HEADLINE NEWS

Kategori

Diduga Korupsi ATK dan Pemgadaan Lemari, Eks Dirut PD Paus Siantar Herowhin Sinaga Kembali Disidangkan

Terdakwa Herowhin dan suasana sidang di monitor zoom PN Medan

MEDAN  |  kabar24jam.com 

Selasa, 03/08/2021.

  Sidang Dugaan Korupsi Alat Tulis Kantor( ATK), fotocopy, cetakan serta belanja pengadaan Lemari atas nama terdakwa Mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD Paus) Herowhin Sinaga kembali disidangkan diruang sidang Cakra 4 pada peradilan Tipikor Pengadilan Negeri ( PN ) Medan, dari sore hingga malam.

   Sidang lamjutan yamg dipimpin majelis hakim Mi'an Munthe itu beragendakan pemeriksaan saksi - saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum ( JPU )  Nixon Lubis dari Kejari Siantar. 

   Diantaranya Bendahara PD PAUS, Marta Sinaga didepan persidangan menyatakan, dirinya tidak ada membayarkan langsung. Namun Marta mengakui ada menandatangani kwitansi pembayaran. Tetapi Bendahara PD. PAUS ini tidak tahu apakah benar telah dibayarkan apa tidak.

  Selain itu Marta juga meneramgkan kalau keterangannya pada Berita Acara Pemeriksaan ( BAP) nya yang terdahulu telah dibatalkannya ( dicabut). Kemudian pada saat dirinya di BAP kembali tahun 2021 dirinya telah merubah keterangannya.

  Lanjut Marta, setiap ada panggilan ke Kejari Siantar untuk diperiksa keteranganya, Marta dipanggil untuk brifing dan diarahkan untukemgatakan telah dibayarkan. Setelah usa mendemgarkan keterangan saksi Marta Sinaga .maelis hakim meminta tanggapan terdakwa Herowhin terhadap keterangan Bendaharanya. Terdakwa menyangkalnya dan mengatakan keterangan Marta Sinaga salah semua.

   Tanggapan terdakwa Herowhin membuat hakim ketua Mi'an Munthe tersulut emosi. "Jadi saksi bukan bendahara di PD. PAUS, " Tanya Mian kepada terdakwa secara virtual." Jadi tolong terdakwa jangan asal menanggapi," ucap hakim ketua dengan kesal. Selanjutnya majelis hakim mensckor sidang karena memasuki waktu shalat Magrib.

   Sebelumnya diketahui bahwa terdakwa Herowhin di tahan atas dugaan kasus korupsi Alat Tulis Kantor dan Pengadaan Lemari. Pria yang berstatus PNS di Balai Diklat Pemprov Sumut itu sebelumnya diperiksa di Kejaksaan Negeri Siantar. 

  Herowhin yang pernah menjabat sebagai Kepala Bapedda Kota Siantar itu ditetapkan sebagai tersangka sejak tahun 2019 lalu. Pemanggilan ketiga oleh Kejari Siantar Herowhin Sinaga langsung ditahan.

   Kepala Kejari Siantar Agus Wijono didampingi Kasi Pidsus Nixon Lubis ( mengatakan, Herowhin dititipkan di rutan Polres Siantar. Kejaksaan Siantar telah melakukan pemanggilan sebanyak 3 kali untuk diperiksa usai ditetapkan sebagai tersangka. 

  "Sebelumnya kita panggil yang pertama itu, tidak hadir. Kemudian pemanggilan kedua, dia (Herowhin,red) kena COVID-19. Dan hari ini pemanggilan ketiga dan langsung kita tahan," kata Agus. 

  Kejaksaan, kata Agus memiliki waktu penahanan maksimal 20 hari sebelum menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Medan. 

   Kasus korupsi pengadaan sejumlah barang di PD Paus. "Ini dari belanja ATK (Alat Tulis Kantor), fotocopy, cetakan serta belanja pengadaan," katanya.

   Pengadaan barang itu, jelas Agustinus meliputi pengadaan lemari 2 pintu, lemari arsip Badan Pengawas PD Paus, Direksi dan lemari arsip pintu kaca. 

  "Yang bersangkutan melanggar Pasal 2 (ayat) 1 subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 (ayat) 1 huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagai mana yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001," terangnya. 

  Selain kasus ATK dan pemgadaan Lemari, Herowhin Sinaga juga tersangkut kasus korupsi Siantar City Mall Proyek PD Paus, Siantar City Mall yang mangkrak

   Bahkan Herowhin Sinaga juga telah ditetapkan sebagai tersangka pada 2017 atas dugaan korupsi Siantar City Mall. Dia diduga menggelapkan dana penyertaan modal PD PAUS pada 2014 sekitar Rp500 juta.   

   Proyek Siantar City Mall tergolong paling besar yang dikerjakan PD Paus ketika dipimpin Herowhin Sinaga. Bekerjasama dengan PT Sinergi Abadi Indoglobal (SAI), PD Paus tak mampu juga menyelesaikan proyek tersebut sejak tahun 2016. (A-06)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *