HEADLINE NEWS

Kategori

Jual Ribuan Rokok Tanpa Pita Cukai Asal Sidoarjo Dihukum 16 bulan penjara



MEDAN  |  kabar24jam.com 

Kamis, 03/06/2021.

   Sidang perkara rokok tanpa pita Cukai dengan terdakwa Suriadi ternyata hanya divonis 16 Bulan penjara, pada Selasa, 11 Mei 2021, lalu. Selain hukuman badan, majelis hakim yang diketuai oleh Immanuel Tarigan dalam amar putusannya menyatakan terdakwa juga dikenakan membayar denda dua kali dari harga 306.210.000 sehingga denda yang dibayarkan Rp.612.420.000, subsidair 2 bulan penjara.

   Sedangkan 354 ribu batang rokok dengan rincian 124 ribu batang rokok merek Mildboro, 176 ribu batang rokok merek Bunga Cakra, dan 54 ribu batang rokok merek garden yang tidak dilekati pita cukai dirampas untuk dimusnahakan.

   Sementara itu berdasarkan data Sipp PN Medan, pada Selasa 4 Mei 2021, Penuntut Umum Kejari Medan, Joice V Sinaga SH menuntut Suriadi alias Adi selama 2 (Dua) Tahun Penjara. Selain tuntutan pidana penjara, terdakwa juga dikenakan membayar denda yang harus dibayar dikali dua dari denda yang dikenakan yakni 2 X 306.210.000 sehingga denda yang dibayarkan Rp612.420.000, subsidair 3 bulan penjara.

   Sementara itu, ketika dikonfirmasikan kepada Humas PN Medan, Immanuel Tarigan, Kamis (27/05/21) melalui telephon selulernya membenarkan bahwa perkara rokok tanpa pita cukai telah divonis pada 11 Mei 2021 lalu. Dan sesuai dengan data Sipp PN Medan.

   Masih dalam penyampaiannya, bahwa perkara tersebut dirinya selaku hakim ketua dibantu hdua hakim anggota, Eliwarti dan Sihol Boang Manalu.

   Namun saat ditanyakan apakah JPU banding atas putusan itu, Immanuel mengatakan setahunya perkara tersebut tidak banding. Namun untuk memastikannya, beliau akan mengecek kembali karena saat ini posisinya berada diluar Kantor Pengadilan Negeri Medan.

   Namun ketika dikonfimasikan mengenai SIPP PN Medan yang sempat mengalami gangguan sekitar 2 minggu yakni diakhir bulan April hingga awal Mei 2021, sehingga kesusahaan mencari informasi dan jadwal sidang perkara tidak dapat mengakses data, Immanuel pun mengatakan bahwa ada perubahan maintenance." dimana perubahan yang dimaksud dari Versi 4.0.1 ke Versi 4.1.0," sebut Immanuel.

   Terpisah, Kasi Pidum Kejari Medan, Riachard Saut P Sihombing yang dikonfirmasikan, Kamis melalui pesan Via Whatsapp terkait putusan pita cukai di Pengadilan Negeri Medan, pada 11 Mei 2021 lalu, mengatakan bahwa itu bukan perkara Pidum akan tetapi Pidsus.

  "Coba tanyakan ke Kasi Intel Kejari Medan ya abang- abang, ucap Riacard.

   Sementara itu saat dikonfirmasi dihari yang sama kepada Kasi Intel Kejari Medan, Bondan Subrata belum menjawab konfirmasi baik melalui telephon seluler maupun pesan Via Whatsapp apakah penuntut umum banding atau menerima putusan hakim.

  Berdasarkan dari data Sipp PN Medan bahwa perkara ini disidangkan pada 20 April 2021 lalu dengan penuntut umum Kejari Medan, Joice V Sinaga SH.

   Dalam dakwaan Jaksa, perkara ini bermula saat terdakwa berkenalan dengan Deri Purnomo (belum tertangkap) menawarkan bisnis penjualan beberapa merek rokok tanpa pita cukai yakni Mildboro, Bunga Cakra, dan Garden asal Sidoarjo, Jawa Timur pada 8 Januari 2021. 

  Tergiur dengan keuntungan ia pun meminta Jumiran untuk menjemput barang dikawasan kampung Rambutan Jakarta untuk dibawa ke Medan. Namun terdakwa tidak menyebutkan isi karton yang dibawa, begitu dengan Jumiran pun tidak menanyakan isi yang dibawa karena sudah bawa paket berisi kain yang dikirim ke Medan.

  Agar tak curiga dan terkesan resmi, terdakwa meminta agar pengiriman melalui jasa pengiriman melalui ekspedisi CV Merpati Express yaitu 15 karton bahan kain dengan pengirim atas nama CV Cahaya Exp Jakarta dengan tujuan Medan atas nama Yahya.

   Tawaran terdakwa yang nantinya akan memberikan Upah Rp750 ribu diterima oleh Jumiran dan Dika yang merupakan selaku kernet, dimana kedua bekerja di CV Sukses Kencana Ekpress memang ditugaskan pemilik mobil untuk membawa barang berupa lem dari Soreang Bandung menuju Medan.

   Dengan mobil Box FE74HDK warna Ungu Kombinasi dengan Nopol BK 8705 EQ sampai di Medan pada 12 Januari 2021. Sesuai permintaan terdakwa maka barang itu diserahterimakan di SPBU Jalan Kapten Sumarsono dimana nantinya barang tersebut akan dipindahkan ke Mobil Box jenis Suzuki milik terdakwa BK 8584 CE. 

   Namun saat bongkar muat berlangsung datanglah Tim Penindakan KPPBC TMP Medan, yakni Lilik Zulfansyah dan Kevin Keegan Simangungsong dan membawa barang bukti 354 ribu batang rokok dengan rincian 124 ribu batang rokok merek Mildboro, 176 ribu batang rokok merek bunga Cakra, dan 54 ribu batang rokok merek garden yang tidak dilekati pita cukai dirampas untuk dimusnahakan.

   Dimana dari dalam dakwaan jaksa menjerat Suriadi melanggar Pasal 54 UU No.39 Tahun 2007 Tentang Perubahan Atas UU No 11 Tahun 1995 Tentang Cukai Jo Pasal 29 UU No 11 Tahun 1995 Tentang Cukai atau Pasal 56 UU RI Nomor 39 Tahun 2007 Tentang Perubahan Atas UU No.11 Tahun 1995 Tentang Cukai. ( A-06 )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *