HEADLINE NEWS

Kategori

Koordinator Penghubung KY Sumut Menangis Saat Berikan Kesaksian Depan Persidangan

Saksi At Rizal ( Suami korban laka lantas ) terlihat matanya berkaca-kaca saat memberikan keterangan


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Kamis, 18/03/2021.

    Koordinator Penghubung Komisi Yudisial (KY) Sumatera Utara, Syah Rizal Munthe tak bisa membendung air matanya karena larut dalam kesedihan teringat pada istri tercinta yang meninggal tragis mengalami kecelakaan lalulintas di Jalan AH Nasution Medan saat memberikan keterangan di depan persidangan diruang sidang Cakra 6 Pengadilan Negeri ( PN ) Medan, Kamis (18/03/2021).

Terdakwa mengikuti sidang secara Vidio Cal

   Syah Rizal dengan mata berkaca- kaca menceritakan kepada Majelis Hakim yang diketuai oleh Martua Sagala dan dihafapan JPU Fernando dari Kejari Medan. Kesedihan saat memberikan kesaksian tentang istrinya yang tewas ditabrak Truk BK.9986-BJ saat melintas dikawasan Jalan AH Nasution.

   "Syah Rizal menerangkan waktu kejadian dirinya tidak menyaksikannya, tapi saksi mendapat telephon dari seseorang mengatakan bahwa istri saksi yakni Fitri Juliani ( almah) mengalami kecelakaan lalulintas di Jalan AH Nasution," ucap Syah Rizal .

   Menurut Syah Rizal, seingatnya sekitar 3 Desember 2020 dirinya dihubungi seseorang sebanyak dua kali panggilan. Panggilan pertama memberitahukan bahwa istrinya mengalami kecelakaan lalu lintas. Lalu panggilan kedua menyatakan bahwa istrinya telah meninggal dunia dilokasi kecelakaan.

   Mendengar kabar musibah itu, Syah Rizal (saksi- red ) langsung pergi menuju lokasi kejadian. Sesampainya saksi di TKP Syah Rizal melihat kondisi istrinya sangat mengenaskan berada di kolong truk Tronton tepatnya terlindas ban truk yang dikemudikan Sugandi ( Terdakwa ).

   Ketika ditanya hakim ketua Martua Sagala, "apakah pihak keluarga supir atau perusahaan pemilik Truk Tronton sudah ada melakukan damai kepada keluarga korban?....

   Menjawab itu Syah Rizal mengatakan, ada pak hakim, tetapi tidak saya terima karena tidak sesuai yang dialaminya. Mereka ( keluarga terdakwa, pihak pemilik Tronton)  hanya memberikan santunan uang Rp500 ribu kepada Mertuanya untuk biaya penguburan.

   " Jadi sampai saat ini belum ada perdamaian," ungkap Syah Rizal, bahwa keluarga masih berduka dan trauma  melihat kondisi istrinya yang tragis ditabrak truk tronton tersebut.

   Sementara dua saksi mata yang berada dilokasi yakni Harun dan Ahmad tidak melihat langsung kejadian, namun kedua saksi hanya mendengar bunyi tabrakan. Tak lama dalam hitungan menit, masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang tepat melintas disana sudah ramai sambil memfoto.

   Harun sempat menuturkan kondisi korban dilihatnya sudah berada dibawah ban truk kondisi terlindas ban depan Truk Tronton. Bahkan supir truk Tronton  sempat kabur ketika mengetahui korban yang ditabraknya meninggal ditempat kejadian.

   "Supirnya sempat kabur, langsung dikejar warga," ujarnya dihadapan Ketua Majelis Hakim Martua Sagala dan Penuntut Umum Kejari Medan Fernando Agus Hakim. Hal yang sama juga dikatakan Ahmad kondisi korban sangat parah akibat kecelakaan tersebut. Sedangkan sepeda motor Beatnya BK 4287 AEH terletak di dekat kolong truk tronton.

  Setelah mendengarkan keterangan para saksi, majelis hakim mempertanyakan kepada terdakwa Sugandi tanggapan terdakwa mengakui bahwa truk yang dikemudikannya remnya blong.

  "Saya mengaku bersalah, atas kejadian tersebut," ucap terdakwa yang merupakan Warga Desa Penumbean Baru, Kecamatan Bandar Masilam Kabupaten Simalungun.

   Dalam perkara ini terdakwa dikenakan Pasal 310 ayat (4) UULAJ No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

   Usai mendengarkan keterangan saksi dan terdakwa maka persidangan ditunda hingga 1 April 2021 dengan agenda pembacaan tuntutan.(Apri)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *