HEADLINE NEWS

Kategori

"Insiden Kebocoran Gas Milik PT Sorik Mas Geothernal", DPD GMNI Sumut Minta Keadilan di Bumi Gordang Sambilan Ditegakkan



MEDAN  |  kabar24jam.com 

Jumat, 16/04/2021.

   Insiden kebocoran pipa gas yang terjadi disaat perusahaan PT    Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) melakukan pengujian produksi gas alam pada Senin, 25 Januari 2021 pukul 12:00 WIB lalu telah mengakibatkan jatuhnya koban jiwa. 

   Peristiwa itu terjadi dikarenakan  dari dalam turbin (tabung silencer) mengeluarkan zat beracun yang dinamakan H2S. Zat beracun inilah diduga kuat sebagai penyebab yang menewaskan 5 orang warga, selain itu ada beberapa korban lainnya, 46 orang dirawat di rumah sakit, 3 orang rawat jalan dan 1 orang dalam kondisi kritis.

   Menanggapi hal tersebut Ketua DPD GMNI Sumut Paulus P. Gulo, S.H. dengan tegas meminta agar keadilan dan Hak Azasi Manusia ditegakkan di Bumi Gordang Sambilan dan mendorong  pihak penyidik dalam hal ini Polda Sumut, untuk segera menetapkan para tersangka dalam kasus kebocoran saluran gas di PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) yang berada di Sibanggor Tonga, Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal.

   Hal ini disampaikan oleh Paulus kepada Wartawan  Jumat, (16/4/2021) melalui keterangan tertulisnya.

   Selain itu juga diketahui Polisi sudah melakukan Penyidikan kasus itu berdasarkan UU RI No. 02 tahun 2002 tentang kepolisian dan Laporan Polisi No. LP/12/I/RES.1.24./2021/SU/RES MD tanggal 25 Januari 2021.

   "Kita berharap kepada seluruh elemen penegak Hukum Di Bumi Gordang Sambilan dan juga kepada pihak penyelidikan dan penyidik Polda Sumut  agar segera menetapkan tersangka dan mempercepat proses pengusutan sehingga masyarakat tidak traumatis dengan kondisi yang tengah terjadi saat ini!". cetus Paulus dengan kesal terkait lambannya proses penegakan hukum tersebut.

   Lebih lanjut diterangkan Paulus, Pihak PT SMGP di ketahui telah melakukan atau menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan dengan para korban. Namun itu tidak menghapus tindak pidana. 

   "perdamaian keluarga bukan merupakan solusi dalam menyelesaikan masalah hukum, karena ini sudah terkait dengan kasus pidana menghilangkan nyawa orang lain dan hak azasi manusia". ungkapnya.

   Dari informasi yang didapat, salah satu korban merupakan anak-anak dan termasuk pelanggaran dalam UU Perlindungan anak. Tentu ini  menyita perhatian publik sehingga Ketua GMNI Sumut angkat bicara dan memberikan perhatian penuh dalam tuntasnya permasalahan ini di Bumi Gordang Sembilan.

   Beberapa waktu lalu sudah menyampaikan persoalan ini ke seluruh Kader Gerakan Mahasiswa Nasional se Indonesia (GMNI), terkait PT SMGP yang sudah menyalahi aturan, apalagi sampai sudah memakan korban yang dimana korbannya termasuk anak-anak

   GMNI berkomitmen untuk mengawal sampai proses hukum terhadap PT SMGP tetap berjalan dan segera diselesaikan secara Undang-Undang Tindak Pidana.

   Paulus juga meminta pertanggung jawaban Pemerintah Daerah dan Dinas terkait yang telah memberikan izin operasional kepada PT.SMGP dimana PT SMGP telah melakukan Maloperasional yang menyebabkan kecelakaan sehingga mengorbankan nyawa orang lain.

   Menurutnya keadilan "equality before the law", tidak lagi berjalan dengan semestinya di Bumi Gordang Sambilan. Oleh karenanya GMNI akan selalu siap mengawal kejadian ini. "Apabila hukum terbungkam maka kita siap menyuarakan, jikalau perlu aksi akan kita siapkan dengan mengerahkan ratusan kader-kader GMNI,"  tutup paulus mengakhiri pernyataan nya dengan nada yg berapi-api. ( Team )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *