HEADLINE NEWS

Kategori

Lepas Sebelum Divonis, Terdakwa Ayong Terpapar Covid-19,

Terdakwa Ayong disebut- sebut terpapar Covid-19

MEDAN  |  kabar24jam.com 

Rabu, 17/03/2021.

   Terdakwa Ayong dikabarkan positip covid-19 dan sedang menjalani karantina di salah satu Rumah sakit di kota Tanjung balai. Bahkan Konon katanya masa tahanan Ayong tidak dapat di perpanjang ke Pengadilan Tinggi, sehingga Ayong dikeluarkan dari tahanan. Hal ini dikatakan Humas Pengadilan Negeri (PN) Medan, Tengku Oyong melalui pesan wahsApp Selasa (16/03/2021).

   Dikatakan Oyong Sebelumnya dipersidangan Ayong diketahui telah dialihkan tahanannya oleh Majelis hakim yang dipimpin oleh hakim Jarihat Simarmata dikarenakan adanya surat permohonan pengalihan tahanan dan jaminan dari pihak keluarga serta berikut uang jaminan.

   Selanjutnya setelah dikeluarkannya surat penetapan pengalihan tahanan dan ditanda tangani oleh hakim ketua Jarihat Simarmata, terdakwa Ayongpun telah resmi dialihkan tahanannya dari RTP Polda Sumut menjadi tahanan kota. Sejak dialihkan tahanan Ayong oleh majelis tersebut, terlihat persidangan sering ditunda oleh hakim karena terdakwa Ayong sakit.

   Sehingga dengan alasan sakit terdakwa Ayong sudah dua pekan mangkir ke persidangan. Setelah dua kali jadwal (3 pekan )persidangan mangkir, terdengar kabar kalau terdakwa Ayong terjangkit virus covid-19. Anehnya surat RS yang menyatakan terdakwa Ayong positif Covid+19 tidak pernah diperlihatkan dipersidanganoleh JPU Tiurida. Bahkan persidangan terakhit juga tidak diperlihatkan dipersidangan, hal itu membuat para awak media yang melakukan peliputan di Pengadilan Negeri ( PN) Medan terus bertanya- tanya.

   Anehnya pengalihan tahanan terdakwa Ayong tahanan kota, tapi Ayong bisa keluar kota dan dikabarkan positif covid-19 oleh RS kota Tanjung balai. Selanjutnya timbul pertanyaan apakah status terdakwa tahanan kota, bisa pergi kekota lain ?....ketika kejadian tersebut ditanyakan kepada ketua majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut, tidak bersedia menjawab.

   Sebelumnya sempat hampir sebulan lamanya semenjak pemeriksaan terhadap Ayong terdakwa pelaku penculikan terhadap Ationg belum juga dibacakan tuntutannya oleh Penuntut Umum Tiorida dari Kejati Sumut itu.

   Bahkan saat dikonfirmasikan kepada Penuntut Umum Kejatisu, Tiorida melalui pesan Whatsappnya tidak menjawab konfirmasi kenapa tuntutan masih ' Ngambang' belum juga dibacakan.

   Tak hanya di Whatsapp, namum saat dikonfirmasikan melalui telephon selulernya juga tak mengangkat panggilan telephon. Sampai di bulan Pebuari 2021 kemarin Tiorida membacakan tuntutan pidana Ayong. Ketika akan diputus perkaranya oleh majelis hakim, Ayong dikabarkan terpapar Covid- 19.

   Pada persidangan terdahulu, Ketua Majelis Hakim Jarihat Simarmata dan hakim anggota sempat menyentil Ayong dalam persidangan yang berlangsung di Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (10/11/20). Melihat sikap Ayong yang berkelik menyatakan bahwa Ationg yang meminta terdakwa diantar ke Tanjungbalai untuk melunasi pembayaran hutang, pada saat pemeriksaan keterangan terdakwa.

   Padahal sangat jelas yang mengatur dan membawa Ationg pergi ke Tanjungbalai adalah Ayong. Dan selain itu Ayong tidak sendirian karena ada dua temannya Edo dan Robi.

   "Alasan kamu tidak bisa diterima secara logika, mana mungkin kamu minta perlindungan secara nyatanya kamu bertiga sedangkan Ationg cuma satu orang,"tegur Jarihat.

   Pada Saat Penuntut Umum yang hadir dipersidangan Nelson menanyakan kan kamu sudah melaporkan ke Polsek Percut Sei Tuan pada 3 Januari 2020, lalu pada 7 Januari kamu membawanya dari Selecta dengan alasan si Ationg mau menyelesaikan masalah kalian di Tanjung Balai.

   Pertanyaannya dari alur keterangan mu, setelah dari selecta kan dibawa ke Jalan Bilal dan selanjutnya menuju Tanjungbalai, mengambil rute dari mana?, Ayong menyatakan dari tol Bandar Selamat, lalu apakah kamu melewati Polsek Percut Sei Tuan, lagi terdakwa Ayong menjawab iya.

   Lanjut Nelson, " kenapa tidak kamu bawa Ationg ke Polsek itu ( Percut Sei tuan) malah kamu lewati. Kan kamu sudah membuat laporan ke Polsek tersebut, Tandas Nelson pada terdakwa Ayong. Alasan Ayong menyatakan kenapa dirinya membawa Ationg ke Polsek Tanjungbalai Selatan bukan ke Polsek Percut Sei Tuan, Ayong mengaku takut ditipu lagi sebab Ationg suka ingkar janji.

   Mendengar itu, Ketua Majelis Hakim Jarihat maupun Hakim Anggota mengatakan kamu kan sudah melaporkan dia ke Polsek Percut sei tuan ya sudah tunggu saja prosesnya.

   "Jelas perbuatan mu telah merampas kemerdekaan seseorang, bisa saja dengan jumlah orang saja kamu lebih banyak, pantas saja korban merasa takut dan mengikut saja apa yang kamu bilang, "ujar Jarihat.

   Selain itu Jarihat mengingatkan terdakwa bahwa apa yang dilakukannya terhadap Ationg itu membuat ketakutan korban. Terlebih membuat diri Ationg merasa tidak nyaman sehingga tidak bisa dibenarkan pernuatanmu.

   "Meski Ayong tetap berkelik, bahwa Ationg tidak diperlakukan kasar hanya diantarkan ke rumah mertuanya. Namun perbuatannya tersebut tidak bisa dibenarkan,"ucap majelis hakim.

   Hingga sampai saat ini putusan pidana terhadap Ayong belum dibacakan dengan alasan positif Covid - 19. (apri)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *