Polsek Pancur Batu Ringkus Bandar Sabu di Ladang Bambu

Polsek Pancur Batu Ringkus Bandar Sabu di Ladang Bambu
Tersangka saat diamankan Polsek Pancur Batu. (Foto/ist).

Pancur Batu (kabar24jam.com) – Unit Reskrim Polsek Pancur Batu pada Polrestabes Medan, berhasil meringkus seorang pengedar sekaligus bandar narkotika jenis sabu bernama Ichshan Nasution (36) Jalan Bunga Kardiol 106 A Desa Ladang Bambu 1, Kecamatan Medan Tuntungan.

Ichshan berhasil dibekuk setelah polisi menyamar sebagai pembeli di Jalan Bunga Pariaman, Lingkungan 2, Kelurahan Ladang Bambu, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sabtu, 1 Juni 2024 sekira pukul 15.00 WIB.

Penangkapan bandar sabu ini dibenarkan Kapolsek Pancur Batu AKP Krisnat melalui Kanit Reskrim Iptu Elia Karo-karo dalam siaran persnya kepada wartawan, Minggu (2/6/2024).

Dikatakan Kanit Reskrim bahwa tersangka sudah menjadi target operasi dan sudah sangat meresahkan warga.

“Dari tangan bandar sabu ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti timbangan elektrik, uang tunai Rp307.000 ribu, 12 bungkus plastik klip berisi sabu, dan 3 bungkus ganja,” beber Iptu Elia.

Dijelaskan Kanit Reskrim, tersangka bandar sabu ini berhasil diringkus setelah Unit Reskrim Polsek Pancur Batu yang dipimpin oleh Ipda M Manjorang SH menerima informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Bunga Pariaman Lingkungan 2 Kelurahan Ladang Bambu Kec. Medan Tuntungan ada warga yang yang menjual narkoba.

Kemudian, personel Polsek Pancur Batu bergerak langsung menuju lokasi yang di laporkan warga tersebut.

“Di lokasi, personel Polsek Polsek Pancurbatu menyaru sebagai pembeli dan ketika sabu diberikan oleh pelaku kepada petugas selanjutnya pelaku langsung ditangkap,” ungkap Iptu Elia.

Kemudian, personel Polsek menghubungi Kepling untuk bersama-sama menggeledah rumah pelaku yang ditemukan barang bukti lainnya.

“Kini, pelaku sudah ditahan dan atas perbuatannya, pelaku dipersangkakan melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 112 juncto Pasal 114 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau minimal 20 tahun penjara,” tandas Iptu Elia Karo-karo. (Frank_01/r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *