HEADLINE NEWS

Kategori

Calo CPNS, Oknum Ibu Darma PTP4 Wanita Tipu Senila Rp200 Juta.



MEDAN  |  kabar24jam.com 

Jum'at, 01 Oktober 2021.

   Sidang perkara dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp200 juta dengan terdakwa Srinawaty Sembiring merupakan Ibu Darma Wanita di PTPN4 ini menjadi calo CPNS yang dihadirkan secara online Vidio Call Whatsapp kembali berlangsung di ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri Medan, dipimpin majelis hakim yang diketuai Hendra Utama Sutardodo Selasa (28/09/2021).

   Dalam persidangan tersebut JPU menghadirkan saksi Kartika Irene Sinaga yang menerima uang dari terdakwa didepan persidangan. Dalam keterangannya Kartika mengakui ada menerima transferan uang sebesar Rp, 125 juta dari Srinawati Sembirng untuk pengurusan CPNS untukThommy Yosef Palthea Hutagalung anak dari Elisa Rustini Sirait (korban ).

   Ketika ditanya  nggota hakim Immanuel kepada saksi Kartika, kemana uang korban tersebut kalian buat, " sudah diberikan kepada marga Sinaga yang mengurus untuk kelulusan anak korban menjadi PNS pak hakim," jelas Kartika. Kenyataannya gmn lulus jadi PNS anak korban rupanya tanya hakim tersebut lagi. " Saya tidak tahu pak hakim, uangnya sudah saya transfer kan ke Sinaga tersebut sesuai petunjuk Srinawati Sembiring ( terdakwa- red).

   Jadi apa yang kalian urus tambah hakim anggota itu. Bisa kalian kembalikan uang korban itu semuanya dengan total Rp, 200 juta. Kemudian Immanuel menanyakan kepada Terdakwa Srinawati Sembiring, "Sebenarnya pengurusan untuk CPNS itu berapa sih, "tanya hakim anggota tersebut. " Sekitar Rp, 125 juta pak hakim info yang diminta," jelas terdakwa melalui telcompren. "Jadi kenapa kalian minta Rp, 200 juta kepada korban, apa yang Rp, 75 juta kalian bagi bertiga sebagai komisi, " tandas Immanuel. M ndengar perkataan hakim tersebut terdakwa dan saksi Kartika tertunduk.

   Kemudian Immanuel mengingatkan kepada saksi Kartika, untuk mengembalikan uang korban kalau tidak mau sama seperti terdakwa Srinawati Sembiring, " ungkap hakim anggota tersebut.  Selanjutnya setelah mendengarkan keterangan saksi Kartika, sidang pun ditunda hingga pekan dean.

   Pada persidangan sebelumnya beberapa orang saksi sempat diperiksa keterangannya did pan persidangan yakni, Jepri Sinaga yang merupakan pegawai PTPN4 dan Rasken Perangin-angin yang juga Anggota Dharma Wanita PTPN IV.

   Dalam kesaksiannya, Jepri mengatakan bahwa ia dimintakan tolong oleh Kartika Irene Sinaga untuk memberikan nomor rekening dan ATM miliknya.

   "Waktu itu selain satu marga, Suami Kartika yakni Robert merupakan atasan saksi. atas dasar itulah ia menyerahkan," sebut Jefri dihadapan Ketua Majelis Hakim Hendra Utama Sutardodo. Menyahuti pertanyakan hakim," apakah kamu tahu bahwa rekeningmu digunakan untuk menampung uang?.. tanya Immanuel selaku Hakim Anggota, saksi menjawab tidak tahu, dimana yang ia tahu bahwa rekening dan atmnya diminta karena ada pengiriman uang dari keluarganya.

   "Saya tidak tahu mau digunakan untuk kepentingan apa digunakan oleh Ito Kartika, cuma Ito pada waktu itu mau menerima pengiriman dan transfer kembali sejumlah uang," ujarnya.

   Diakui Jepri, hanya menerima uang Rp200 ribu untuk uang jajan anaknya.

   Sementara itu, Rasken Perangin-angin saksi lainnya yang dihadirkan Penuntut Umum Kejari Medan, Rita Suryani Sinulingga dalam kesaksiannya membenarkan bahwa Srinawaty Sembiring menghubungi Kartika atas rekomendasi darinya.

   Saat itu terdakwa Srinawaty menanyakan, siapa waktu itu yang mengurus anak mu lulus di IPDN?,.. nah ku jawablah si Kartika. Kemudian Srinawaty pun meminta agar merahasiakan nama Kartika karena waktu itu ia akan mengurus anak dari Elisa Rustini Sirait untuk menjadi PNS di Kemenkumham.

   Bahkan ketika Srinawaty menerima transferan uang sebanyak dua kali pada11 September 2017 dan 06 Oktober 2017, dengan total Rp200 juta dari Thommy Yosef Palthea Hutagalung anak dari Elisa Rustini Sirait kembali menghubungi dirinya.

   Dan kemudian ia bersama terdakwa melakukan transfer kepada Kartika melalui rekening Jeprin Sinaga sebanyak dua kali pertama Rp75 Juta dari tanggal 13 September 2017 dan kedua Rp50 Juta pada 6 Oktober 2017, dengan total Rp125 Juta.

   Meski dalam persidangan menolak menerima fee dari terdakwa akan tetapi saat Anggota Majelis Hakim, Immanuel Tarigan menanyakan apakah ada saksi membuat perjanjian kalau tidak lulus uang dikembalikan?, Rasken mengaku ada menandatangani perjanjian.

   Ketika ditanyakan kembali oleh Hakim Anggota, Immanuel Tarigan bahwa terdakwa ada mentransfer uang kembali kepada Kartika sebesar Rp40 Juta Dari total sisa uang sebesar Rp75 juta, lagi-lagi Rasken menjawab tidak mengetahui.

   Diakhir persidangan, Anggota Majelis Hakim, Immanuel Tarigan sempat mempertanyakan oknum anggota dewan yang disebut-sebut bermarga Sinaga, Rasken menjawab ia pun tidak mengenalnya karena yang kenal adalah kartika karena memiliki hubungan kerabat.

   Sementara itu dilur sidang Elisa Rustini Sirait melalui Penasehat Hukumnya, Andi Junianto Barus dan Yunan Habibi meminta agar pelaku penipuan diberikan hukuman setimpal. Dimana kliennys merasa dirugikan akibat bujuk rayu dari terdakwa yang bisa menjamin anaknya lulus dari PNS.

   "Waktu itu klien kami memberikan jangka waktu pengembalian namun sampai batas waktu yang telah ditentukan tidak ada niat baik untuk mengembalikan uang," ujarnya.

   Sementara dalam dakwaan jaksa menyebutkan terdakwa dan korban yang merupakan sama-sama dalam wadah Dharma Wanita PTPN4, bertemu dalam pertemuan yang berlangsung suatu tempat di Jalan Kartini Medan pada 2017.

   Dimana terdakwa menyakinkan dan membujuk korban untuk agar menyerahkan uang agar anaknya diterima menjadi PNS.

   Dimana pada waktu itu anak korban telah mendaftar test CPNS di Kemenkumham akan tetapi tidak lulus pada tahun 2017. Kemudian terdakwa juga menyatakan pada 2018 mengikuti test CPNS di Menteri Perindustrian namun juga tak lulus.

   Sehingga korban meminta pertanggungjawaban terdakwa untuk mengembalikan uang tersebut. ( A_06 )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *