HEADLINE NEWS

Kategori

Jenri Dinilai Hakim Tak Jujur Memberi Keterangan Didepan Persidangan



MEDAN  |  kabar24jam.com 

Kamis, 25/03/2021.

   Setelah 6 kali panggilan akhirnya Jeenri memenuhi panggilan dari JPU Dwi Meily Nova dari Kejati Sumut. Saksi Jenri hadir kepersidangan didampingi advokat Martin Simangunsong . Jenri merupakan suami Marianty (41), terdakwa perkara postingan bermuatan penghinaan atau pencemaran nama baik lewat akun facebook (fb) dan Instagram (Ig), Rabu (24/3/2021) sore akhirnya memenuhi panggilan JPU dari Kejatisu di Cakra 9 PN Medan.

   Ketika saksi Jenri memberi keterangannya didepan persidangan banyak yang masih ditutup - tutupi dan tidak jujur, ungkap anggota majelis hakim Mery Dona Pasaribu. Bahkan selalu menjawab pertanyaan baik dari Penasehat Hukum terdakwa Marianty yakni Leden Simangunsong dan majelis hakim yang di ketuai oleh hakim Denny L Tobing.

   Hakim anggota Meriy Dona sempat mengingatkan saksi Jenri untuk jujur dan terbuka memberi keterangannya. Sebab terdakwa tidak mungkin membuat postingan kalau tidak ada penyebabnya. Bahkan mungkin terdakwa sudah tidak tahu lagi mengadu sama siapa dan berbuat apa. Wajarkan seorang istri cemburu apabila melihat suaminya dengan wanita lain duduk mesra seperti difoto dan ada hubungan ' khusus'.

   Selain itu didukung dengan adanya tiket bepergian dari Surabaya ke Labuhan Bajo NTT atas nama saksi korban dan saksi Jenri. Sebab saksi-saksi yang telah didengarkan keterangannya di persidangan, termasuk saksi korban Pinktjoe Josielynn membenarkan dirinya ada hubungan spesial dengan saksi. Demikian halnya dengan keterangan Hendra, adik ipar saksi korban. 

   Menjawab pertanyaan tersebut, saksi Jeenri tetap berkelit kalau hubungannya dengan saksi korban Pinktjoe Josielynn sebatas urusan bisnis jual beli material (bahan bangunan).

   Setelah meminta ijin kepada hakim ketua Denny Lumbantobing, Leden Simangunsong pun memperlihatkan sejumlah petunjuk menjurus kedekatan hubungan pria dikaruniakan 3 anak tersebut dengan Pinktjoe Josielynn.

   Di antaranya foto mesra yang pernah ditunjukan pada saksi korban pada persidangan sebelumnya, Jeenri memeluk saksi korban dari belakang. Selain itu saksi Jenri akui ada pesanan tiket pesawat komersial atas nama mereka berdua perjalanan dari Kota Surabaya ke kota wisata Labuan Bajo, kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

   Saksi Jenri mengakui kalau di foto tersebut dirinya memeluk saksi korban dari belakang. Namun foto tersebut ditempat umum, dan tetap tidak mengakui dan membantah ada hubungan asmara dengan wanita didalam foto itu.

   Sedangkan kepergian mereka ke kota wisata hewan langka komodo tersebut menurut Jenri untuk mensuplai bahan bangunan.

   "Jadi menurut saudara keterangan saksi-saksi lainnya pada persidangan lalu tidak benar," tanya PH Marianty, Leden Simangunsong dan saksi Jeenri pun terdiam.

   Sementara menjawab pertanyaan JPU Dwi Meily Nova, saksi mengatakan mengetahui postingan istrinya di akun fb dan Ig dari temannya bernama Michael. Jeenri juga mengaku pernah meminta istrinya untuk menghapus postingan tersebut. 

   Postingan dimaksud menurutnya dikarenakan terdakwa berparas jelita itu terbakar api cemburu dengan kehadiran saksi korban.

   Mendengar jawaban tersebut, anggota majelis hakim Mery Donna, kembali mengatakan, bahwa dalam perkara aquo, saksi lah salah satu penyebabnya.

   "Tidak mungkin istrimu (terdakwa red) membuat postingan itu kalau bukan karena ulahmu. Wajar dia (sebagai istri-red) cemburu. Karena dia masih sayang.

   Seharusnya kamu dalam hal ini bisa mendamaikan keduanya (istri dan saksi korban). Apakah kamu tidak bisa berpikir bila istrimu bisa dihukum. Bagaimana dengan nasib ketiga anakmu?" timpal Mery Donna sembari menyarankan agar saksi memfasilitasi istrinya dan saksi korban berdamai. Sidang pun dimundurkan pekan depan dengan mendengarkan pendapat ahli.

   Dalam dakwaan antara lain disebutkan, terdakwa di akin fb dan Ig storynya memposting capture foto Jeenri bersama Josielynn aja. Kemudian ada keterangan lain kalau perempuan itu janda dan tulisan, bangunkan harimau tidur dan jual laki.  Marianty dijerat pidana 45 ayat (3) UU. ( 06 )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *