HEADLINE NEWS

Kategori

Sidang Perkara Pembunuhan Sadis, Jum'at Besok, JPU Hadirkan Semua Terdakwa.

PH terdakwa terlihat serius mendengarkan pembacaan BAP Danny


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Kamis, 10^06/2021.

   Sidang lanjutan perkara pembunuhan sadis mirip Gaya Tahun 1965, terhadap Jefri Wijaya alias Asiong (28) dengan terdakwa Edy Suswanto Sukandi alias Ko Ahwat Tango (48) CS yang digelar di Ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN) Medan Rabu (9/6/2021) terpaksa harus ditunda.

Suasana persidangan di ruang sidang Kartika

   Pantauan awak media ini, diruang sidang diketahui, bahwa penundaan sidang tersebut dikarenakan sistim Informasi dan Trans Elektronik secara daring tidak dapat diterima dengan jelas oleh para terdakwa yang berada Rumah Tahanan Polisi (RTP) Mapoldasu.

   Salah seorang terdakwa, Edy Suswanto Sukandi alias Ko Ahwat Tango dialihkan tahanannya dan sampai saat ini bebas menghirup udara kebebasan. Diduga aktor intelektual alias otak pelaku terjadinya pembunuhan terhadap Jefri Wijaya alias Asiong yang jenazahnya ditemukan warga didalam jurang kawasan hutan di Kabupaten Karo terpantau selama beberapa kali persidang tak pernah lagi datang untuk menghadiri sidang secara langsung di PN Medan.

   Masih diseputar pantauan wartawan disidang, saksi ahli forensik, Danny ( yang berhutang- red) yang akan dibacakan BAP nya didepan persidangan kepada para terdakwa juga terpaksa harus ditunda pembacaannya oleh JPU Aisyah disebabkan karna tidak dapat tersambung kepada terdakwa Edy Suwanto Sukandi alias Ko Ahwat Cs.

   Walaupun telah di usahakan  beberapa kali dibacakan, namun tetap tidak bisa juga tersambung  di dengar dengan baik oleh para terdakwa, akhirnya Majelis Hakim yang di Ketuai Jarihat Simarmata, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aisyah dan Nelson serta  para Penasehat Hukum (PH) para terdakwa menyepakati sidang ditunda dan akan di lanjutkan pada Jumat tanggal (11/6/2021) besok.

   "Kami akan mengusahankan pada sidang lanjutan nanti, untuk menghadirkan semua saksi yang diperlukan, dan juga para terdakwa ke persidangan ini, tujuanya agar dapat mempermudah jalannya sidang,"kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Sumut pada Majelis Hakim.

   Mendengar pernyataan sikap dan penjelasan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Majelis Hakim dan Penasehat Hukum para terdakwa langsung menyepakatinya.

   "Baik kita telah sepakat, sidang hari ini kita tunda karna ada gangguan sistim Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan akan dilanjutkan pada hari Jum'at tanggal (11/6/2021) dengan agenda menghadirkan para saksi yang dianggap pelu, plus seluruh terdakwa dari Rumah Tahanan Polisi Mapolda Sumut ,” kata Ketua Majelis Hakim Jarihat Simarmata sembari mengetukkan palunya.

 /// Terancam Hukuman Mati.

   Dalam dakwaan JPU, para terdakwa dijerat Pasal 338 jo pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHPidana subs 340 jo Pasal 56 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati.

   Para terdakwa  yang akan dihadirkan diruang sidang antara lain, Edy Suwanto Sukandi alias Ko Ahwat Tango yang merupakan warga Komplek Jati Mas Blok C, Kecamatan Medan Perjuangan para terdakwa lainnya yakni Andi alias Ahan, Muhammad Dandi Syahputra alias Dandi, dan Bagus Ariyanto serta terdakwa yang berkasnya terpisah.

   Selanjutnya, Selamet Nurdin Syahputra alias Tutak, Andi Sahputra alias Andi, Hoki Setiawan alias Kecot, Aqbar Agustiawan alias Ojong, dan Guruh Arif Amada (berkas terpisah).

   Dan tiga oknum TNI masing-masing bernama Suhemi alias Helmi (diajukan pada Mahkamah Militer), Perri Panjaitan alias Perri (diajukan pada Mahkamah Militer) dan Indrya Lesmana (diajukan pada Mahkamah Militer).

/// Kronologis Pembunuhan

   JPU sebelumnya menguraikan, kasus ini bermula pada 14 September 2020 lalu. Saat itu Edy Suwanto menghubungi Handi melalui telepon dan mengatakan bahwa Dani berutang judi online sebesar Rp 766 juta dan yang menjamin untuk membayar utang tersebut adalah korban yang berjanji akan membayar sebesar Rp200 juta.

   “Kemudian Edy Suwanto memerintahkan Handi agar datang ke Warkop Nusantara di Jalan Panglima Denai, Medan Amplas untuk membicarakan hal tersebut. Lalu Handi bersama Reza Santoso mencari Dani ke rumahnya di Jalan Kasuari, Medan Sunggal namun tidak ketemu,” ujar Hutabarat.

   Pada 16 September 2020 Edy Suwanto kembali menghubungi Handi untuk bertemu di Warkop Nusantara. Lalu di Warkop tersebut Edy Suwanto mengatakan kepada Handi,

   “Kau cari si Jefri Wijaya alias Asiong (korban) bagaimanapun caranya. Dan jika sudah dapat kau kabari si Suhemi untuk tindakan selanjutnya. Apabila berhasil diberikan hadiah atau bonus,” ucapnya.

   “Lalu Perri bertanya kepada Handi mencari korban start dari mana dan dijawab Handi jika korban sering dugem di The Cube Hotel Danau Toba karena melihat story facebook milik Baron bekerja sebagai DJ (Disk Jockey) bahwa korban dan Baron sering bersam di The Cube,” jelas JPU.

   Lebih lanjut dikatakan JPU, kemudian para terdakwa dengan menggunakan mobil berangkat menemui DJ Baron namun DJ Baron mengatakan bahwa korban tidak pernah lagi datang ke tempat tersebut.

   Karena tidak membuahkan hasil, selanjutnya Handi menyuruh Muhammad Dandi untuk mengechat korban berpura-pura menanyakan harga mobil Terios yang ada di facebook korban. Para terdakwa pun mengatur rencana agar bisa bertemu dengan korban.

   “Selanjutnya disepakati bertemu di parkiran SPBU Jalan Sei Batang Hari Medan. Di lokasi tersebut para terdakwa memaksa korban masuk ke dalam mobil,” ungkap JPU.

   Korban kemudian dibawa ke lahan garapan Pasar 9 Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Derdang.

   Di sana Suhemi memaksa korban dengan mengatakan, “Dimana si Dani, mana uang Rp200 juta yang dijanjikan”. 

  “Namun korban hanya diam, lalu Suhemi menjambak rambut korban dan menghantamkan kepala korban ke lantai,” cetus jaksa.

  Tak berhenti di situ, Suhemi mengambil selang yang sudah dipersiapkan sebelumnya lalu memukuli wajah korban, sehingga korban menjerit mengatakan, “Tidak tau bang”.

  Takut aksi mereka diketahui warga, selanjutnya Suhemi menghubungi anggotanya untuk mencarikan rumah kontrakan.

   “Rumah kontrakan tersebut pun didapat di Pasar III Timur Gang Alif, Kec. Medan Marelan,” beber JPU.

   Dengan kondisi korban dalam keadaan telanjang, mata dan badan dilakban lalu dibawa ke rumah kontrakan tersebut.

   Di sana Suhemi memijak dada korban, menendang rusuk dan wajah korban dipukuli menggunakan selang. Bahkan sebelum korban tewas disiram dengan air jeruk. Hingga akhirnya korban pun tewas. Mayat korban lalu dibuang ke jurang di kawasan Berastagi, Kabupaten Karo. ( A-10 )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *