HEADLINE NEWS

Kategori

Drajat Hutagalung Selaku Driver Grab Merasa Dizolimi PT. TPI

Suasan Persidangan

MEDAN  |  kabar24jam.com

Kamis, 04 November 2021.

   Sidang lanjutan perkara dugaan penipuan penggelapan satu unit mobil milik Tehnologi Pengangkutan Indonesia (TPI ) oleh terdakwa Drajat Hutagalung selaku driver Grab kembali disidangkan diruang sidang cakra9 Pengadilan Negeri ( PN ) Medan dipimpin majelis hakim yang diketuai Denny L. Tobing dibantu dua hakim anggota Donal dan Murin beragendakan pemeriksaan keterangan terdakwa, Rabu (03/11/2021).

   Dalam persidangan tersebut ketika ditanya Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Irma Hasibuan dari Kejatisu, " apa benar terdakwa melakukan seperti dalam dakwaan yang telah dibacakan pada persidangan sebelumnya, " tanya Irma. 

   Menurut keterangan Drajat didepan persidangan, " bahwa dirinya tidak ada melakukan penipuan dan penggelapan satu unit mobil milik TPI. Drajat hanya mempertahankan haknya sesuai ' Program Gold Captain' yang memberikan kesejahteraan dan mobil dengan melengkapi data- data dirinya serta syarat berikutnya membayar DP sebesar Rp, 5.000.000.

   Ketika ditanya kembali oleh JPU, "apakah terdakwa ada datang ke TPI seperti yang diterangkan saksi sebelumnya untuk menyewa Mobil. Kemudian menandatangani perjanjiian.  Selanjutnya perjanjian itu terdakwa baca," papar jaksa Kejatisu itu.

   Kemudian Drajat menceritakan kronologis sebenarnya, "bahwa tidak benar Drajat datang ke PT. TPI untuk menyewa mobil seperti yang diucapkan saksi pelapor. Tetapi terdakwa Drajat diundang melalui telepon dari yang mengaku call center PT TPI  untuk mengikuti  Program *GOLD CAPTAIN* yang mana Drajat gak paham apa itu yang dimaksud GOLD CAPTAIN .

   Namun orang yang menelepon berusaha meyakinkan Drajat untuk datang kekantor agar penjelasan. Bahkan mengatakan Drajat adalah mitra grab individu sebagai orang yang terpilih sebagai mitra teratas yang berperforma tinggi didalam menjalankan aplikasi GRAB INDIVIDU  maka apabila dengan bergabung di program  *GOLD CAPTAIN*   akan diberikan  kesejahteraan dan mobil tersebut nantinya akan menjadi miliknya.

   Namun harus bergabung di perusahaan tersebut selama lima tahun sesuai perjanjian dan brosur serta iklan yang viral dionline. Adapun informasi lengkapnya terdakwa diminta datang pada alamat perusahaan PT TPI di komplek CBD polonia Medan. Setelah itu Drajat diminta harus menyerahkan bukti bukti data seperti layaknya kredit mobil pada umumnya, dan setelah lulus interview  team survey melakukan kunjungan kerumah Drajat. 

   Selanjutnya terdakwa Drajat diwajibkan membayar DP sebesar Rp,  5.000.000 melalui transfer bank CIMB niaga. Setelah itu Drajat diberikan perjanjian kontrak untuk ditandatangani. Pada saat akan membaca perjanjian tersebut, Drajat tidak diberikan kesempatan untuk membaca oleh karyawan PT TPI sambil meyakinkan Drajat salinannya nanti akan diberikan setelah program berjalan benar.

   Selain itu adanya janji perusahaan bahwa janji iklan yang pernah diberikan mendapat order prioritas yang tidak putus putus, pengembalian 20% dari total pendapatan argo setiap minggunya  termasuk waktu flexibel 24 jam bekerja ketika  bergabung menjadi driver GRAB individu 

   Setelah program berjalan satu tahun, barulah PT. TPI memberikan salinan kontrak yang pernah ditandatangani pada 26 Juli  2017.  Setelah membaca isinya ternyata hanya ikatan sewa menyewa saja dan ada sebuah amplop yang isinya program loyalitas  yang tidak bisa dipahami apa  maksud kalimat didalam  program tersebut, padahal yang dijalankan adalah program Gold Captain, anehnya didalam isi perjanjianpun tidak ada satu kalimat Gold Captain.

   Bahkan didalamnya tidak ada suatu kemitraan apapun disebut didalam perjanjian tersebut, padahal didalam isi program loyalitas tertulis bermitra kepada PT Teknologi Pengangkutan Indonesia "Ujar DARAJAT".

   Mendengar kabar ini, seluruh para mitra driver Gold Captain sebanyak sekitar 1300 orang sempat berdemo ke DPRD  hingga melakukan off bit atau tidak menghidupkan aplikasi sehingga menimbulkan respon dari  RIDZKI KRAMA DIBRATA selaku Direktur manager  GRAB kembali untuk meyakinkan driver bahwa program Gold Captain itu saya jamin ada dan mengatakan juga maka jagalah kendaraan tersebut karena kendaraan tersebut adalah bagian dari investasi rekan rekan sekalian. Bahkan ucapan  RIDZKI KRAMA DIBRATA  dimuat dalam video  melalui notivikasi kesetiap HP mitra driver. 

   Dengan berbekal video inilah Drajat dan teman teman lainnya terus menjalankan program Gold Captain  walaupun  banyak juga yang menempuh jalur hukum perdata akibat merasa ditipu pada Januari 2019. Selain itu, dalam menjalankan program Gold captain ini beberapa kali pihak PT TPI melakukan perubahan sepihak terkait pengurangan  pemberian bonus insentif dan menaikkan target pencapaian argo setiap minggunya, sehingga sedikit demi sedikit mengurangi pendapatan Driver sebagai mitra driver Gold Captain.

   Dipertengahan waktu, setelah berjalan selama 2 tahun 4 bulan kebijakan terkait sistem insentif penghasilan para driver dirubah lagi, kali ini  seperti membalikkan telapak tangan, sehingga  bukan untung yang didapat melainkan buntung dan sangat jauh dari janji iklannya yang memberi kesejahteraan berpenghasilan fantastis.

   Kemudian Order proritas, pengembalian 20%, waktu Flexibel24 jam semua dihapus. Lalu sistem pencapaian Terget dilakukan mingguan, kini menjadi harian  harus dilakukan tanpa ada waktu libur  ibarat seperti Robot. Padahal didalam isi perjanjian Drajat dikenakan biaya yang wajib dibayar sebesar 500ribu setiap bulannya dengan cara dipotong dari argo pendapatan setiap minggunya untuk biaya perawatan kendaraan.

   Darajat juga menjelaskan setelah diubahnya sistem skema baru yang namanya skema "BERLIAN"  Darajat ditawari kalau tidak mampu meneruskan program kepemilikan Gold Captain dalam skema BERLIAN akan diberikan GAP (gold apresiasi program) sejumlah uang berdasarkan berapa lama bergabung mencicil diprogram GOLD CAPTAIN. 

   Sedangkan nilai yang ditawarkan sangat tidak sebanding dengan nilai yang sudah dicicil. Bahwa Darajat sebelumnya telah  pernah mencicil sebanyak 113 kali sesuai yang diterangkan dalam dakwaan JPU sebesar Rp-, 1.215.000 setiap minggunya selama  113 Minggu berarti jumlah yang pernah dibayarkan oleh Darajat adalah sebesar Rp-,137.000.000. sedangkan yang ditawarkan hanya Rp-,13.500.000. 

   Darajat juga menjelaskan menurut sepengetahuannya bahwa ada program lainnya yakni Flexi+  dan SAHABAT GRAB,   Flexi+ adalah program  yang apabila bergabung mengikuti selama 3 bulan berturut turut  berhak mengikuti program gold captain program kepemilikan dengan biaya tambahan  Rp-,2.500.000. Sedangkan program SAHABAT GRAB adalah sewa murni,  

  Menurut Darajat " buat apa ikut program Gold Captain yang biaya perawatan mobil harus dibayarnya sebesar Rp-,500.000. setiap bulannya sementara ada program SAHABAT GRAB yang hanya membayar sewanya saja tanpa membayar biaya perawatan dan lain sebagainya, " Ungkap terdakwa. 

   Dikatakan Darajat Kembali, "dilihat dari dakwaan JPU atas dugaan tindak pidana  yang dilakukan terdakwa atas sebuah mobil Daihatsu Sigra BK1387ES  disebut tanggal  dan tempat kejadian  adalah tanggal 8 Januari 2020 di  kantor PT Teknologi pengangkutan Indonesia (TPI)  cabang Medan yang terletak di komplek CBD  POLONIA blok C No.60- 61 jl. Padang Golf Kelurahan Suka Damai Kecamatan Medan Polonia kota Medan.  

   Dari pengakuan keterangan pelapor  HARDI FIRMAN JAYA,SSI  sebagai yang katanya diberi kuasa untuk melaporkan dugaan tindak pidana kepada terdakwa bahwa tanggal kejadian 3 Desember 2019 dikomplek CBD  POLONIA blok C No.60- 61 jl. Padang Golf kelurahan suka damai kecamatan Medan Polonia kota Medan. Menurut pengakuan Darajat dirinya masih aktif bekerja resmi menggunakan unit Daihatsu Sigra yang dimaksud hingga tanggal 20 Januari 2020 sambil bernegosiasi kepada bapak Antony salah satu petinggi pusat PT TPI dan beberapa karyawan PT TPI cabang Medan untuk masalah administrasi  dan diSuspen aplikasinya secara sepihak karena dianggap menunggak pembayaran cicilan.

   "Adapun proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik subdit 3 Ditreskrimum Poldasu  terkesan sangatlah dipaksakan dan tampak keberpihakan kepada pihak pelapor. 

   Karena  sebelum mendapat surat undangan wawancara dari poldasu tertanggal 23 Maret 2020. Darajat didatangi oleh yang mengaku legal standing PT teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI)  pada tanggal 18 Maret 2020 oleh JAMSO SIANIPAR  (jakarta) dan Pelapor HARDI FIRMAN JAYA,SSI, meminta Darajat untuk mencabut gugatan PERDATA yang sudah teregister Jumat tanggal 28 Januari 2020  No. 48/Pdt.G/2020/PN Mdn dengan alasan berdamai.

   Tetapi masih dalam proses negosiasi yang janjinya akan disampaikan kepada atasannya. Berjarak 5 hari Darajat sudah mendapat LP undangan wawancara dari poldasu tanpa memberitahukan lebih dahulu. Pada tanggal 20 April datang lagi Undangan wawancara persis seperti yang pertama. (semua panggilan dihadiri kooperatif) bahkan pernah ditelepon dijanjikan SP3 oleh penyidiknya Briptu EKO S PRABOWO tetapi dibohongi.

   Pada tanggal 4 Juni 2020  Darajat dijemput oleh sebanyak 8 orang yang dipimpin oleh IPTU MADE YOGA MAHENDRA ,SIK dengan membawa surat penangkapan dan dinyatakan didalam surat sebagai tersangka dan menyuruh  membawa mobil Daihatsu Sigra yang diduga objek penggelapan tersebut  ke Poldasu untuk disita sebagai barang bukti. Tidak diberikan tanda terima penyitaan kendaraan.

   Usai mendengarkan keterangan Terdakwa Darajat, majelis hakim m bunda sidanghingga Rabu depan untuk pembacaan tuntutan pidana oleh JPU. ( A_06 )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *