HEADLINE NEWS

Kategori

Kedua Majelis Hakim Sidangkan Siska dan Halim Wijaya Dilaporkan ke MARI Serta KY



MEDAN  |  kabar24jam.com 

Rabu, 07/04/2021.

   Setelah mengamati jalannya persidangan terhadap terdakwa Siska dan Halim Wijaya dengan majelis hakim yang berbeda, H.Syarwani, SH Ketua DPC Asosiasi Advokat Kota Medan yg juga sebagai Kuasa Hukum dari Pelapor /Saksi Korban Rudi Hartono Bangun, SE , sejak di tunjuk 4 bulan yg lalu sebagai Penasehat Hukum( PH) Korban pada saat kasus tersebut di P21 kan Kejaksaan Tinggi Sumut hingga dilimpahkan ke PN Medan. H. Syarwani, SH merasa miris dan sekaligus kecewa melihat perlakuan dua majelis hakim yang menangani perkara terdakwa Siska dan Halim yang telah mengalihkan status tahanan kedua terdakwa dari Rumah Tahanan Polisi ( RTP) menjadi tahanan Kota.dengan alasan pekerjaan. 

    Menurut H. Syarwani SH, alasan pekerjaan tersebut sangat- sangat tidak diterima oleh saksi korban Rudi Hartono Bangun SE selaku anggota DPR- RI. Namun klaien kami bisa berbuat apa terhadap pemegang kuasa dalam persidangan. Yang bisa dilakukan oleh klaiennya hanya bisa mengadukan kedua majelis hakim tersebut kepada Bawas MARI dan MARI. Selanjutnya menunggu persidangan sampai putusan.

   H. Syarwani, SH melihat majelis terlalu subjektif sekali atas sikap dan perilaku Ketua Majelis Hakim dalam memberikan pengalihan penahan atau penanguhan penahanan menjadi tahanan kota kepada Terdakwa Halim dan juga kepada Terdakwa Siska W. Maulidina Siregar.

    Pada hal berdasarkan bukti permulaan yg cukup dari awal pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara yang telah menetapkan keduanya sebagai Tersangka ( Halim dan Siska ), maka Pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara telah pula melakukan Penahanan kepada Tersangka Halim Wijaya dan juga kepada Tersangka Siska Maulidhina Siregar, meskipun sebelumnya kedua orang tersebut setelah di tetapkan sebagai Tersangka telah melarikan diri dan dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO) sesuai dgn daftar DPO yg di terbitkan pihak Poldasu. 

    Lanjut Ketua DPC Asosiasi Advokat itu, Akan tetapi karena dengan ke profesional dari Pihak Poldasu maka Kepolisian Daerah Sumatera Utara melakukan Penahanan terhadap kedua Tersangka.

    Merasa kebebasannya terkekang oleh penahanan pihak Polda Sumut, kedua Tersangka melakukan upaya Praperadilan. Namun hakim Praperadilan PN  Medan menolak Praperadilan tersebut. Pihak Poldasu begitu tangkas dengan segera mencari dan menemukan Tersangka dan akhirnya kedua pelaku tindak pidana tersebut ditahan di RTP Polda Sumut hingga sampai perkara pidana tersebut di limpahkan ke Pengadilan Negeri Medan.

    Penetapan Tersangka yang dilakukan oleh pihak Poldasu bukan tanpa alasan, melainkan utk menetapkan Halim Wijaya dan Siska Maulidihina Siregar sebagai Tersangka tentunya berdasarkan dua alat bukti yg cukup serta berdasarkan hasil gelar perkara   telah menetapkan Halim Wijaya dan Siska Maulidhina Siregar sebagai Tersangka  tindak pidana Penipuan dan Pengelapan yang korbannya adalah Rudi Hartono Bangun, SE dimana kerugian yg dialami oleh anggota DPR- RI ini mencapai sebesar Rp.4 miliar lebih akibat aksi tipu muslihat dan bujuk rayu yg di lakukan oleh Siska dan Halim Wijaya.

   Menurut H.Syarwani, SH Klientnya Rudi Hartono Bangun, SE juga telah melaporkan kedua Majelis Hakim yang bersangkutan ke Mahkamah Agung Bidang Pengawasan Badilum dan juga ke Komisi Yudisial atas perilaku Majelis Hakim yg telah menciderai rasa keadilan Klientnya. 

   Hal itu disampaikan H.Syarwani Usai mengikuti persidangan Terdakwa Siska Maulidhina Siregar diruang sidang Cakra 6 Pengadilan Negeri ( PN) Medan dengan agenda pemeriksaan keterangan saksi korban Rudi Hartono Bangun SE dan Danny ( A 06 )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *