HEADLINE NEWS

Kategori

Sidang Perkara Pembunuhan Sadis Terhadap Asiong, Terdakwa Ko Ahwat Tango Sangkal BAP

Terdakwa Ko Ahwat Tango


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Senin, 14/06/2021.

   Sidang lanjutan perkara pembunuhan sadis terhadap Jefri Wijaya alias Asiong (28) dengan terdakwa Edy Suswanto Sukandi alias Ko Ahwat Tango (48) CS yang digelar di Ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan Jumat (11/06/2021) kemarin. 

Lisa Istri Jefri Wijaya alias Asiong Korban Pembunuhan Sadis.

   Terungkap dalam persidangan Ko Ahwat perintahkan Andi alias Aan mencari keberadaan Danny dan Korban Jefri Wijaya alias Asiong. Hal ini ketika JPU mempertanyakan kebenaran keterangan BAP terdakwa dipenyidik kepolisian. Namun terdakwa KoAhwat menyangkal keterangan yang ada di BAP tersebut. Bahkan mengatakan keterangannya dipersidangan ini yang benar, " hanya memerintahkan Andi alias Aan untuk mencari Danny".

   Kembali JPU Aisyah dan Nelson dari Kejati Sumut memperingati terdakwa bahwa ini keterangannya di penyidik. Terdakwa kembali berdalih, justru terdakwa datang ke polisi untuk menjelaskan bahwa bukan dia yang memerintahkan atau sebagai dalang pembunuhan terhadap korban Jefri Wijaya alias Asiong.

   Pantauan awak media sebelumnya diruang sidang, persidangan sempat tertunda dikarenakan terdakwa Ko Ahwat tidakwa juga muncul ke ruang sidang PN Medan. Hingga istri korban Lisa yang mengikuti jalannya sidang sempat teriak histeris, karena merasa persidangan yang menyangkut hilangnya nyawa suaminya dipermainkan terdakwa.

   Majelis hakim yang diketuai oleh Jarihat Simarmata membuka sidang sekira pukul 15. 30 wib, sambil menunggu kehadiran Terdakwa Ko Ahwat JPU membacakan keterangan beberapa saksi termasuk Ahli. Namun terdakwa Ko Ahwat malah memberi tanggapan atas dibacakan keterangan saksi - saksi dan Ahli forensik secara telekomprens. 

   Mendengar suara terdakwa Ko Ahwat di hp, Lisa istri korban menjerit Histeris minta terdakwa dihadirkan. Selanjutnya majelis hakim yang diketuai Jarihat Simarmata mensckor sidang sampai terdakwa Ko Ahwat hadir di ruang sidang.

   Setelah menunggu beberapa jam, terdakwa Ko Ahwat akhirnya muncul diruang sidang sekira pukul 16.35 wib dengan m ng makan topi dengan santai duduk disamping meja tim Pengacara para terdakwa sidangpun dilanjutkan kembali.

   Diketahui Edy Suswanto Sukandi alias Ko Ahwat Tango sejak awal persidangan status tahanannya telah dialihkan menjadi tahanan Kota, dan sampai saat ini bebas menghirup udara kebebasan. Diduga terdakwa Ko Ahwat mendapat perlakuan istimewa dibandingkan dengan terdakwa yang lain. Bahkan saat persidang tak pernah lagi datang untuk menghadiri sidang secara langsung di PN Medan alasan Covid-

/// Terancam Hukuman Mati.

   Dalam dakwaan JPU, para terdakwa dijerat Pasal 338 jo pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHPidana subs 340 jo Pasal 56 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati.

   Para terdakwa  yang akan dihadirkan diruang sidang antara lain, Edy Suwanto Sukandi alias Ko Ahwat Tango yang merupakan warga Komplek Jati Mas Blok C, Kecamatan Medan Perjuangan para terdakwa lainnya yakni Andi alias Ahan, Muhammad Dandi Syahputra alias Dandi, dan Bagus Ariyanto serta terdakwa yang berkasnya terpisah.

   Selanjutnya, Selamet Nurdin Syahputra alias Tutak, Andi Sahputra alias Andi, Hoki Setiawan alias Kecot, Aqbar Agustiawan alias Ojong, dan Guruh Arif Amada (berkas terpisah).

   Dan tiga oknum TNI masing-masing bernama Suhemi alias Helmi (diajukan pada Mahkamah Militer), Perri Panjaitan alias Perri (diajukan pada Mahkamah Militer) dan Indrya Lesmana (diajukan pada Mahkamah Militer).

/// Kronologis Pembunuhan

   JPU sebelumnya menguraikan, kasus ini bermula pada 14 September 2020 lalu. Saat itu Edy Suwanto menghubungi Handi melalui telepon dan mengatakan bahwa Dani berutang judi online sebesar Rp 766 juta dan yang menjamin untuk membayar utang tersebut adalah korban yang berjanji akan membayar sebesar Rp200 juta.

   “Kemudian Edy Suwanto memerintahkan Handi agar datang ke Warkop Nusantara di Jalan Panglima Denai, Medan Amplas untuk membicarakan hal tersebut. Lalu Handi bersama Reza Santoso mencari Dani ke rumahnya di Jalan Kasuari, Medan Sunggal namun tidak ketemu,” ujar Hutabarat.

   Pada 16 September 2020 Edy Suwanto kembali menghubungi Handi untuk bertemu di Warkop Nusantara. Lalu di Warkop tersebut Edy Suwanto mengatakan kepada Handi,

   “Kau cari si Jefri Wijaya alias Asiong (korban) bagaimanapun caranya. Dan jika sudah dapat kau kabari si Suhemi untuk tindakan selanjutnya. Apabila berhasil diberikan hadiah atau bonus,” ucapnya.

   “Lalu Perri bertanya kepada Handi mencari korban start dari mana dan dijawab Handi jika korban sering dugem di The Cube Hotel Danau Toba karena melihat story facebook milik Baron bekerja sebagai DJ (Disk Jockey) bahwa korban dan Baron sering bersam di The Cube,” jelas JPU.

   Lebih lanjut dikatakan JPU, kemudian para terdakwa dengan menggunakan mobil berangkat menemui DJ Baron namun DJ Baron mengatakan bahwa korban tidak pernah lagi datang ke tempat tersebut.

   Karena tidak membuahkan hasil, selanjutnya Handi menyuruh Muhammad Dandi untuk mengechat korban berpura-pura menanyakan harga mobil Terios yang ada di facebook korban. Para terdakwa pun mengatur rencana agar bisa bertemu dengan korban.

   “Selanjutnya disepakati bertemu di parkiran SPBU Jalan Sei Batang Hari Medan. Di lokasi tersebut para terdakwa memaksa korban masuk ke dalam mobil,” ungkap JPU.

   Korban kemudian dibawa ke lahan garapan Pasar 9 Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Derdang.

   Di sana Suhemi memaksa korban dengan mengatakan, “Dimana si Dani, mana uang Rp200 juta yang dijanjikan”. 

  “Namun korban hanya diam, lalu Suhemi menjambak rambut korban dan menghantamkan kepala korban ke lantai,” cetus jaksa.

   Tak berhenti di situ, Suhemi mengambil selang yang sudah dipersiapkan sebelumnya lalu memukuli wajah korban, sehingga korban menjerit mengatakan, “Tidak tau bang”.

   Takut aksi mereka diketahui warga, selanjutnya Suhemi menghubungi anggotanya untuk mencarikan rumah kontrakan.

   “Rumah kontrakan tersebut pun didapat di Pasar III Timur Gang Alif, Kec. Medan Marelan,” beber JPU.

   Dengan kondisi korban dalam keadaan telanjang, mata dan badan dilakban lalu dibawa ke rumah kontrakan tersebut.

   Di sana Suhemi memijak dada korban, menendang rusuk dan wajah korban dipukuli menggunakan selang. Bahkan sebelum korban tewas disiram dengan air jeruk. Hingga akhirnya korban pun tewas. Mayat korban lalu dibuang ke jurang di kawasan Berastagi, Kabupaten Karo. ( A-06 )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *