HEADLINE NEWS

Kategori

Diduga Melakukan Penipuan dan Beri Keterangan Palsu, Bonar Pakpahan Diadili



MEDAN  |  kabar24jam.com 

Rabu, 29 September 2021.

  Sidang lanjutan perkara dugaan melakukan memberi keterangan palsu dan mempergunakan surat palsu serta penipuan oleh terdakwa Bonar Pakpahan, sesuai pasal dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Rambo Laoly Sinurat dari Kejari medan pasal 263, Pasal 266 dan pasal 372 KUHP.

   Pada persidangan yang digelar diruang sidang Cakra7 Pengadilan Negeri ( PN ) Medan secara online, Penuntut Umum menghadirkan dua saksi yakni, Tony Lukman dan Ahmad Sopian secara telkompren, Rabu ( 29/09/2021).

   Tony Lukman memberikan keterangan didepan persidang mengatakan, Saksi Tony mengakui pernah membeli tanah seluas 330 M2 berlokasi di Kelurahan Harjo Sari II Kecamatan Medan Amplas kilometer tujuh setengah sebelum sekolah Perulian dari terdakwa Bonar Pakpahan dan Lince merupakan kakak Bonar.

   Sebelumnya jual beli dengan terdakwa Bonar, terlebih dahulu Tony diundang kerumah Bonar. Selanjutnya membicarakan tentang jual beli tanah tersebut. Diketahui bahwa keduanya pernah melakukan jual beli tanah.

   Setelah terjadi negosiasi antara Tony dan Bonar serta Lince kemudian dibuatkan pelepasan hak atas tanah tersebut. Kemudian pergi ke Lurah, Kecamatan untuk mengurus proses surat- surat pelepasan hak. Setelah diketahui ada surat Mendagri no. 303 tidak ada di dua instansi pemerintahan tersebut, Tony menanyakan kepada Bonar tentang surat 303 itu.

   Dikatakan Tony, menurut keterangan dikantor camat tidak ada, lalu Tony menanyakan kepada Bonar dan meminta surat 303 Mendagri itu. Menurut Bonar "surat tersebut tidak padanya lagi, sudah diberikan pada Saksi Tony berikut surat- surat lainnya," ungkap saksi. 

  Selanjutnya Tony membuat laporan kehilangan atas surat Mendagri no 303 tersebut ke Poltabes Medan pada saat itu. Dasar Tony membuat laporan hilang, berdasarkan surat kuasa yang pernah diberikan terdakwa Bonar kepada Tony untuk pengurusan surat- surat pelepasan hak atas tanah tersebut. 

   Ketika ditanya oleh majelis hakim yang diketuai Tengku Oyong tentang harga beli tanah pada Terdakwa Bonar. Tony lupa tidak ingat lagi, tapi sudah lunas secara cash tahun 1991. Setelah dua tahun dikuasainya tanah tersebut, Tony menjual kembali tanah itu kepada Kustadi Tammy ditahun 1993.

   Setelah 20 tahun kemudian saksi Tony dipanggil pihak Polrestabes Medan guna memberitahukan kalau diatas tanah yang dijualnya pada Kustadi Tammy terbit sertifikat atas nama Bonar Pakpahan.

   Ketika dimintai tanggapan kepada terdakwa Bonar atas keterangan saksi Tony Lukman, tentang jual beli Bonar baru menerima DP. Tentang surat kuasa buat laporan polisi, Bonar tidak pernah memberi surat kuasa tersebut. Usai mendengarkan keterangan saksi Tony Lukman dan tanggapan terdakwa Bonar, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan.( A_06 )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *