TMMD 113 Kodim 1005/Barito Kuala, Bangkitkan Semangat Nasionalisme Dan Lestarikan Pancasila

  • Bagikan

BARITO KUALA  |  kabar24jam.com

Rabu, 11 Mei 20222.

TMMD ke- 113 Tahun 2022 secara resmi dibuka oleh Bupati Kab. Barito Kuala Hj. Noormiliyani AS, S.H., dan dihadiri oleh Kasiter Kasrem 101/Ant, Kasiren Korem 101/Ant, Dandim 1005/Barito Kuala, Ketua DPRD Kab. Barito Kuala, Kapolres Kab. Batola, Kajari Kab. Batola, perwakilan Lanal Banjarmasin dan perwakilan Lanud Sjamsuddin Noor, bertempat di Aula Selidah Kab. Barito Kuala, Rabu (11/5/22).

TMMD ke-113 dengan sasaran fisik utama berupa perkerasan jalan dengan panjang 1.250 meter, lebar 3 meter, tinggi 15 cm dan perkerasan jalan pajang 1.750 meter, lebar 3 meter, tinggi 10 cm serta pekerjaan leveling panjang 1.450 meter.

Terdapat juga sasaran fisik tambahan berupa pembuatan WC 3 unit, rehab Pos Kamling 2 unit dan rehab masjid 3 unit. Sedangkan untuk sasaran non fisik berupa kegiatan penyuluhan diantaranya penyuluhan pertanian, Kamtibmas dan Narkoba, KB Kesehatan, Penyuluhan Kesehatan (Stunting, Pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular dan Posyandu), Sosialisasi Rekrutmen TNI dan Kegiatan Bhakti Sosial.

Kegiatan TMMD ke-113 Kodim 1005/Barito Kuala dilaksanakan di Desa Karang Mekar Kec. Mekarsari Kab. Barito Kuala yang merupakan salah satu desa tertinggal dan jauh dari pusat kota, dengan dilaksanakan kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memperlancar transportasi antar desa dan kabupaten serta memperlancar sarana transportasi untuk mengangkut hasil pertanian dan logistik dan tidak kalah pentingnya sebagai jalan pendekat apabila terjadi bencana alam.

Pelibatan personel TMMD terdiri dari tim tehnis, tim pelayanan kesehatan, tim penyuluh, personel Kodam Vl/Mlw, Korem 101/Ant, Kodim 1005/Barito Kuala, Yonif 623/BWU, Den Zipur 8/GM, Lanal Banjarmasin, Lanud Sjamsuddin Noor, Polres Batola dan juga masyarakat desa Karang Mekar Kec. Mekarsari Kab. Barito Kuala.

Bupati Kab. Barito Kuala, Hj. Noormiliyani AS, S.H. dalam sambutannya menyampaikan ”TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Pemda dan segenap lapisan masyarakat yang bertujuan untuk membantu tugas pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, ucapnya.

”Selama ini TNI dikenal sangat dekat dengan rakyat, menyatu, dan melebur dengan masyarakat, membangun semangat nasionalisme dan menghidupkan budaya para pendahulu kita yakni semangat untuk bergotong royong”.

Hj. Noormiliyani AS, S.H. juga menyampaikan akibat dampak pandemi Covid-19, banyak program pembangunan yang mengalami pergeseran karena konsentrasi untuk dititik beratkan pada pencegahan dan penanganan Covid-19.

”Oleh karena itu kita patut bersyukur, melalui kegiatan TMMD ke-113 ini, kita dapat bersama-sama bergotong royong membangun desa, membangun kebersamaan sebagai satu bangsa dan satu tanah air Indonesia”, tegasnya.

Diakhir sambutannya Bupati Kab. Barito Kuala menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat, khususnya warga desa Karang Mekar yang menjadi lokasi pelaksanaan TMMD dan menginstruksikan kepada SKPD yang terkait, agar dapat menerima, mendukung sekaligus turut serta berpartisipasi dan bekerjasama secara aktif dalam bingkai rasa kebersamaan guna menyukseskan pelaksanaan TMMD ke-113.

Sementara itu Danrem 101/Ant, Brigjen TNI Rudi Puruwito, S.E. sebagai Penanggung jawab Keberhasilan Pelaksanaan TMMD, dalam hal ini diwakili oleh Kasiter Kasrem 101/Antasari, Kolonel Kav Dicky Armunantho Mulkan, S.I.P., M.I.K. dalam kesempatannya menyampaikan ”Pada tahun 2022 ini terdapat enam wilayah yang melaksanakan TMMD, untuk triwulan ll ini ada dua Kodim yang melaksanakan TMMD yaitu Kodim 1005/Barito Kuala dan Kodim 1006/Banjar’’, ucapnya.

”Program TMMD sebagai program TNI AD yang berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah, yang sudah memberikan kesempatan kepada Angkatan Darat khususnya Kodim untuk bersama-sama membangun masyarakat”.

”Berbagai kegiatan-kegiatan yang menyentuh kepada masyarakat baik sasaran fisik maupun sasaran non fisik, untuk sasaran fisik berupa perkerasan jalan dan sasaran lainnya sedangkan untuk sasaran non fisik berupa kegiatan sosialisasi yang menyangkut bagaimana kita bangkitkan sikap nasionalisme, cinta tanah air, wawasan kebangsaan dan melestarikan Pancasila”, pungkasnya.

Pada TMMD kali ini, Transformasi digital juga sudah menyentuh pelaksanaan TMMD ini melalui aplikasi MBT (Mitra Babinsa Tangguh). Melalui aplikasi tersebut, pelaporan kemajuan dapat dipantau secara terkini dan transparan, sehingga pihak Pemerintah Daerah atau Desa dapat memantau perkembangan kemajuan fisik dan non fisik melalui aplikasi tersebut. (Penrem 101/Ant). ( Yuday )

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.