HEADLINE NEWS

Kategori

Diduga Dua Unit Mobil Hasil Penipuan Terdakwa Raib Masuk DPB

Terdakwa Siska saat di persidangan 


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Selasa, 18/05/2021.

   Pengadilan Negeri Medan kembali menggelar sidang perkara penipuan dan penggelapan Rp.4 Milyar atas nama terdakwa Siska W Maulidhina Siregar terhadap saksi korban Rudi Hartono Bangun diruang sidang Cakra 7 dengan agenda pemeriksaan dua saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi dari Kejaksaa Tinggi Sumatera Utara.

   Dalam persidangan lanjutan perkara penipuan dan penggelapan Rp. 4 Milyar modus mistis pembelian ayam 'hitam' tersebut terungkap dua unit mobil Toyota Rush dalam penguasaan keluarga terdakwa yakni, adik dan ayah kandungnya Raib tak tahu keberadaannya. Sedangkan mobil Foxy dilissingkan. Sementara ketiga unit mobil tersebut seharusnya sebagai barang bukti dalam pekara penipuan terhadap korban Anggota DPR-RI, Rudi Hartono Bangun. 

   Pasalnya ketika Anggota Majelis Hakim Safril Batubara menanyakan keberadaan dua unit mobil hasil pembelian dari tindak pidana tersebut tidak diamankan oleh pihak penyidik Poldasu, justru kedua barang bukti masuk dalam Daftar Pencarian Barang (DPB).

   Ini berawal saat anggota majelis hakim-Safril Batubara menanyakan kedua barang bukti yang diperoleh dari hasil tindakpidana tersebut tidak ada dilampirkan sebagai barang bukti.

   "Sementara menurut kesaksian Ali Nafiah membenarkan bahwa ada pemesanan dua unit mobil dari Dunia Mobil kepada PT. Delta Mulia tempat ia bekerja atas nama terdakwa Siska W Maulidhina. Lalu kemana kedua mobil tersebut?," tanya Safril kepada Rahmi selaku penuntut umum pada perkara tersebut.

   Menjawab itu, Rahmi mengatakan sewaktu di penyidikan di Poldasu telah mendatangi rumah terdakwa akan tetapi dua unit mobil tersebut tidak ada sehingga penyidik mengeluarkan DPB untuk kedua mobil tersebut.

   "Begitu ya, biasa kami hanya mendengar DPO kini ada pula DPB,"cetus Syafril pun menanyakan kepada terdakwa tentang keberadaan dua unit mobil yang biasa digunakan oleh adik kandung terdakwa dan ayah kandungnya.

   Menanggapi itu terdakwa mengatakan tidak tahu lagi keberadaan kedua mobil tersebut. "Dengan santai terdakwa mengatakan,"Tak tahu saya pak hakim" ujarnya sembari mengaku bahwa pembelian atas nama dirinya yang memesan kepada Showroom Dunia Mobil.

   Sementara itu, Benny selaku pemilik Showroom Mobil dikawasan Jalan Nibung ini membenarkan bahwa Rudi Hartono Bangun ada menjual tiga unit mobil seharga Rp2 Milyar.

   "Benar bahwa Rudi Hartono menjual yakni dua unit mobil Land Cruiser dan satu unit mobil Ford seharga Rp.2 Milyar kepada showroom miliknya,"aku Benny akan tetapi ia tidak mengetahui untuk apa mobil dijual dan tidak tahu uang untuk ayam hitam.

   Dari total penjualan tersebut, Benny mengaku telah mentransfer uang senilai Rp 775 juta dan Halim Wijaya telah divonis bebas dari segala dakwaan dan tuntutan oleh majelis hakim diketuai Merry Dona Pasaribu senilai Rp.619 juta. Mendengar kesaksian Benny, Siska membenarkan adanya transfer akan tetapi pada waktu itu menurut pengakuan Rudi Hartono Bangun kepada dirinya itu ada hutang bukan penjualan.

   Lalu lanjut anggota majelis hakim Safril, kemudian. kamu bayarkan atau kamu transfer kan lagi. Siska menjelaskan tidak ada saya bayar atau transfer lagi pada pada Benny, sebab saya kan enggak kenal sama saksi pak hakim, ungkap terdakwa Siska.

   Namun terdakwa mengelak bahwa uang tersebut bukan untuk keperluan klinis (mistis) pembelian ayam hitam dengan tujuan agar Rudi Hartono tidak ditangkap KPK akan tetapi untuk keperluan Kampanye korban uang saat itu sebagai peserta dalam kontestasi Pilkada Bupati Langkat. Dan begitu juga uang yang ditransferkan kepada Halim juga untuk keperluan kampanye korban.

   Usai mendengarkan keterangan keduanya maka majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan.

   Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum diluar persidangan saat dikonfirmasi wartawan apakah kedua mobil yang dibeli terdakwa semua melalui pembelian tunai?.

   Rahmi mengatakan hanya untuk pembelian mobil Rush saja yang tunai. Sedangkan Toyota Foxy masih kredit. 

   Diterangkannya, semasa persidangan berjalan belum ada keberatan dari pihak leasing sekaitan mobil tersebut, apakah pembayarannya lancar atau sudah ditarik oleh pihak Showroom. "Karena sewaktu penyidikan mobil tersebut sudah tidak ada dan masuk dalam DPB,"ucapnya.

   Sebagaimana diketahui perkara ini bermula saat Siska mengatakan kepada Rudi, bahwa melihat saat ini sedang dalam pengawasan KPK. Kemudian dilanjutkan dengan ritual klinis disalah satu kamar hotel Four Point dimana terdakwa keserupan yang mengaku Ratu Pantai Selatan.

   Dimana permintaan pada waktu itu ada terdakwa meminta tumbal bayi yang masih merah. Namun korban keberatan, lalu digantikan dengan Ayam Hitam. Dimana perekornya Rp7 jutaan, anehnya hal tersebut terus berlanjut sehingga korban mengalami senilai Rp4 Milyar, bahkan untuk itu ia menjual tiga unit mobil kesayangan ke showroom. ( A-06 )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *