HEADLINE NEWS

Kategori

Dugaan Pembunuhan Berencana, Saksi Ungkap Para Pelaku Ancam Korban Sebelum Dibunuh

Saksi Awi dan anak korban 


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Rabu, 21/07/2021.

   Pengadilan Negeri (PN) Medan kembali menggelar sidang perkara dugaan pembunuhan berencana terhadap Dji Goon Gunawan Alias Acek , Rabu (21/7/2021) Siang.

   Agenda sidang kali ini yaitu meminta keterangan saksi- saksi dalam perkara pembunuhan, diantaranya saksi Rizki Nanda alias Awi Tamjung dan Ucharies ( anak kandung korban). 

   Sidang yang dipimpin Majelis hakim yang diketuai Deny L.Tobing  berlangsung secara virtual online diruang sidang cakra9  dengan tetap menerapkan prokes.

   Dugaan pembunuhan  berencana di lakukan FZ (20)Warga Desa Hilina Tafue Kecamatan Indanogawo Kabupaten Nias, AZ (21) dan BZ (24) keduanya warga Fadoro Taliwaa Desa Sisobahili Kecamatan Afulu Kabupaten Nias terungkap dari keterang saksi di persidangan bernama Muhamad Riski Nandar alias Awi  (19) yang juga kos di tempat korban.

   Dalam keterangannya dibawah sumpah Awi menerangkan, awalnya saksi ingin membeli air mineral di tempat Acek ( korban), karena acek yang berjualan di kos- kosan miliknya di lantai satu. Ketika saksi Awi memanggil- manggil acek dari luar kamar tempat korban berjualan sampai tiga kali tetapi tidak ada jawaban.

   Saksi yang merasa penasaran mengintip dari atas pintu kamar  kawat nyamuk dan Awi sangat terkejut melihat ada tiga orang laki- laki berada didalam sedang memegang kepala, tangan dan kaki korban.

   Pada saat itu aksi awi diketahui oleh salah pelaku yang berada didalam kamar korban tersebut.

   Lalu saksi diancam, " diam kau disitu". karena ancaman tersebut saksi menjauh dari depan pintu kamar korban. sambil berfikir saksi mondar- mandir dilokasi itu. 

   Selajutnya, saksi bertemu anak kos cewek lainnya yang berada dilantai satu langsung minta saksi untuk mencari bantuan. " wi tolong acek didalam kamar sedang berantam sama orang" Ucap, Awi di persidangan.

   Tambahnya lagi, saat itu saksi langsung berlari ke lantai dua dan lantai tiga kos- kosan untuk meminta tolong.

   Setelah anak kos berkeluaran dari kamar merekapun bergegas turun ke lantai satu. 

   Namun, sesampai di kamar korban ketiga orang tersebut sudah tidak berada dikamar dengan meninggalkan korban sendiri dengan kondisi bersimpah darah.

   Lalu anak korban meminta agar bapaknya segera dibawa kerumah sakit Bayamgkara. Sesampai di RS Bayangkara korban mendapat perawatan itensif.

   Perawatan medis terhadap korban hanya selama 4 jam diduga banyak mengelurkan darah hingga korban tewas.

   Sementara itu, Anak korban bernama Sehres dalam keterangannya membenarkan keterangan awi. 

   Ucharies menambahkan luka yang dialami korban sangat parah, kepala bagian belakamg bolong, gigi bagian depan copot dan dada memar serta tangan ada luka gores.

  Usai memdengarkan keterangan kedua saksi, majelis hakim menunda sidang hingga Rabu depan untuk mendengar keterangan dari istri korban dan saksi lainya.

   Setelah usai persidangan Awi menuturkan keoada wartawan pernah mendengar para pelaku berbicara dua hari sebelum kejadian, mengucapkan akan membunuh korban, karena saya anggap hanya amarah sesaat para pelaku karena di tagih uang kos oleh korban saja.

  "Saya sangat takut ketika itu, lihat darah dan satu dari tiga pelaku FAO mendekati dan mengancam kalau nyawa saya mau selamat agar diam akan apa yang saya lihat. Saya sangat takut, tertekan dan traoma, Ujar Awi.

( A-06 )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *