HEADLINE NEWS

Kategori

WR II UINSU Tahu Soal Proyek Gedung Kuliah Terpadu, Ingatkan PPK Selesaikan

Saksi- saksi memberi keterangan.


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Selasa, 14/09/2021.

   Sidang korupsi pekerjaan  pembangunan Gedung Kuliah terpadu UINSU Tahun 2018 senilai Rp44,9 Milyar yang berlangsung di Cakra 2 Gedung Pengadilan Negeri Medan diwarnai  perdebatan antara saksi Mantan Wakil Rektor II Ramadhan dengan terdakwa Mantan Rektor UINSU, Saidurahman.

   Perdebatan terjadi setelah kesaksian Kabag Perencanaan dan Keuangan UINSU, Sardinal yang mengatakan bahwa ia diperintahkan oleh Rektor UINSU Saidurrahman untuk membuat proposal pembangunan gedung kuliah terpadu.

   Saat itu majelis yang diketuai Safril Batubara mengkonfrontirnya dengan Mantan Rektor UINSU Saidurrahman, secara tegas tidak pernah langsung ke Kabag akan tetapi melalui WR II yang dijabat oleh Ramadhan.

   "Untuk pembangunan gedung kuliah pada waktu yang lebih mengetahui adalah WR II yakni Ramadhan, dia banyak tahu tentang proyek tersebut," ucap Saidurrahman.

   Sementara itu, Ramadhan mengaku tidak pernah dilibatkan namun dari satu sisi ia pernah mengingatkan PPK Syahruddin Siregar agar menyelesaikan pembangunan gedung. 

   "Jadi hanya sebatas mengingatkan saja, namun sebagai WR II tidak pernah dilibatkan termasuk yang berangkat ke Jakarta," ucapnya.

   Sementara itu, Sardinal tetap bersikukuh bahwa dirinya hanya membuat proposal sedangkan pelaksanaan dilakukan oleh PPK yakni terdakwa Sahruddin Siregar dan rekanan PT Multi Karya Bisnis Perkasa yang dipimpin oleh terdakwa Joni.

   Sementara ketika disebut rancangan dari UINSU Sumsel, Sardinal mengatakan saat bertemu di Kemenag. Jadi kita melihat rancangan saja karena mereka terlebih dahulu yang membangun.

   Sementara itu, Pejabat SPM, Tohar Bayu Angin mengatakan bahwa dirinya hanya diperintahkan membayar sesuai dengan perintah PPK. 

   "Namun soal dana Retensi Rp4 Milyar, saat itu hanya disodorkan. Dan ia pun bersedia meneken saja," ujarnya.

   Namun keterangan Tohar, tidak dibantah oleh Sahruddin namun sempat disanggah oleh Joni bahwa pihaknya tidak pernah menerima 100 pembayaran akan tetapi Tohar tetap bersikeras bahwa itu sudah dibayarkan penuh.

  Ketika Ketua Majelis Hakim, Safril Batubara menyatakan apakah gedung kuliah terpadu sudah digunakan, Tohar menjawab tidak.

   Masih dalam persidangan tiga saksi dari Dedi Junaidi, Irwansyah dan  M Dahrin ketiga selaku pejabat penerima hasil pekerjaan (P2HP) pada proyek tersebut yang sebelumnya menyatakan ada unsur paksaan dalam penandatangan laporan pekerjaan justru menarik kesaksian sebelumnya.

   Mereka mengaku apa yang disampaikan sesuai dengan apa yang mereka sampaikan dihadapan penyidik.

   "Kan pada waktu kami bilang bahwa saat adanya dokumen laporan pekerjaan sudah ditandatangani oleh KPA dan PPK, jadi kami terpaksa mengikuti. Jadi bukan dipaksa," ucapnya sembari kesaksian dibenarkan penyidik Krimsus Poldasu yang dihadirkan.

   Usai mendengar kesaksian maka persidangan ditunda pekan depan masih agenda dari perpajakan.( A_06 )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *