HEADLINE NEWS

Kategori

PMPHI Pastikan Jenderal Andika Perkasa Didukung DPR Sebagai Panglima TNI



JAKARTA  |  kabar24jam.com

Rabu, 03 November 2021.

   Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) memastikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantikan menggantikan Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI, akan dengan mudah melewati uji kelayakan di DPR.

   Koordinator PMPHI, Gandi Parapat mengatakan, Presiden Jokowi sudah mengambil keputusan paling tepat dalam memilih pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto teraebut. Jokowi patut diapresiasi karena berani keluar dari zona nyaman ketika memilih orang nomor satu di tubuh TNI, dan tidak mau terpengaruh kepentingan politik.

   "Dari awal kita sudah sangat meyakini, bahwa dari tiga jenderal yang merupakan kepala staf angkatan dari masing - masing matra, adalah KSAD Jenderal Andika Perkasa yang paling tepat ditunjuk menggantikan Jenderal Hadi Tjahjanto yang akan pensiun di akhir bulan Novrmber 2021 ini. Bukan KSAL Laksamana Yudo Margono dan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo," ungkap Gandi Parapat, Rabu (03/11/2021). 

   Gandi mempunyai alasan kuat mendukung Presiden Jokowi memilih Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI. Selain mempunyai banyak pengalaman, Jenderal Andika Perkasa dikenal lebih humble dalam memimpin TNI. Banyak perubahan yang sudah dilakukan Jenderal Andika Perkasa selama menjabat KSAD, termasuk ketika menjabat sebagai Kepala Paspampres di era pemerintahan Presiden Jokowi.

   "Jenderal Andika Perkasa ini pasti dengan mudah melalui uji kelayakan meski pengangkatan merupakan hak prerogratif Presiden Jokowi. Jenderal Andika ini merupakan pemimpin yang humanis. DPR sudah mengenal baik kinerjanya. Tidak hanya terhadap bawahan, Jenderal Andika sangat ramah terhadap masyarakat. Salah satu contohnya, pekerja bangunan di lingkungan Mabes TNI dari kalangan masyarakat sipil dan difabel, diajak Jenderal Andika untuk makan bersama di ruang kerjanya. Banyak kegiatan humanis Jenderal Andika Perkasa ini. Tentunya ini semakin mengharumkan institusi TNI," ungkapnya.

   Selain itu, kelebihan lain Andika Perkasa karena sudah membangun kerjasama dengan pemimpin militer negara adikuasa seperti Amerika Serikat maupun pemimpin militer negara lainnya. Kerjasama ini semakin menguatkan posisi TNI di mata dunia, termasuk dalam perdamaian dunia maupun menjaga teritorial Indonesia. Negara luar akan berpikir panjang untuk mengusik teritorial bangsa Indonesia ini.

  Menurutnya, alasan kuat lain Presiden Jokowi diyakini memilih Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI, juga karena peranan Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati Hendropriyono, istri Jenderal Andika Perkasa, sangat banyak membantu pekerjaan suaminya, yang juga secara otimatis mengharumkan nama TNI. Diah Erwiany banyak melakukan kegiatan kemanusiaan, membantu dan membangkitkan semangat masyarakat. 

   Termasuk membantu dan membangkitkan semangat tenaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19 yang tengah melanda saat ini, Diah Erwiany melakukan kegiatan kemanusiaan ini juga termasuk melakukan tugas negara membantu pemerintah dalam menanggulangi penanganan Covid-19. Hal ini semakin menguatkan Jenderal Andika Perkasa layak menjadi Panglima TNI.

   "Diah Perkasa merupakan anak pertama dari tokoh intelijen nasional, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Drs. H. Abdullah Mahmud Hendropriyono, S.E., S.H., M.B.A., M.H. atau sering disebut A.M. Hendropriyono.

   Hendropriyono adalah Kepala Badan Intelijen Negara pertama, yang dijuluki the master of intelligence. Julukan ini disematkan kepada pria berusia 74 tahun karena menjadi "Profesor di bidang ilmu Filsafat Intelijen" pertama di dunia," katanya.

   Menurut Gandi Parapat, Presiden Jokowi tidak terpengaruh kelompok manapun meski sudah banyak pihak yang melakukan manuver di tengah hangatnya pembahasan calon Panglima TNI mendatang. Pilihan Presiden terhadap Jenderal Andika adalah yang terbaik," tegas Gandi Parapat.

   Gandi Parapat meyakini, banyak hal yang dapat dijadikan pertimbangan oleh Presiden Jokowi dalam memilih pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Keputusan Kepala Negara bukan karena kepentingan politis dari partai manapun.

   "Tentunya Presiden Jokowi memutuskan untuk memilih Panglima TNI yang bisa membawa kemajuan TNI. Bisa menjaga dan memperkuat pertahanan bangsa, termasuk meningkatkan harmonisasi dengan Polri maupun masyarakat," jelasnya.

   Gandi menilai, kinerja Marsekal Hadi Tjahjanto selama menjabat sebagai Panglima TNI sudah sangat baik. Oleh karena itu, Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto harus lebih baik, bisa membawa banyak perubahan bagi TNI untuk di masa mendatang.

   "PMPHI menilai Presiden Jokowi tidak mau terjebak kepentingan politis. Dalam membuat keputusan, Presiden Jokowi juga dipastikan tidak terfokus pada giliran dari setiap angkatan. Selama ini, Jokowi selalu memilih yang terbaik, bukan menggilir," ungkap Gandi Parapat.

   Menurut Gandi, TNI tetap solid meski pilihan Presiden Jokowi tidak berdasarkan angkatan. Baik itu Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) maupun dari Angkatan Udara (AU). Ketiga angkatan ini tentunya memiliki pemimpin terbaik dan sangat berpengalaman.

   "Banyak pihak yang seakan menjadikan pergantian Panglima TNI ini seperti kontestasi. Ada terbentuk kelompok dukung mendukung. Ini semua dilakukan karena kepentingan semata. Presiden sudah menghentikan semua manuver itu setelah memilih Jenderal Andika Perkasa," pungkas Gandi. ( Team )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *