HEADLINE NEWS

Kategori

Marhan Berbelit- Belit Beri Keterangan Dipersidangan

Suasana persidangan di PN Medan


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Senin, 30/08/2021.

   Sidang lanjutan perkara Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Gedung UINSU kembali digelar diruang sidang Cakra4 Pengadilan Negeri ( PN ) Medan, dipimpin Majelis Hakim diketuai Jarihat Simarmata secara online, Senin (30/08/2021 ).

   Dalam persidangan tersebut tim JPU menghadirkan Satu saksi yakni, Marhan Saidi Hadibuan selalu Direktur Pengawas pembangunan proyek UINSU. Sebelumnya  saksi tersebut diperiksa pada persidangan kemarin karena waktu pada jadwal sidang hari ini diperiksa keterangannya.

   Marhan Saidi Hasibuan Selaku direktur MBKP menerangkan didepan persidangan, saksi Marhan di telpon Marudut Harahap untuk meminjam uang 2 M. Uang tersebut untuk Rektor ( terdakwa Saidul Rahman).

   Selanjutnya Marhan menyampaikan yang dikatakan Marudut Harahap tersebut kepada Direktur Utama ( Dirut MBKP ) terdakwa Joni Siswoyo. Kemudian Dirut mengatakan kepada saksi Marhan, " saya pikirkan dulu, " jelas Marhan meniru ucapan Joni.

   Satu Minggu kemudian Marhan dipanggil terdakwa Joni untuk mengambil uang sebanyak 2 Miliyar Rupiah. Selanjutnya Marhan menghubungi Marudut Harahap bahwa uang yang dimintanya sudah ada. Lalu Marudut mengatakan menyuruh Yusuf Ramadhan untuk menemui saksi Marhan mengambil uangnya 

   Setelah bertemu dengan Yusuf Ramadhan, Marhan memberikan uang senilai Rp, 2 Miliyar kepada Yusuf dengan menggunakan dua kantong pelastik hitam. Seterusnya saksi tidak tahu lagi kemana uang 2 Miliyar rupiah tersebut dibawa Yusuf. 

   Ketika ditanyakan Tim Jaksa Penuntut Umum(JPU) tentang kebenaran isi Berita Acara Pemeriksaan ( BAP) saksi di pinyidik polisi. Apakah benar semua atau tidak benar atau benar sebahagian. Saksi Marhan tidak menjawab. Namun ketika dipertanyakan tentang status saksi sebagai direktur pengawas pada proyek pembangunan gedung baru UINSU .

   Menurut saksi Marhan keterangan itu tidak benar, "kalau keterangan itu tidak benar artinya keterangan dipoin ini keterangan palsu yang saudara berikan pada penyidik," ungkap Hendrik Sipautar SH. Saksi Marhan didepan persidangan mencabut keterangannya di poin tersebut dari BAP.

   Kemudian ditanyakan tentang permintaan uang oleh Marudut, sebelumnya meminta 5 miliyar kan," terang tim JPU. Menurut saksi Marhan permintaan uang 2 Miliyar bukan 5 miliyar. " Bagaimana keterangan saudara dipoin ini dalam BAP penyidik, papar Hendrik. Kembali saksi berkelit dan mencabut keterangannya di BAP.

   Ketika di jelaskan oleh Hakim ketua majelis Jarihat Simarmata, saksi Marhan mengatakan, " benar pak hakim pertama Marudut meminta uang sebanyak 5 Miliyar. Namun realisasinya 2 Miliyar pak hakim," membenarkan pertanyaan JPU sambil tertunduk.

   Pantauan awak media diruang sidang terlihat, saksi Marhan memberi keterangan berbelit- Belit sehingga hakim turut memberikan penjelasan terhadap saksi Marhan. Usai mendengarkan keterangan saksi Marhan, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan.

   Saksi telpon Dirut, seminggu kemudian diberikan dua kantong plastik berisikan uang pecahan seratus ribu kepada Yusuf Ramadhan tanpa kwitansi. Tentang isi surat Dirut Joni Siswoyo dalam peminjaman uang barter proyek.

   Saksi menyatakan keteranganya di BAP di penyidik tidak benar. Saksi akui tandatangannya benar. Saksi berbelit- Belit memberikan uang sebelumnya Marudut Harahap meminta 5 M. Namun  setelah bertemu bertiga Dirut menyanggupi 2M. ( A-06 )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *