HEADLINE NEWS

Kategori

Penyidik Kejari Medan Laksanakan Tahap II, Tersangka Esthi Wulandari Terkait Tipikor JKN.

Bondan Subrata Kasi Intel Kejari Medan.


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Kamis, 08/07/2021.

   Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Medan melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) dugaan tindak pidana korupsi Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Puskesmas Glugur Darat Tahun Anggaran 2019, kepada Jaksa Penuntut Umum pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Medan, Kamis, ( 8/7 2021 ) di Ruang Tahap II Pidsus Kejaksaan Negeri Medan.

  “Penyerahan tersangka Esthi Wulandari (EW) dilakukan secara Virtual di Ruang Tahap II Pidsus Kejaksaan Negeri Medan dari Rutan Perempuan Klas II.A Medan,” terang Kajari Medan Medan Teuku Rahmatsyah, SH, MH., melalui Kasi Intelijen Bondan Subrata, SH didampingi Kasi Tindak Pidana Khusus Agus Kelana Putra, SH, MH.

   Dijelaskan, tersangka Esthi Wulandari yang merupakan mantan Bendahara Puskesmas Glugur Darat Medan disangkakan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat (1) subsidair Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh JPU pada tanggal 5 Juli 2021 yang lalu. 

   Kajari Medan Teuku Rahmatsyah SH MH menjelaskan, perkara dugaan korupsi Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Puskesmas Glugur Darat Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp.3.496.229.000,- (tiga miliar empat ratus semblan puluh enam juta dua ratus dua puluh sembilan ribu rupiah) yang diperuntukkan untuk pembayaran jasa pelayanan kesehatan, pembelian obat, alat kesehatan dan kegiatan operasional puskesmas. 

   “Dalam pelaksanaannya, sejak April 2019 s.d. Desember 2019 tersangka EW selaku Bendahara Puskemas Glugur Darat Medan mempergunakan untuk dirinya sendiri Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Puskesmas Glugur Darat TA. 2019, dan tidak sesuai dengan peruntukkan yaitu salah satunya untuk mengikuti arisan online sehingga menyebabkan terjadinya kekurangan kas sehingga mengakibatkan total kerugian negara sebesar Rp.2.789.533.186,- (dua miliar tujuh ratus delapan puluh sembilan juta lima ratus tiga puluh tiga ribu seratus delapan puluh enam rupiah),” papar Teuku Rahmatsyah SH MH dalam siaran pers nya.

  Selanjutnya tersangka Esthi Wulandari menjalani penahanan,di Rutan Perempuan Klas II A Medan dalam kepentingan Jaksa Penuntut Umum menyiapkan Dakwaan serta melimpahkan perkara ke Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan untuk segera disidangkan. ( A-06 )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *