HEADLINE NEWS

Kategori

DPD GMNI Sumut Ulurkan Tangan Bantu Pembangunan Mesjid di Desa Panigoran



LABURA  |  kabar24jam.com 

Sabtu, 08/05/2021.

   Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyampaikan tali-asih bantuan  pembangunan Mesjid Al-Rahman di Desa Panigoran Kecamatan Aek Kuo Kabupaten Labuhan Batu Utara pada Jumat (07/05/2021). 

   GMNI Sumut memberikan fasilitas MCK (Toilet) dan Semen untuk kebutuhan material pembangunan Mesjid   AR-Rahman. 

   Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPD GMNI Sumut, Paulus P. Gulo,S.H kepada pihak BKM (Badan kemakmuran Mesjid).

   Masyarakat pun sangat antusias menerima tali asih silahturahmi yang di berikan oleh DPD GMNI Sumut. Hal ini terlihat dari semangat mereka mengerjakan fasilitas Mesjid tersebut.

   DPD GMNI Sumut mempererat tali silahturahmi untuk masyarakat, sesuai dengan ideologi dari pada organisasi GMNI dan sekaligus implementasi kepedulian GMNI terhadap masyarakat.

   Paulus menyampaikan, di bulan yang penuh Rahmat ini, DPD GMNI Sumut sangat berharap penuh kiranya bantuan yang diberikan dapat bermanfaat guna.

   Dalam kesempatan itu Paulus menjelaskan kalau sampai saat ini konflik agraria masih berlangsung di desa Panigoran Kecamatan Aek Kuo,oleh karenanya hendaknya persoalan ini agar menjadi atensi dan perhatian serius Pemerintah untuk dapat menyelesaikannya 

   Konflik agraria yang tak kunjung usai di Desa Panigoran membuat DPD GMNI Sumut terus melakukan pendampingan dan advokasi kepada masyarakat di desa tersebut. 

   Bila merujuk sesuai dengan UUPA No.5 Tahun 1960, yang mengamanatkan perubahan mendasar terhadap prinsip-prinsip hukum agraria kolonial. Melalui pengukuhan hukum adat, pelarangan monopoli penguasaan tanah dan sumber agraria lain, pengikisan praktik feodalisme, serta jaminan kesetaraan hak atas tanah bagi laki-laki dan perempuan merupakan prinsip-prinsip UUPA untuk mewujudkan keadilan sosial. 

   Menurutnya, pada tahun 2017 lalu di masa kepemimpinan Jokowi-JK, Pemerintah Pusat sudah menginisiasi dan melakukan program Nawa Cita dimana program tersebut diharapkan mampu mejawab persoalan agraria melalui kebijakan reforma agraria.

   Ditargetkan 9 juta hektar tanah akan diredistribusi dan dilegalisasi. Namu realita nya sangat jauh dari harapan masyarakat. Tahun lalu, Jokowi mengeluarkan Perpres Nomor 45 Tahun 2016 Tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2017 yang menempatkan reforma agraria sebagai salah satu prioritas nasional dalam pembangunan Indonesia. 

   Adapun objek reforma agraria berasal dari pelepasan kawasan hutan, HGU habis, tanah terlantar dan transmigrasi yang ditarget seluas 4,5 juta hektar.

   Kehadiran GMNI di tengah-tengah persoalan masyarakat yang sedang mengalami konflik agraria, adalah untuk membantu dengan prinsip bergotong-royong menyelesaikan masalah, mendampingi masyarakat dan berjuang sampai permasalahan ini usai dan mendapatkan kabar baik yang di nantikan bersama masyarakat desa Panigoran.

   Kedepannya Paulus berharap, agar semua pihak bisa peduli dengan menjemput bola, mengulurkan tangan terhadap persoalan-persoalan masyarakat, salah satu nya di desa Panigoran ini. 

  "Kita akan berjuang bersama rakyat, mendampingi dan meringankan langkah mereka," ungkap Paulus. ( As )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *