HEADLINE NEWS

Kategori

Hakim PN Medan Hukum 1 Tahun 3 Bulan Penjara Pelaku Pengeroyokan

Majelis Hakim yang menyidangkan terdakwa Budi Irawan


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Kamis, 15/04/2021.

   Budi Irawan alias Budi terbukti bersalah secara sah sesuai pasal 170 ayat (1) KUHPidana dijatuhi hukaman 1 tahun 3 bulan penjara oleh majelis hakim yang diketuai Immanuel Tarigan diruang sidang Cakra8 Pengadilan Negeri( PN) Medan. Pasalnya terdakwa Budi dan Cipto Wibowo ( splitan) dan teman-teman lainnya terbukti melakukan tindak pidana pengeroyokan terhadap saksi korban Ronny Bill Clinton, dihadiri terdakwa secara Vidio call, Kamis(15/04/2021).

   Dalam amar putusannya, majelis hakim tersebut menyatakan bahwa saksi korban Ronny dan terdakwa Budi Irawan telah melakukan perdamaian. Sehingga majelis hakim menjatuhkan putusan lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum ( JPU) yakni, 2 tahun 6 bulan penjara.

   Awalnya terdakwa Budi Irawan als Budi bersama-sama dengan Cipto Wibowo Alias Cipto (dalam berkas perkara terpisah) pada hari Jumat tanggal 26 Juni 2020 sekira pukul 12.00 Wib, saksi korban Ronny Bill Clinton Simamora sedang duduk-duduk di depan Perumahan Bea Cukai Kel. Helvetia Timur bersama saksi Syahrul Ramadhan.

   Tiba-tiba saksi Cipto Wibowo dan terdakwa Budi melintas dan pada saat melihat saksi, saksi Cipto dan terdakwa memutar balik kendaraannya kemudian saksi Cipto dan terdakwa turun dari sepeda motor dan bertanya dengan nada tinggi dan pada saat itu terjadilah keributan antara saksi korban dengan terdakwa dan beradu fisik dan pada saat itu saksi Cipto dan saksi Syahrul Ramadhan melerai.

   Kemudian saksi korban dan terdakwa berdamai dan masalah tersebut sudah dianggap selesai saksi korban, pada saat itu saksi Dodi Tanjung ada menghubungi terdakwa melalui Hp biar masalah selesai kemudian terdakwa pulang bersama saksi Cipto.

   Lalu sekitar jam 12.00 Wib saksi korban bersama saksi Syahrul Ramadhan dan saksi Dodi ngumpul lagi ditempat semula untuk bersantai. Lalu datang kembali terdakwa bersama saksi Cipto, Igun Gunawan dan 7 (tujuh) orang teman terdakwa dengan menaiki sepeda motor 5 (lima) unit dan saksi korban melihat waktu itu terdakwa membawa 1 (satu) buah besi putih bulat dan 1 (satu) potong kayu bulat dibawa orang yang tidak dikenal saksi korban.

   Ketika terdakwa bersama teman terdakwa sudah didepan saksi korban tiba-tiba salah satu teman terdakwa yang berbaju warna putih tersebut langsung memukul pipi sebelah kiri saksi korban dengan menggunakan tangan kanan. Habis itu saksi Cipto datang memukul saksi korban dengan tangan sebelah kanan kearah dada sebanyak satu kali dan menendang perut, dada, pinggang dan punggung saksi korban dan tangan sebelah kanan saksi korban dengan sekuat tenaga.

   Kemudian terdakwa memukul wajah saksi korban dengan menggunakan tangan kanan terdakwa sebanyak 2 (dua) kali kemudian memukul dengan menggunakan besi putih bulat kearah kepala saksi korban sebanyak 2 (dua) kali dan bahu sebelah kiri saksi korban sebanyak 1 (satu) kali dengan menggunakan tangan kanan terdakwa.

  Karena saksi korban kesakitan lalu saksi korban pergi keseberang jalan untuk menghindar dan pada saat diseberang jalan saksi Cipto mengejar saksi korban kemudian memukul dada sebanyak 3(tiga) kali dengan menggunakan kedua tangan saksi Cipto kemudian menendang perut, pinggang dan punggung saksi korban sebanyak 4 (empat) kali dengan menggunakan kaki kanan saksi Cipto dan saksi korban terjatuh.

   Kemudian mengambil cangkul dari yang tidak jauh dari tempat kejadian lalu mendatangi saksi korban dan langsung memukul kepala saksi korban dengan ujung besinya sebanyak 1 (satu) kali tidak dengan sekuat tenaga, dan memukul pinggang sebelah kanan saksi korban agak kuat sebanyak 1 (satu) kali dengan ujung besi cangkul, kemudian saksi Cipto mengambil 1 (satu) buah batu koral dari pinggir jalan yang tidak jauh dari tempat kejadian.

   Kemudian melemparkan kearah betis kaki sebelah kanan saksi korban, dan pada saat itu juga satu orang teman terdakwa yang berbaju putih mengambil papan yang panjangnya kurang lebih 1 (satu) meter yang jauh dari lokasi kejadian dan langsung memukul kepala saksi korban sebanyak 3 (tiga) kali dengan menggunakan kedua tangan.

   Satu teman terdakwa yang lain yang tidak dikenal memukul kepala saksi korban sebanyak 2 (dua) kali ke kepala saksi korban dengan menggunakan kayu bulat yang panjangnya kurang lebih satu meter menggunakan tangan kanan dan secara tiba-tiba Polisi ada melintas sehingga melakukan penangkapan terhadap pelaku dan yang tertangkap adalah saksi Cipto lalu bersama-sama mengantarkan ke Polsek Helvetia.

   Selanjutnya saksi korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Helvetia untuk proses lebih lanjut. Berdasarkan Visum-Et Repertum No : R/235/VER UM/VI/2020/RS. Bhayangkara tanggal 26 Juni 2020 yang ditandatangani oleh dokter pada Rumah Sakit Bhayangkara Tk. II yaitu dr. Lia Walisa Siregar, telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi korban an. Ronny Bill Clinton Simamora, dengan hasil pemeriksaan sebagai berikut: telah diperiksa seorang laki-laki berumur 27 tahun, dari hasil pemeriksaan, dijumpai luka yang ada pada tubuh korban diduga disebabkan oleh benda tumpul.

    Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 170 ayat (1) KUHPidana. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP. ( A-06 )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *