun 2021 ASP mengaku memperoleh barang haram tersebut dari saudara DN dan pada penangkapan tahun 2022 ia mengaku memperoleh narkotika jenis sabu itu dari saudara AT,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, dari penangkapan terhadap tersangka ASP alias Saidi, Team Opsnal berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa 1 paket narkotika jenis sabu seberat 0,24 gram, 1 Unit timbangan elektrik, 2 unit HP, 1 Buah Kaca Pirex, 1 Buah mancis, dan beberapa plastik klip kosong.

“Saat ini pihak Sat Narkoba Polres Labuhan batu masih melakukan upaya pengembangan terhadap penangkapan tersangka ASP tersebut.
Saat ini tersangka diamankan di Sat Narkoba dan dijerat Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 Ayat (1) Dari Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (frank_01/r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *