HEADLINE NEWS

Kategori

Poldasu Lengkapi Berkas Pemalsuan Dokumen dan Tanda Tangan

Salah seorang anak pelapor (kiri) dan ibu Hanafiah  Batubara ( Kanan)

MEDAN  |  kabar24jam.com 

Jumat, 30/07/2021.

   Penyidik Subdit II/Harda-Bangtah Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut kembali melengkapi berkas perkara kasus dugaan pemalsuan tandatangan Hanafiah Batubara (71) yang dilakukan kedua anak kandungnya berinisial YA (53), warga Martubung dan M (55), warga Medan Amplas.

   Informasi diperoleh menyebutkan, kasus dugaan pemalsuan dokumen dan tandatangan itu dilaporkan korban Hanafiah Batubara, warga Jalan Yos Sudarso, Medan pada 2019 lalu. Namun, hingga kini, penyidikan kasus itu tidak kunjung tuntas dengan laporan sesuai LP/1174/VIII/2019/Sumut /SPK.

   Berkas perkara dugaan pemalsuan dokumen dan tandatangan itu pernah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU), namun dikembalikan karena dianggap kurang lengkap (P-19).

   "Kasusnya sudah dikirim ke JPU dan P-19. Saat ini, penyidik sedang melengkapinya lagi," terang Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Jumat (30/7/2021).

   Ketika ditanya adanya surat pembatalan perdamaian antara pelapor dan terlapor apakah ada dilampirkan dalam pemberkasan oleh penyidik, MP Nainggolan menuturkan dirinya belum mengetahui, namun akan menanyakan ke penyidiknya.

  "Memang benar, dalam kasus ini penyidik telah melakukan penangguhan penahanan terhadap YA dan M," jelas Nainggolan.

   Terpisah, Hanafiah Batubara menuturkan dirinya tak tega melihat anaknya YA dan M ditahan hingga mencabut laporan dengan komitmen sebahagian harta warisan suaminya sedikit diberikan kepadanya untuk menyambung hidup karena saat ini dirinya numpang di rumah tetangga akibat harta almarhum suami diambil oleh anak-anaknya.

   Ironisnya, setelah ditandatangani surat perdamaian bersama pihak YA dan M malah mengingkari dan menzolimi ibu kandungnya kembali dengan tak memberikan kompensasi tertulis sesuai kesepakatan awal.

   Melihat gelagat kedua anaknya YA dan M tak ada niat baik, Hanafiah Batubara pun membuat surat pencabutan untuk membatalkan surat perdamaian tersebut.

   "Saya ibu mereka. Miris hati ini, saya yang mengandung mereka, membesarkan mereka, mendidik mereka, semoga Allah membuka hati mereka yang hitam dan semoga Allah mendengarkan doa saya. Saya sudah tua renta memohon agar pihak kepolisian adil dalam menegakkan hukum. Yaa Allah dengarkanlah doa wanita renta ini," ungkap Hanafiah Batubara dengan berurai air mata. ( Team )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *