HEADLINE NEWS

Kategori

Jaksa Minta Hakim Tahan Terdakwa H. Anwar Sani Tarigan, Berstatus Tahanan Kota



MEDAN  |  kabar24jam.com 

Senin, 30/08/2021.

   Pengadilan Negeri ( PN ) kembali menyidangkan tiga terdakwa yakni, Anggota DPRD Sumut H Anwar Sani Tarigan, Edison Munte dan Johsua Siahaan diruang sidang Cakra8 beragendakan pembacaan tuntutan pidana oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU )dari Kejari Dairi. Sidang tersebut berlangsung secara online dipimpin majelis hakim yang diketuai Immanuel Tarigan, Senin (30/08/2021).

   Dalam persidangan tersebut JPU dari Kejari Dairi ini menuntut 1 Tahun dan 3 bulan penjara  terhadap Anggota DPRD Sumut, H Anwar Sani Tarigan dalam dugaan korupsi pengerjaan perluasan atau cetak sawah seluas 100 hektar di Desa Simungun, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi yang bersumber dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan RI Tahun 2011 sebesar 750 juta.

   Tuntutan yang dibacakan Penuntut Umum dari Kejari Dairi, David Pangaribuan itu juga menuntut terdakwa untuk membayar denda Rp50 juta subsidiar 6 bulan kurungan. Sedangkan Uang Pengganti dikenakan Rp61 juta dikurangi dari uang titipan terdakwa kepada JPU sebesar Rp100 juta.

   Selain itu, Jaksa juga meminta agar majelis hakim melakukan penahanan karena selama ini berstatus tahanan kota.

   Masih dalam Tuntutan Jaksa, kedua terdakwa lainnya yakni Mantan Pelaksana Teknis Kegiatan Dana Tugas Pembantuan Dinas Pertanian Kabupaten Dairi Tahun 2011, Edison Munte selama 1 Tahun Penjara denda Rp50 Juta subsidair 3 bulan kurungan, untuk uang pengganti senilai Rp91 Juta yang telah dititipkan. 

   Sedangkan Josua Siahaan selaku rekanan dituntut selama 2 Tahun dan 6 Bulan Penjara denda Rp50 juta subsidair 6 bulan kurungan dan membebankan uang pengganti Rp335 juta subsidair 1 Tahun dan 6 bulan penjara.

   Dalam tuntutan jaksa, bahwa Josua dan Anwar Sani Tarigan tidak menyelesaikan pengerjaannya. Dan begitu juga Edison selaku tidak melakukan pengawasan sehingga Arifuddin Sirait dan Ignatius Sinaga yang menggunakan dana diluar RUKK, serta tidak menyelesaikan pengerjaan percetakan sawah baru seluas 100 hektar yang merugikan negara Rp567.978.000,-.

   Usai membacakan tuntutan, Ketua Majelis Hakim Immanuel Tarigan menunda persidangan hingga pekan depan. ( A-06 )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *