HEADLINE NEWS

Kategori

Rampas Kemerdekaan Ationg, Ayong Dituntut 9 Bulan dan Divonis 3 Bulan 12 Hari

Terdakwa Susanto alias Ayong.


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Rabu, 31/03/2021.

  Rampas Kemerdekaan Ationg, terdakwa Susanto alias Ayong divonis sangat ringan yakni 3 bulan 12 hari oleh majelis hakim yang diketuai Jarihat Simarmata diruang sidang Kartika PN Medan, Selasa (30/03/2021). 


   Sebelumnya  Putusan tersebut diucapkan setelah tiga bulan lamanya ditunda oleh majelis hakim tersebut. Bahkan pada saat tuntutan juga sempat tertunda satu bulan lamanya oleh JPU Tiorida dari Kejati Sumut dengan tuntutan 9 bulan. Hal tersebut membuat awak media yang meliput di pengadilan tersebut menjadi tanda tanya dengan perkara Ayong. 

   Putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Jarihat Simarmata menyatakan Susanto alias Ayong terbukti melakukan tindak pidana sezuai pasal 333 ayat (1)  Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan ancaman 8 tahun.

   Usai pembacaaan putusan majelis hakim, JPU dan penasehat hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir terhadap putusan tersebut.

   Pantauan awak media pada persidangan Terdakwa Susanto, dalam proses persidangan tahanannya dialihkan dari RTP Polda Sumut, menjadi tahanan kota oleh majelis hakim Jarihat Simarmata. Sehingga usai mendengar putusan majelis hakim tersebut, terdakwa langsung bergegas meninggalkan gedung pengadilan tanpa pedulikan awak media yang ingin mewancarai dirinya ( terdakwa Ayong- red).

   Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Tiorida mendakwa warga Kelurahan Bunga Tanjung Kecamatan Datuk Bandar Timur Kota Tanjung Balai,  melanggar Pasal 333 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

   Dalam dakwaan JPU Tiorida menerangkan, berawal saat Sjamsul Bahri alias Ationg hendak kembali kerumahnya dari hotel Selecta Jalan Listrik Medan. Namun pada saat berada diparkiran Ationg bertemu dengan Ayong , Edo alias Ari Sitorus dan Sulaiman serta Roby ( DPO). 

   Setelah bertemu Ayong pun membawa Ationg berkeliling kota Medan dan ke esok harinya dibawa ke Polsek Tanjungbalai Selatan.

   Selama dalam perjalanan Ationg mendapatkan perlakuan kasar, tak hanya kekerasan fisik. Ationg mengalami kehilangan uang sebesar Rp2.300.000,- saldo kas ATM Bank BCA berkurang sebesar Rp1.950.000,- 1 buah cincin emas ikat mata berlian dengan harga Rp15.000.000,- 2 lembar uang Dollar Singapore dengan nilai sebesar Rp 20.000.000,-, serta RM 1000 dengan nilai sebesar Rp3.5000.000,- sehingga total kerugian saksi Sjamsul Bahri alias Ationg sebesar Rp42.750.000,-. ( 06 )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *