HEADLINE NEWS

Kategori

Sidang Perkara Dugaan Kekerasan Terhadap Anak Dibawah Umur, Terdakwa Bilang Saksi Berbohong.

Majelis Hakim

MEDAN  |  kabat24jam.com 

Rabu, 07/07/2021.

   Sidang lanjutan perkara penganiayaan terhadap anak dibawah umur dengan terdakwa Meli Istanti (40) Warga Jalan Jermal VII Gang Keluarga No 54 Kecamatan Medan Denai Medan kembali bergulir di Ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan Rabu (7/6/2021) sore.

Ayah dan Bunga memberi keterangan

   Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marianti Siboro di hadapan Majelis Hakim Syafril Pardamean Batubara dan penasehat Hukum terdakwa Tim PH dari LBH Humaniora dotori Syaifullah SH, menghadirkan saksi korban seorang bocah berusia 5 tahun( Bunga nama disamarkan) bersama Ayahnya yang juga di jadikan saksi didepan persidangan.

Terdakwa memeluk dan mencium Bunga

   Dalam kesaksiannya Ayah korban yang juga mantan suami terdakwa Meli Istanti dalam keterangannya di hadapan Majelis Hakim menjelaskan, bahwa pada tahun 2017, setelah ia bercerai dengan terdakwa korban tinggal dikossan dengan ibunya hingga 2018. 

   Dijelaskan saksi, bahkan selama itu  juga tanpa sepengetahuannya, selama setahun korban mendapat kekerasan seperti, pukulan, jambak dicubit dan pernah juga di cekik ibu kandungnya.

   Tak hanya itu kata saksi melanjutkan, bahwa anaknya juga di kurung di dalam dikamar. Jadi selama setahun itu anaknya (Korban) krap mendapat perlakuan kekerasan oleh ibu kandungnya sendiri dan semua itu ada buktinya seperti bekas luka memar. 

   'Itu saya ketahui saat saya menjenguk korban. Jadi setiap saya menjenguk, anak saya selalu mengatakan mendapat siksaan dari ibunya,"Jelas saksi

   Mengetahui hal itu, selanjutnya pada tahun 2019 saksi (Ayah korban) lalu membawa anaknya untuk tinggal bersama nenek dan keluarganya.

   Diceritakan saksi, suatu hari, saat Ayah korban bekerja diluar kota ketika korban bermain sepeda tiba- tiba terdakwa datang dari belakang, entah apa maksudnya korban dibekap oleh terdakwa hingga korban merasa sesak dan susah bernafas. Lalu korban meronta hingga terlepas. Kemudian langsung lari minta perlindungan dan mengadukan hal tersebut kepada neneknya dan orang yang ada dirumah tersebut,"bilang saksi.

   Menyikapi keterangan saksi, Jaksa Penuntut yang mendapat izin dari Majelis Hakim untuk menanyakan langsung kepada korban, terkait keterangan saksi. Korban yang masih terbilang lugu itu, saat di tanya JPU hanya menjawab ya.

   Sementara ketika ditanya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), apa 'Bunga' sayang sama Mamak, dengan spontan Mawar  mengatakan tidak sembari menggeleng-ngelengkan kepalanya, mamak jahat pukulin aku.

   Bahkan korban saat kembali ditanya apa mau tinggal sama mamaknya, lagi-lagi 'Bunga mengelengkan kepalanya sambil  mengatakan tidak mau.

   Merasa penasaran dengan sikap korban,  Majelis Hakim Syafril Pardamean Batubara mencoba kembali menanyakan hal sama kepada Bunga, namun tetap jawabannya sama kepada Majelis Hakim.

   Sedang giliran Penasehat Hukum (PH) terdakwa Syaiful yang di beri kesempatan oleh Majelis Hakim untuk bertanya pada saksi (Ayah korban), terlihat saksi yang cecer dengan beberapa pertanyaan terkesanasij ada yang ditutupi.

   Sehingga Penasehat Hukum terdakwa minta pada Majelis Hakim, maaf yang mulia saksi tidak mengakui fakta ditolaknya memori banding yang diajukan saksi yakni mantan suami terdakwa di Pengadilan Tinggi Agama.

   'Maaf yang mulia mantan suami terdakwa berbohong tidak mengakui ditolaknya memori bandingnya di Pengadilan Tinggi Agama," seraya menunjukkan berkas tersebut yang mana nanti akan dibeberkan dalam agenda pembelaan.

   Dikesempatan yang sama, setelah itu, sidang dilanjutkan Majelis Hakim memanggil terdakwa untuk duduk di kursi pesakitan." Bagai mana terdakwa dengan keterangan saksi tadi,apakah benar atau ada yang salah,"tanya Majelis Hakim.

   Menjawab pertanyaan Majelis Hakim, dengan berurai air mata, terdakwa Meli Istanti dengan tegas membantah semua keterangan saksi tak lain mantan suaminya itu.

   "Semua apa yang dikatakan saksi tidak benar, dan malah saksilah yang memisahkan diri dengan anaknya selama tiga tahun. Jadi apa yang dikatakan saksi semua tidak benar dan bisa saya pertanggungjawabkan.

Kalau saksi terlah berhobong yang Mulia ,"bilang terdakwa sambil menangis

   Sebelum sidang ditunda, Penasehat Hukum terdakwa pada Majelis Hakim yang meminta agar diizinkan ibunya untuk mencium dan memeluk korban," silahkan mantan anak tidak ada, mantan istri atau suami yang ada, "ungkap Majelis Hakim.

   Pemandangan haru dan menyedihkan itu tampak jelas di Ruang Cakra 7, yang mana terdakwa selama Tiga Tahun nyaris tak pernah berjumpa dengan anak kandungnya langsung menghampiri korban dan langsung memeluk dan menciuminya sambil menangis terseduh -seduh dan terlihat sang ibu itu nyaris pingsan menahan kesedihannya.

   Selanjutnya setelah itu Majelis Hakimpun menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda keterangan saksi yang lainnya. ( A-06 )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *