HEADLINE NEWS

Kategori

Posting Kinerja Buruk Polsek Sunggal di Medsos, Agustina br Hutabarat Divonis 1 Tahun Penjara.

Majelis hakim sedang membacakan putusan terhadap terdakwa Agustina br Hutabarat


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Selasa, 06/04/2021.

   Agustina Boru Hutabarat (35) warga Jalan Pasar I Tapian Nauli LK 8 No. A 19, Kel. Sunggal Kec. Medan Sunggal Kota Medan di vonis majelis hakim yang diketuai Bambang Joko Winarno selama 1 tahun penjara dan denda 3 juta rupiah subseder 1 bulan bilang kurungan. Vonis tersebut di ucapkan majelis hakim diruang sidang Cakra7 Pengadilan Negeri ( PN) Medan, Selasa (06/04/2021).

   Menurut majelis hakim terdakwa telah terbukti secara sah melanggar pasal Undang-Undang (UU) Transaksi Informasi Elektronik (ITE), yang menyebut "Buruknya Kinerja Kepolisian Polsek Sunggal''.melanggar Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE Jo Pasal 316 KUHP

   Selain hukuman penjara,Terdakwa juga dikenakan hukuman denda 3 juta rupiah subsider 1 bulan kurungan. Mendengar putusan hakim tersebut, terdakwa yang mengikuti jalannya persidangan dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum  secara Virtual dari Rumah Tahanan Polisi (RTP) Dit Tahti Polda Sumut terlihat dari raut wajahnya merasa sedikit kecewa atas putusan majelis hakim tersebut.

   Menurut majelis hakim adapun hal yang memberatkan perbuatan terdakwa telah membuat keresahan dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik terhadap pejabat yang menjalankan tugasnya yang sah,

   "Sedangkan hal yang meringankan terdakwa tidak pernah dihukum dan menyesali perbuatannya serta sopan selama mengikuti persidangan,"sebut Majelis Hakim yang diketuai Bambang Joko Winarno

   "Putusan yang diucapkan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan  Jaksa Penuntut Umum.(JPU) Irma Hasibuan yang meminta agar terdakwa dihukum 1 tahun penjara dan denda Rp5000,000,-Subsidear 3 bulan kurungan.

   Usai pembacaan putusan, baik terdakwa Agustina Boru Hutabarat melalui Penasehat Hukumnya, maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irma Hasibuan menyatakan pikir-pikir atas putusan yang dibacakan Majelis Hakim Bambang Joko Winarno 

   Sebelumnya disebutkan dalam dakwaan JPU, perbuatan terdakwa Agustina boru Hutabarat mengarah ke kepada tindakan tidak menyenangkan, karena menuliskan kalimat di akun facebook Tina berupa kalimat “BURUKNYA KINERJA KEPOLISIAN POLSEK SUNGGAL MEDAN 

   "Terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik terhadap pejabat yang menjalankan tugasnya yang sah,"ujar JPU dihadapan majelis hakim yang diketuai Tengku Oyong.

   JPU  mengatakan, bahwa terdakwa yang berdomisili di Jalan Pasar I Tapian Nauli LK 8 No. A 19, Kel. Sunggal Kec. Medan Sunggal Kota Medan atau di Perumahan Eluk Anefan Permai Blok II D No. 239 Kel. Bekasi Jaya Kec. Bekasi Timur Kota Bekasi Prov. Jawa Barat pada tahun 2018 membuat laporan di Polsek Sunggal Kota Medan di bagian SPKT.  

   "Laporan terdakwa diterima oleh Ipda Nurhidayat dan terdakwa diberikan surat pengantar visum ke Rumah Sakit Bina Kasih. Sekira pukul 23.45 wib, surat hasil visum terdakwa berikan ke Polsek Sunggal Bagian PPA atas nama Brigadir Leo Chandra Manalu (Anggota Kepolisian Polsek Sunggal),"sebut JPU.

   Kemudian, terdakwa meminta surat STPL namun saksi korban Brigadir Leo Chandra Manalu mengatakan akan memberitahukan terdakwa melalui handphone. Mendengar perkataan Brigadir Leo, terdakwa pun pulang ke rumahnya. 

   Berselang tiga hari, tak ada kabar juga dari saksi korban Leo Chandra Manalu.  Terdakwa mendatangi Polsek Medan Sunggal dan bertemu dengan Brigadir Leo Chandra Manalu. 

   "Pada saat itu terdakwa ribut karena merasa laporan polisi yang dibuatnya tidak diproses. Mengetahui hal itu, saksi korban Brigadir Leo Chandra Manalu melakukan pengecekan di register, ternyata tidak ada laporan atas nama terdakwa," kata JPU dalam dakwaannya.

  Karena merasa kesal dan kecewa, terdakwa mengakses akun facebook atas nama Tina milik terdakwa  dengan menggunakan email gustin46@rocketmail.com  dengan  menggunakan 1 buah handphone merk Oppo A5 2020 warna hitam yang terhubung dengan simcard 085261922410 milik terdakwa dengan password tristan2. 

   Di akun facebook itu terdakwa membuat tulisan kekesalan atas laporan polisi yang terdakwa laporkan tidak ada tanggapan dan bukti laporan polisi tidak diberikan kepada terdakwa dan dikatakan bahwa terdakwa tidak berhak menerima bukti laporan.

   Postingan yang terdakwa buat di akun facebook tersebut, ditujukan kepada Kompol Wira Pranata yang pada saat itu menjabat sebagai Kapolsek Medan Sunggal, Ipda Jefri Simamora, Iptu Budiman Simanjuntak, Ipda Oloan Lubis, Brigadir Leo Chandra Manalu, Brigadi Mangampu Sihombing, Brigadir Mawan dan Brigadir Denis yang merupakan Anggota Kepolisian Medan Sunggal.

   Sementara berdasarkan keterangan Ahli Bahasa Juliana, S.S, M.Si  bahwa kalimat-kalimat dalam akun facebook atas nama Tina ada mengandung pengertian atau unsur penghinaan dan/atau pencemaran nama baik pihak Kepolisian Resort Medan Sunggal.

  "Tulisan di akun facebook atas Tina tersebut ada unsur mempermalukan. Khususnya Kompol Wira Pranata yang pada saat itu menjabat sebagai Kapolsek Medan Sunggal, Ipda Jefri Simamora, Iptu Budiman Simanjuntak, Ipda Oloan Lubis, Brigadir Leo Chandra Manalu, Brigadi Mangampu Sihombing, Brigadir Mawan dan Brigadir Denis yang merupakan Anggota Kepolisian Medan Sunggal," bilang JPU.

   Lanjut JPU, menurut Ahli Bahasa Juliana, S.S, M.Si kata JPU, Tercemarnya (menjadi buruknya) nama/wajah/martabat lembaga kepolisian, khususnya adalah Kepolisian sektor Medan Sunggal, terkhusus lagi adalah personil-personil polisi yang namanya disebutkan yang salah satunya adalah saksi korban Leo Chandra Manalu.

   Akibat dari itu, munculnya rasa malu dan terhina Kepolisian Sektor Medan Sunggal akibat postingan pada akun Facebook atas nama Tina. Ditambah lagi, hilangnya rasa percaya masyarakat terhadap lembaga penegak hukum, yaitu kepolisian, khususnya adalah Kepolisian sektor Medan Sunggal. Terkhusus lagi terhadap personil-personil polisi yang namanya disebutkan yang salah satunya adalah saksi korban Leo Chandra Manalu.

   "Sedangkan berdasarkan keterangan Ahli ITE  Denden Imadudin Soleh, S.H.,MH, CLA, apa yang dilakukan terdakwa melalui akun facebook atas Tina milik dapat dikatakan memenuhi unsur pidana sebagaimana pada Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE Jo Pasal 316 KUHP karena terdakwa menuliskan kalimat “BURUKNYA KINERJA KEPOLISIAN POLSEK SUNGGAL MEDAN ..!!,"kata JPU mengakhiri ( A 06 )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *