HEADLINE NEWS

Kategori

Tak Terbukti Miliki Sabu, PH Terdakwa Minta Kliennya Dibebaskan

Sidang secara video call


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Jumat, 28/05/2021.

  Penasehat Hukum terdakwa Ahmad Nawawi alias Nawi warga Jalan KL. Yos Sudarso Link. IV Lorong VI Kelurahan Pulo Brayan Kota Kecamatan Medan Barat Kota Medan yakni Tengku Fitra Yufina SH dalam persidangan diruang sidang Cakra 3 PN Medan meminta majelis hakim membebaskan klaeinnya dari seluruh dakwaan JPU.

Suasana sidang pembacaan nota pembelaan ( Pledoi )

   Hal itu disampaikannya ( PH terdakwa- red) dalam nota pembelaan (pledoi) terdakwa yang dibacakan didepan persidangan dihadapan JPU Asni Zahara Hasibuan SH dan hakim ketua Sayed Tarmizi SH serta dihadiri terdakwa secara Vidio call.

   Menurut PH terdakwa dari fakta persidangan barang bukti yang ditemukan tidak didalam rumah melainkan diluar tembok rumah kliennya.

   Sehingga meminta kepada Majelis Hakim agar membebaskan Ahmad Nawawi alias Nawi dari segala dakwaan.

   Ketika dikonfirmasi ulang kepada Sufina, Jumat (28/05/2021) melalui pesan whatsapp menjelaskan, ketika dilakukan penangkapan terhadap terdakwa Nawawi barang bukti tidak ada di tangan kliennya. 

   "Karena tidak ada barang bukti saat penangkapan dari tangannya maupun dari penguasaannya. Saya minta terdakwa dibebaskan. Sebab barang bukti itu ditemukan oleh polisi diluar tembok rumahnya, bukan didalam rumahnya," kata Sufina sembari memohon agar majelis hakim agar kliennya dibebaskan".

   Sebelumnya dalam dakwaan JPU, Asni Zahara Hasibuan menerangkan, bermula  pada hari Jumat tanggal 28 Agustus 2020 sekira pukul 10.00 wib  terdakwa membeli narkotika jenis shabu kepada SIWA (dalam lidik) di Jalan Veteran simpang KFC tepatnya dipinggir jalan, selanjutnya terdakwa menjual narkotika jenis shabu tersebut kepada Ernawati Saed Als Erna (berkas perkara terpisah).

   Kemudian pada hari Sabtu tanggal 29 Agustus 2020 sekira pukul 12.00 wib terdakwa pergi mendatangi rumah Ernawati Saed Als Erna dijalan Pertempuran Gang Sekata I Kel. Pulo Brayan Kota Kec. Medan Barat Kota Medan. 

   Namun sebelum memasuki rumah Ernawati Saed Als Erna,  terdakwa bertemu dengan Ernawati Saed Als Erna dan mengatakan  “Na, numpang istirahat mau tidur sebentar, mata aku ngantuk kali”,  lalu Ernawati Saed Als Erna menjawab ” ya sudah tidak apa-apa”, selanjutnya terdakwa masuk kedalam rumah Ernawati Saed Als Erna dan istirahat dikamar lantai atas rumah Ernawati Saed Als Erna.

   Selanjutnya sekira pukul 15.05 wib terdakwa terbangun dan mendengar ada yang menyebut “kami dari Kepolisian, mohon buka pintu rumah”,  karena takut  terdakwa mengunci pintu rumah lalu membuang 1 buah balok kayu yang didalamnya terdapat 24 bungkus plastik klip tembus pandang berisikan narkotika jenis shabu seberat 24 gram netto dan 70 lembar plastik klip kosong ke luar rumah Ernawati Saed Als Erna yakni ruang antara rumah Ernawati Saed Als Erna dan jiran tetangga.

   Setelah terdakwa membuang barang/benda milik terdakwa  tersebut, sekira 20 menit baru terdakwa membuka kunci pintu rumah dan sebelumnya terdakwa meminta agar pihak Kepolisian mengadirkan Kepala Lingkungan dan ternyata Kepala Lingkungan telah berada diluar rumah.

   Setelah itu terdakwa membuka kunci pintu rumah dan terdakwa menyaksikan Ernawati Saed Als Erna telah ditangkap oleh petugas Kepolisian,  sekira pukul 15.30 wib dilakukan penangkapan terhadap terdakwa. 

   Selanjutnya pihak Kepolisian melakukan penggeledahan terhadap rumah milik Ernawati Saed Als Erna  didampingi oleh Kepala Lingkungan, namun tidak ditemukan barang bukti narkotika. 

   Kemudian terdakwa dibawa oleh petugas Kepolisian dan didampingi oleh Kepala Lingkungan untuk menyaksikan pihak Kepolisian melakukan pengecekan dan pemeriksaan di luar rumah Ernawati Saed Als Erna yakni di antara dinding rumah Ernawati Saed Als Erna dan tetangga sebelah rumah.

   Pada saat petugas Kepolisian melakukan pengecekan dan pemeriksaan tersebut ditemukan 1 unit handphone merek OPPO warna Rose Gold selanjutnya petugas Kepolisian kembali menanyakan kepada terdakwa “ini handphone mu, sambil menunjukan ke arah 1 unit handphone merek OPPO warna Rose Gold” dan terdakwa menjawab ”tidak pak,  itu bukan handphone saya”.

  Kemudian petugas Kepolsian menemukan 1 buah balok kayu yang didalamnya terdapat 24 bungkus plastik klip tembus pandang yang diduga berisikan narkotika jenis shabu seberat 24 gram netto dan 70 bungkus plastik klip kosong, lalu  menanyakan kepada terdakwa “ini shabu mu, sambil menunjuk ke arah 1 buah balok kayu yang didalamnya terdapat 24 bungkus plastik klip tembus pandang yang berisikan narkotika jenis shabu seberat 24 gram netto dan 70 bungkus plastik klip kosong” dan terdakwa menjawab “itu bukan shabu saya”.

   Selanjutnya terdakwa dan barang bukti yang ditemukan petugas Kepolisian dari luar rumah Ernawati Saed Als Erna  tersebut berupa 1 buah balok kayu yang didalamnya terdapat 24 bungkus plastik klip tembus pandang yang diduga berisikan narkotika jenis shabu seberat 24 gram netto, 70 bungkus plastik klip kosong, 1 unit handphone merek OPPO warna Rose Gold.

   Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana pasal 114  (2) Jo. Pasal 132 (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan pasal 112  (2) Jo. Pasal 132 (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

( A-06 )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *