HEADLINE NEWS

Kategori

Hakim Putus Bis In Idem Terhadap Kedua Terdakwa, Perintahkan JPU Segera Keluarkan Dari Tahanan.



MEDAN  | kabar24jam.com 

Rabu, 24/03/2021.

   Sidang lanjutan perkara pengeroyokan mengakibatkan meninggal dengan terdakwa Sunardi alias Gonduk dan Safwan Habibib digelar diruang sidang Cakra2 Pengadilan Negeri ( PN) Medan beragendakan putusan majelis hakim yang diketuai Abdul Kadir, SH, Rabu ( 24/03/2021).

   Dalam amar putusannya majelis hakim tersebut dalam pertimbangan hukumnya menyebutkan, menolak penuntutan terhadap kedua terdakwa seluruhnya yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Lamria Sianturi pada sidang sebelumnya dan menerima nota pembelaan ( Peldoi) Tim Lembaga Bantuan Hukum ( LBH) IPK. Selanjutnya memutus perkara Bis in Dem ( perkara yang sama telah diperiksa dan diputus telah berkekuatan hukum tetap).

   Selain itu dalam amar putusan tersebut juga menyebutkan agar kedua terdakwa, Sunardi alias Gundok dan Safwan Habibi segera dikeluarkan dari tahanan dengan membebankan biaya perkara pada negara. Atas putusan tersebut majelis hakim memberi hak kepada JPU dan PH kedua terdakwa apabila tidak menerima putusan tersebut mempunyai hak yang sama yaitu upaya hukum.

   Ketika putusan majelis hakim PN Medan tersebut ditanyakan kepada pihak kejaksaan tentang upaya hukum yang akan dilakukan. Menurut Kasi Intel Kejari Medan, Bondan Subrata melalui siaran persnya mengatakan, "Terhadap putusan _ne bis in idem_ Hakim Pengadilan Negeri Medan  pada Perkara an. Sunardi als. Gundok dan terdakwa Syafwan Habibi, JPU pada Kejaksaan Negeri Medan menyatakan akan meminta Petujuk Pimpinan sebelum melakukan Kasasi terhadap Perkara dimaksud.

   Selain itu juga, JPU  berpendapat bahwa dalam perkara dimaksud Dakwaan terbukti dan telah diterima oleh Hakim, dan juga sudah dalam pokok perkara. Dimana dalam pemeriksaan pokok perkara dimaksud, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menghadirkan alat bukti/para saksi, sehingga dalam Sidang Tuntutan yang dibacakan pada 16 Februari 2021 JPU menyatakan terdakwa Sunardi als. Gundok dan terdakwa Syafwan Habibi terbukti sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dan diancam Pidana Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP sebagimana Dakwaan Kesatu. 

   Berdasarkan pasal tersebut, JPU menuntut para terdakwa masing-masing untuk menjatuhkan pidana selama 6 (enam) tahun dikurangi selama para terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan.

   Sidang Putusan juga sebelumnya sempat ditunda selama 2 kali oleh Majelis Hakim, ungkap KadsiI ntel Kejari Medan mengakhiri siaran pers nya.

   Sementara dari Tim LBH IPK dimotori Oleh Dwi Nai Sinaga SH didampingi Erwinsan Sinaga SH mengatakan, mengapresiasi putusan majelis hakim. Menurut Dwi, putusan Bis In Idem yang diucapkan majelis hakim dalam amar putusannya sudah sangat tepat. Karena para terdakwa telah menjalani hukuman pidana dalam perkara yang sama dan di vonis oleh pengadilan yang sama pula, " ucap Dwi kepada awak media.

   Dikatakan Dwi lagi, kedua terdakwa sudah diadili dan menjalani hukuman dalam perkara dan peristiwa yang sama. Dwi berharap agar pihak kejaksaan menjalankan perintah amar putusan yang telah diucapkan majelis hakim untuk segera mengeluarkan kedua terdakwa dari tahanan secara terbuka untuk umum. ( 06).

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *