HEADLINE NEWS

Kategori

Handi alias Aan, Penerima Perintah Ko Ahwat Tango Dihukum Ringan, Terkait Pembunuh Asiong

Majelis Hakim


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Rabu, 30/06/2021.

   Sidang perkara dugaan pembunuhan sadis terhadap Jefri Wijaya alias Asiong (28) yang mayat dibuang ke jurang di kawasan Berastagi, Kabupaten Karo dalam keadaan mata, mulut, tangan, kaki diikat dalam kondisi bugil serta tubuhnya penuh dengan luka bekas penganiayaan, beragendakan pembacaan putusan pidana oleh majelis hakim yang diketuai Jarihat Simarmata.

 Lisa istri korban

  Pada persidangan tersebut tak terlihat kehadiran terdakwa Edy Suwanto Sukandi alias Ko Ahwat Tango (48) diruang sidang Cakra7. Meski tidak ditahan dalam perkara ini, terdakwa Ko Ahwat statusnya telah dialihkan menjadi tahanan kota. JPU tidak mampu menghadirkan terdakwa Ko Ahwat keruang sidang. JPU hanya mampu menghadirkan terdakwa Ko Ahwat melalui telkompren.

Koptu Suhelmi

   Pantauan awak media diruang sidang Selasa (29/06/2021) malam yang di ketuai Jarihat Simarmata dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU ) Aisyah, menghadirkan 8 orang terdakwa Handi alias Aan, Muhammad Dandi Syahputra alias Dandi, dan Bagus Ariyanto, selamet Nurdin Syahputra alias Tutak, Andi Sahputra alias Andi, Hoki Setiawan alias Kecot, Aqbar Agustiawan alias Ojong, dan Guruh Arif Amada secara telekomprens. 

  8 terdakwa divonis pidana oleh hakim dengan hukuman bervariasi, Handi alias Aan dihukum 4 tahun penjara, Muhammad Dandi Syahputra alias Dandi dan Bagus Ariyanto masing-masing selama 3,6 tahun penjara dan Hoki Setiawan alias Kecot selama 2,4 Tahun.

  Kemudian Andi Saputra dihukum 1,6 Tahun Penjara, sedangkan Aqbar Agustiawan alias Ojong dan Selamat Nurdin Syahputra alias Tutak  dihukum 1,1 Tahun Penjara dan Guruh Arif Amada selama 10 bulan penjara.

  Meski hubungan antara para terdakwa saling berkaitan, namun Ko Ahwat terlihat Dalam nota tuntutan terpisah dengan 8 terdakwa oleh JPU Nelson yang dibacakan Randi Tambunan dari Kejati Sumut. Bahkan tuntutan terdakwa Ko Ahwat Tango sang pemberi perintah hanya dituntut pidana selama 3 tahun penjara.

   Ko Ahwat Pemberi Perintah Pencarian Korban Jefri. Handi Alias Aan yang mendapat perintah pencarian korban atas perintah terdakwa Edy Suwanto Sukandi alias Ko Ahwat Tango dan mengumpulkan teman- temannya untuk membantu pencarian hingga sampai melakukan pembantaian di gubuk pasar 9 dan di Rumah kontraan pasar 3 hingga mayat korban dibuang ke jurang di kawasan Berastagi, Kabupaten Karo dalam keadaan bugil dan tubuhnya penuh luka bekas penganiayaan, plus disiram air jeruk lemon.

  JPU juga meminta Majelis Hakim menghukum Ko Ahwat Tango sesuai pasal yang dibuktikan JPU Nelson didalam tuntutan pasal 333 (3) Jo 55 (1) Ke-1. KUHP.

   Di luar ruang persidangan keluarga korban Asiong ketika diwancarai sehubungan putusan ke 8 terdakwa, tidak mau komentar. Namun ketika ditanya tentang perdamaian dari pada para terdakwa terhadap keluarga korban. Edi Wijaya mengatakan, ada dua terdakwa yang datang kerumah untuk berdamai diantaranya keluarga Selamat Nurdin Syaputra alias Tutak dan keluarga Ko Ahwat Tango.

   Sambung Edi Wijaya, sementara tujuh terdakwa lainnya belum ada datangi keluarga korban. Tapi hukuman mereka sangat ringan, Tandas Edi Wijaya.

   Saksi Koptu Suhelmi : Edy Suwanto Sukandi alias Ko Ahwat Tango ikut terlibat. Diketahui pada sidang sebelumnya saksi fakta Koptu Suhelmi belak-belakan mengatakan Edy Suwanto Sukandi alias Ko Ahwat Tango yang tidak dilakukan penahanan dengan alasan pengalihan penahanan karena sakit, dengan tegas saksi Suhelmi ikut terlibat dalam perkara pembunuhan Sadis, terhadap Jefri Wijaya alias Asiong.

  Hal itu dikatakan saksi Suhelmi kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), Anwar Ketaren dan Aisyah dihadapan Majelis Hakim yang di ketuai.Jarihat Simarmata serta Penasehat Hukum masing-masing terdakwa di Ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan Jumat (7/5/2021) sore.

   Kepada Majelis Hakim Jarihat Simarmata dan JPU Anwar Ketaren bersama Aisyah. Serta Penasehat Hukum masing-masing terdakwa, Suhelmi menuturkan sebelum peristiwa penganiayaan terjadi dirinya sempat bertemu dengan Edy dan Andi sekitar 7 atau 8 September 2020 di Cafe Nusantara.

   "Waktu itu, Edy meminta saya menemani Andi untuk mencari Jefri," ucap Suhelmi sembari mengatakan dalam ingatannya si Jefri punya hutang Rp766 jutaan.

   Berselang beberapa kali pertemuan dirinya (Suhelmi red) kembali dihubungi oleh Edy Suwanto Sukandi alias Ko Ahwat Tango agar datang ke pintu tol Bandar Selamat.

   "Nah pada waktu saya melihat didalam mobil ada seorang pria yang tak dikenalnya dengan kondisi memar ditubuh dan keadaan tangan terikat, mata dan mulut dilakban. Kemudian Koptu Suhemi masuk kedalam mobil itu. Lalu meneruskan perjalanan ke Pasar 9 Marelan untuk melakukan introgasi korban ,"sebut Koptu Suhelmi.

   Lanjut Koptu Suhelmi yang mana dalam perkara ini dirinya juga sedang menjalani hukumam setelah diputus bersalah oleh Mahmil.

   Sesampai di sebuah gubuk Pasar 9, Jefri di gotong masuk kedalam. Didalam gubuk terjadi penyiksaan terhadap korban Jefri. Karena korban teriak- teriak minta tolong hingga menimbulkan keributan. Akhirnya korban di gotong kembali menuju ke pasar 3 Marelan atas arahan Pratu Indra Lesmana. 

   Sebelumnya saksi Koptu Suhelmi menghubungi adik letingnya untuk mencari rumah kontrakan secara kebetulan ada rumah sewa milik Akbar (berkas terpisah).

   "Karena sudah positif ada rumah sewa maka pindahlah mereka kesana dimana Edy Suwanto Sukandi alias Ko Ahwat Tango tetap menunggu informasi di Cafe Nusantara, Jalan Panglima Denai Kecamatan Medan Amplas"ucap Suhelmi.

   Suhelmi menyatakan selama di dalam rumah yang dikontrak itu kondisi korban sudah tak berdaya. Ketika itu, Handi alias Aan menghubungi Edy tapi apa yang dibicarakan saksi tidak mengerti karena berbahasa Tionghoa atau Cina.

   Karena kondisi korban sudah lemas dan tak berdaya akibat disiksa terus menerus, maka Handi alias Aan bersama saksi Suhelmi serta orang yang ikut dalam rombongan dirumah sewa kembali ke Cafe Nusantara Jalan Panglima Denai.

   Sesampai di Cafe Nusantara Jalan Panglima Denai Edy Suwanto Sukandi alias Ko Ahwat Tango terlihat gelisah karena korban Jefri Wijaya alias Asiong sudah tidak bergerak lagi. Disitulah direncanakan pembuangan mayat Jefri Wijaya alias Asiong

   "Ada tiga tempat opsi pembuangan mayat Jefri Wijaya alias Asiong pertama dikawasan Tanjungorawa diperkeburanan Cina. Lalu opsi kedua di Sungai Ular dan akhirnya diputuskan mayat Jefri Wijaya alias Asiong dibuang dikawasan jurang Brastagi Kabupaten tanah Karo," Ungkap Koptu Suhelmi.

   Suhelmi mengaku ketika mayat Jefri Wijaya alias Asiong dibuang dikawasan jurang Brastagi Kabupaten Karo ia ikut dalam rombongan itu, di lokasi tersebut ketika mobil berhenti ditepi jurang Suhelmi berperan mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacatan. 

( A-06 )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *