HEADLINE NEWS

Kategori

Tidak Ada Ruang Gerak Pelaku Premanisme, Polres Jakpus Gaungkan Zero Premanisme



JAKARTA  |  kabar24jam.com 

Rabu, 07/04/2021.

   Polres metro jakarta pusat kembali menggulung mafia tanah yang melibatkan sejumlah Preman yang kerap meresahkan masyarakat khususnya diwilayah Jakarta pusat.

   Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Hengki Haryadi mengatakan Tindakan Premanisme tersebut kerap menimbulkan keresahan masyarakat, sehingga pihaknya wajib bertindak secara cepat dan tegas untuk menghilangkan akan keresahan masyarakat "Fear Of Crime", sehingga penegakan Hukum mengimplikasikan tugas  preventif sehingga membentuk Detterent Effect baik secara spesifik pelaku maupun masyarakat secara meluas.

   "Tekad kami adalah menciptakan rasa aman dan nyaman di masyarakat dengan zero Premanisme".ujar Kombes pol Hengki Haryadi.

   Namun aksi premanisme yang berada di lapangan tidak akan dihentikan hanya pelaksana namun juga Aktor yang menjadi pemicu maupun penyokong dana.

   Diketahui anggota polres metro Jakarta pusat menangkap sejumlah preman termasuk penyokong dana dalam menguasai sebidang tanah yang berada di Jalan Bungur  Besar Raya No. 50  Kel. Bungur Kec. Kemayoran Jakarta  Pusat. 

   Kami menangkap oknum pengacara dan delapan orang preman soal kasus dugaan tindak pidana perbuatan memaksa disertai kekerasan dan ancaman, atau aksi premanisme.

   Perkara ini bermula dari seseorang masih dalam pengejaran - dalang dan yang mengaku memiliki lahan di lokasi tersebut 

   Kemudian, pelaku memberikan surat kuasa kepada pengacaranya yang berinisial AD untuk menguasai atau menduduki lahan tersebut 

   kemudian AD mengumpulkan sekitar 20 orang preman bayaran. Lalu mereka datang ke lokasi dan melakukan intimidasi, memaksa penghuni tanda tangan kertas surat pengosongan, dan langsung melakukan pemagaran di lokasi.

   Selain itu, para preman tersebut juga menutup akses jalan menggunakan seng sehingga masyarakat merasa terintimidasi dan tidak nyaman. Kemudian, aksi itu dilaporkan kepada polisi.

  Polres Metro Jakarta Pusat, selanjutnya melakukan penindakan dan berhasil mengamankan delapan orang preman berinisial HK, EG, RK, MH, YB, WH, AS, dan LR yang diduga mengusai lahan itu. Serta AD yang merupakan oknum Pengacara.

   Usai pengembangan Tersangka yang diamankan sesudahnya adalah MY, D dan E. 

   Dengan modus Memaksa penghuni untuk tanda  tangan surat pengosongan, Melakukan intimidasi warga hingga Memagar area tanah di  lokasi serta Menutup akses jalan warga dengab Memasang papan atau banner, selanjutnya para pelaku ini juga Memaksa  menghentikan pekerja yang melakukan  pekerjaan di lokasi tersebut Tambah Hengki 

  Peran ketiga tersangka yang berhasil  diamankan sebagai berikut, MY Sebagai  pengurus IKKI memberikan surat kuasa  kepada A.D.S perihal menyelesaikan  permasalahan lahan tersebut, yang berhasil  ditangkap pada tanggal 22 Maret 2021 beserta ke 8 orang lainya yang menempatkan sejumlah preman di lokasi tanah yang menjadi bagian sengketa sedangkan E Mendanai seluruh operasional dari menempatkan preman hingga pemasangan pagar seng di  lokasi  tanah  sengketa yang menghalangi akses jalan  utama  para  penghuni.

  Setelah itu Tersangka mendatangi  para  penghuni untuk memaksa / mengintimidasi korban berserta penghuni  kamar lainnya untuk menandatangani Surat pengosongan kamar di lahan tersebut namun korban dan istrinya menolak lalu tersangka menuduh  korban sebagai provokator. Selanjutnya Tersangka  berteriak  teriak hingga membuat gaduh  di  TKP dan tidak mau pergi dari TKP Guna mempertanggung jawabkan atas perbuatan nya para pelaku dikenakan pasal 335 KUHP. ( Fr/r )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *