HEADLINE NEWS

Kategori

Setelah Aniaya Tetangga, Buron 3 Tahun Lebih, Wong Tak Sim Hanya Dituntut 2 Bulan Penjara

Terdakwa mendengar pledoi PH nya


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Selasa, 22/06/2021.

   Wong Tak Sim terdakwa yang sempat buron selama tiga tahun lebih akhirnya dituntut selama dua bulan penjara karena telah melukai Go A Seng yang merupakan tetangganya saat terjadi perkelahian dikawasan Jalan Pinang Baris Gang Bahagia Kelurahan Lalang Kecamatan Medan Sunggal, Medan pada 2 September 2017 silam.

   Menanggapi tuntutan jaksa penuntut umum Nalom TP Hutajulu SH, penasehat hukum terdakwa menyatakan mohon keringanan hukuman karena sudah ada perdamaian.

   Seusai membacakan nota pembelaan Ketua Majelis Hakim Hendra Utama Sutardodo, menunda persidangan Selasa depan.

   Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum yang dikonfirmasi mengatakan bahwa dia bukan jaksanya. Namun saat ditanyakan namanya pria ini terlihat enggan menyebutkannya.

   Terpisah Kasi Pidum Kejari Medan, Riachard ketika dikonfirmasi membenarkan kalau perkara itu memang benar ada perdamaian antara terdakwa dan korban.

   Mengutip SIPP PN Medan, perkara ini bermula perkara terjadi pada Sabtu 02 September 2017 sekitar pukul 01.10 Wib dikawasan Jalan Pinang Baris Gang Bahagia Kelurahan Lalang Kecamatan Medan Sunggal.

   Saat itu terdakwa melihat saksi korban berada diluar rumah kemudian memanggilnya sembari mengatakan "Kamu Ko Gitu" sambil menolak korban sehingga terjadi perkelahian.

   Kemudian berselang beberapa lama kedua masuk ke dalam rumah, terdakwa membawa parang dan korban membawa broti. 

   Saat korban hendak memukul, terdakwa berhasil menangkisnya dan berhasil melukai tangan kiri korban sehingga terluka, melihat itu terdakwa langsung melarikan diri.

   Korban lantas melaporkan kejadian saat itu juga dan berdasarkan Visum Et Repertum No. R/728/IX/VER/2017 pada tanggal 02 September 2017 yang dibuat berdasarkan sumpah jabatan oleh dr. Brahmanda Sihar Mulia L. Tobing pada Rumah Sakit Umum BUNDA THAMRIN yang memeriksa saksi korban An. Go A SENG yaitu terdapat Luka robek dipergelangan tangan kiri.

   Meski pada akhirnya terdakwa berhasil diringkus oleh pihak kepolisian pada Senin 1 Februari 2021 lalu.

   Masih dalam Sipp PN Medan, terdakwa dikenakan Pasal Pasal 351 ayat (2) KUHPidana. Dimana pada perkara ini terdakwa sempat ditahan pada tahap penyidikan dari tanggal 02 Februari 2021 hingga 21 Februari 2021, kemudian penangguhan penahanan 09 Februari 2021. Namun pada saat berkas dilimpahkan ke Kejari Medan pada 23 Maret 2021 hingga 11 April 2021 dikenakan tahanan rumah bahkan hingga ke Pengadilan terdakwa tidak ditahan.( A-06 )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *