HEADLINE NEWS

Kategori

Penanganan Covid-19 Harus Berbasis Data, DR Timbul Sinaga: Kesalahan Data Akan Menimbulkan Kesalahan Aplikasi



MEDAN | kabar24jam.com 

Kamis, 29/07/2021.

   Basis data kasus covid-19 perlu diperbaiki dan disempurnakan. Sebab kualitas data yang valid akan menentukan pola penanganan dan evaluasi pengendalian Covid-19 di Sumatera Utara dengan tepat.

  Seperti yang diutarakan anggota DPRD Sumut DR Timbul Sinaga kepada wartawan, Rabu (28/7). Menurutnya, kesalahan data akan sangat berefek kepada ketidakakuratan aplikasi yang dimiliki dalam memberikan bantuan terhadap masyarakat terdampak. Meskipun pemerintah telah menggelontorkan anggaran yang cukup besar.

   "Saya menilai, ketidakakuratan data akan menimbulkan persoalan dalam menyalurkan bantuan,"kata politisi NasDem tersebut.

   Bahkan, dirinya mengaku, hingga kini, belum mengetahui apakah data tentang masyarakat terdampak tersedia atau tidak. Sehingga, pihaknya (DPRD-red) belum mendapatkan catatan pasti, berapa jumlah masyarakat yang perlu dibantu.

   "Bagaimana bisa menyalurkan bantuan, sementara datanya saja tidak lengkap, inikan jadi persoalan,"ucapnya.

   Ia berpendapat, meskipun anggaran yang digelontorkan sudah besar, namun karena tidak didukung dengan pendataan yang valid, akan menjadi masalah dimasyarakat. Padahal APBN sudah mencapai Rp800 triliun yang disalurkan, belum lagi anggaran dari provinsi dan kab/kota. Tapi,  belum menyelesaikan persoalan, akibat pendataan yang tidak akurat.

   Bahkan, lanjut Timbul, eksekusi akan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak masih sangat rendah. Ini seharusnya tidak terjadi, apabila pendataan yang dimiliki pemerintah sesuai dengan kondisi masyarakat yang sebenarnya.

   "Inilah 'PR' yang harus diselaikan dari tingkat pemerintah yang paling bawah, sehingga eksekusinya tidak menjadi persoalan,"terang anggota Komisi A DPRD Sumut.

  Seperti yang dilakukan Menteri Sosial RI Risma, yang mengutamakan keakuratan data dalam penyaluran bantuan sosial. Karena, ia (Risma-red) menilai, soal pendataan sangat penting, dalam penerapan bantuan tepat pada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

   Namun,Timbul berharap, masyarakat jangan terlalu menyalahkan pemerintah, sebab kejujuran juga dibutuhkan untuk membantu ketidakakuratan data bahwa masyarakat masih membutuhkan bantuan.

   "Sepanjang kita masih bisa mandiri, sebaiknya jangan kita tergantung kepada pemerintah,"pintanya.

   Selain itu, dirinya juga meminta agar penyampaian informasi tentang covid-19 kepada masyarakat, agar melibatkan para tokoh-tokoh agama dan masyarakat. Karena, tokoh-tokoh tersebutlah yang dekat dilingkungan. 

   "Sehingga ada bahasa sama dan tidak saling menyalahkan dalam persoalan yang sedang dihadapi di pandemi ini dan tidak menimbulkan kebingungan bagi masyarakat yang terdampak,"sebutnya.

   Himbauan yang disampaikan pun jangan terkesan menimbulkan keresahan. Karena, kita harus menjaga, bagaimana kebersamaan ini tetap terjalin, dalam kemajuan bangsa. (ind)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *