HEADLINE NEWS

Kategori

Pimpinan dan Anggota DPRD Sumut Kutuk Keras Pelaku Pembunuhan Ulama di Labura, Rahmansyah: Jangan Kaitkan Dengan Unsur SARA

Rahmansyah Sibarani (tengah), Harun Mustafa Nasution (kanan) dan Tangkas M Lumbantobing


MEDAN | kabar24jam.com 

Kamis, 29/07/2021.

   Kasus pembunuhan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Sumatera Utara, Drs. H. Aminurasyid, Aruan. pada Selasa petang sebaiknya jangan dikaitkan dengan unsur SARA, yang dapat menimbulkan konflik agama.

   "Saya minta kepada masyarakat jangan mengkait-kaitkan kasus pembunuhan tersebut dengan masalah SARA, karena kami sebagai pimpinan DPRD Sumut mengutuk keras aktifitas kriminal semacam itu,"tegas Rahmansyah Sibarani kepada wartawan, Rabu (28/7).

   Didampingi Wakil Ketua Harun Mustafa Nasution partai Gerindra, dan anggota DPRD Sumut dari fraksi Demokrat Tangkas Manimpan Lumbantobing, Rahmansyah kembali meminta agar kasus pembunuhan tersebut diusut tuntas dengan menghukum pelaku dengan seberat-beratnya. Karena, prilaku kriminal tersebut tidak bisa ditoleri lagi.

   "Saya menilai itu pidana murni, jadi harus dihukum sesuai aturan hukum yang berlaku di negeri ini,"ketusnya.

   Ia pun mengapresiasikan kinerja Kepolisian, yang dengan sigap langsung meringkus pelaku. "Terimakasih kami kepada pihak kepolisian, yang sudah berkerja dengan menangkap pelaku, itu bukti bahwa pihak kepolisian sigap dapat mengantisipasi tindak kriminal di wilayah Sumatera Utara,"papar politisi NasDem tersebut.

   Terpisah, anggota DPRD Sumut, Darwin Marpaung MAP mengungkapkan hal sama. Politisi Partai PPP tersebut mengutuk keras tindakan sadis yang telah merenggut nyawa seorang ustad di Sumatera Utara. 

   "Saya minta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan Ketua MUI Labura Drs. H. Aminurasyid, Aruan yang tewas dibacok secara sadis, ini sangat tidak berprikemanusiaan,"kata Darwin disela-sela rapat badan anggaran di gedung DPRD Sumut, Rabu (28/7).

   Menurutnya, perbuatan keji dan tidak manusiawi, perbuatan biadab, yang kita dengar, korban dibacok hingga tangannya hampir putus, leher digorok suatu tindakan tidak perikemanusiaan. Pihak kepolisian harus tegas dalam penanganan kasus tersebut.

   Hukum harus ditegakkan dengan seadil-adilnya, karena sudah menyayat hati umat muslim, pungkas Darwin Marpaung, tutupnya. 

   Dilangsir dari beberapa media, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara (Sumut) Aminurrasyid Aruan tewas dibunuh seorang pria di rumahnya di Panjang Bidang, Kelurahan Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Labura, Selasa (27/7).

   Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan membenarkan kejadian itu. Dia menyebutkan korban dibacok saat tengah duduk duduk di depan rumahnya.

   "Benar, kejadiannya jam 5 sore tadi. Korban tewas dibacok," kata Deni. (ind)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *