HEADLINE NEWS

Kategori

Tipu dan Gelapkan 650 Juta Rupiah Sely Wijaya Diadili


Saksi-saksi dan terdakwa terlihat di Video Call


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Kamis, 12/08/2021.

   Sidang perkara Dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp, 650 juta milik Herman selaku pemilik Toko Makmur Abadi Sentosa ( MAS ), Sely Wijaya merupakan Adik ipar Herman harus menjalani sidang duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri ( PN ) sebagai terdakwa, Kamis( 12/08/2021).

   Persidangan yang digelar diruang sidang Cakra 7 tersebut dipimpin majelis hakim yang diketuai Safril Batubara dibantu dua hakim anggota Tengku Oyong dan Jarihat Simarmata, beragendakan pemeriksaan keterangan enam orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Riski Darmawan dari Kejari Medan.

   Saksi korban Herman keterangannya dibawah sumpah menerangkan, sejak tahun 2017 dirinya curiga dengan pembukuan serta laporan pengeluaran keramik yang amburadul dipegang oleh terdakwa Sely. Kemudian ditambah lagi komplin dari konsumen.

   Kemudian Herman minta Sely menginfut data barang masuk dengan barang keluar, ketika selesai menginfut data diketahui terjadi perbedaan sehingga keuangan toko jadi kolep.

   Saksi Suci menerangkan didepan persidang, saksi membeli keramik pada terdakwa Sely. Saksi membeli keramik memakai D.O sebanyak 2000 kotak. Saksi membayar pada Sely Rp, 40,500 ribu untuk satu kotak. Jadi Rp, 40,500 x 2000 kotak dibayar kontan dengan cara transfer kerekening Sely.

   Suci juga menjelaskan dirinya menjadi konsumen Perusahaan milik Herman( ipar terdakwa) sudah 20 tahun. Saksi beli cash kalau ada kurang melalui transfer.

   Hendra pemilik kontainer mengangkut keramik milik PT. MAS. Makmur Abadi Sentosa dari Jakarta - Medan. Menurut Hendra hingga sampai saat ini uang pengangkutannya belum dibayar terdakwa Sely. Sebab giro milik PT. MAS sudah 1 tahun 6 bulan belum juga dibayar. Kemudian anggota Hendra mengumpul giro2, selanjutnya meminta kepada Nina ( kakak terdakwa Sely). 

   Selanjutnya Hendra disuruh merekab semua hutang Sely oleh Nina, sebab Sely telah kabur. Hutang Sely kepada PT. Palapa Mas Distrik senilai 1 M.

   Fitri seles Makmur, buka DO menawarkam Barang ke toko- toko. Uang diberikan ke Wily Wijaya atau Sely Wijaya.

  Novi selaku seles keramik milik Makmur, menawarkan ke toko- toko. Kalau keramiknya laku dibayar cash atau tunai, Novi menyetorkannya ke Wily Wijaya. Saksi  bekerja  sudah 2 tahun ditoko milik Herman.

  Nina kakak kandung Sely menerangkan, Nina bertugas dibagian keuangan perusahaan. Saksi pernah melihat Sely datang ke rumah minta penambahan modal dari Herman. Kemudian Wily dan Sely sengaja membuat data fiktif, baik  harga keramik 49.500 ribu menjadi Rp, 40,500. Nina jugaenjelaskan kalau Sely jual ke Suci Rp, 40.500 ribu. Sedangkan penjualan DO  uangnya masuk ke rekening pribadi Wily Wijaya dan Sehly.Wijaya. Seharusnya pembayaran ke rekening Herman selaku pemilik usaha.

   Setelah mendengarkan keterangan para saksi, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan.( A-06 )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *