Pengusaha Sapi di Kalsel Tahun Ini Mengeluh, Akibat Sulitnya Proses Pengiriman Sapi Dari Luar Pulau

  • Bagikan
Pengusaha Sapi di Kalsel Tahun Ini Mengeluh, Akibat Sulitnya Proses Pengiriman Sapi Dari Luar Pulau
Seno pemilik ternak sapi. (Foto/dok)

kabar24jam.com | Bisnis dibidang peternakan dan penjualan sapi sungguh menjanjikan, terlebih lagi dibulan haji Idul Adha bisa naik sehingga seratus persen, seperti di tahun-tahun sebelum tahun 2022. Dan dapat dilihat bukan hanya di Kabupaten Barito Kuala tapi juga dikabupaten tanah laut, bahkan pengusaha di kota Banjarmasin pun. Seperti detik-detik masa seperti ini, yang biasanya kandangnya penuh sapi, tapi ditahun ini banyak yang kosong.

Beberapa pengusaha sapi ketika dilakukan investigasi ditemui oleh awak media kabar24jam.com bersama tim di kandangnya. Sariyudin pegusaha ternak sapi di Kecamatan Wanaraya, mengatakan yang biasanya menjelang hari raya Idul Adha ini dikandang bisa sampai 100 ekor tapi saat ini hanya ada 3 ekor saja persediaan ini stok lama mas yuday katanya.

Begitu juga dengan Seno, warga Desa Danda jaya Rantau Badauh Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan mengatakan kepada Yuday Selasa 7 Juni 2022, bahwa saya yang biasanya dimusim-musim menyambut hari raya korban ini, bisa menyiapkan 500 ekor sapi dan itupun masih kurang karena sangkin banyaknya permintaan pesanan sapi.

Namun ditahun ini karena adanya penyakit PMK pada sapi kata pemerintah, ketika saya diundang oleh pihak Dinas peternakan provinsi seminggu yang lalu di Banjarbaru, yang bisanya masuknya sapi agak mudah kewilayah Kalimantan selatan, tapi sementara ini sapi dari NTT, sedangkan sapi dari Bali, Madura, Sulawesi dan dari Bima menunggu petunjuk lebih lanjut kata pak Seno.

Meskipun demikian tambah Seno, disuruh pemerintah ke pihak kami selaku pengusaha sapi, Sapi yang datang harus masuk karantina sama dengan manusia selama 14 hari, ya berartikan sapi-sapi tersebut terkena wabah Corona jadi dengan waktu selama itu sangat menghambat untuk proses penjualan yang berakibat harga sapi naik drastis seperti contoh daging sapi yang punya daging 85 kilo yang sebelumnya harganya cuman 14 juta untuk tahun ini kami jual seharga 18 juta rupiah dan inipun sudah diorder orang untuk berkorban.
Jadi omset penjualan sapi saya ditahun ini hilang 75 persen tutup Seno. (Yuday)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.