HEADLINE NEWS

Kategori

Badan Kehormatan Dewan Diminta Pecat PMA Oknum DPRD Medan



MEDAN  |  kabar24jam.com 

Rabu 31/03/2021.

    Ka. Korwil Komando Pengendalian Stabilitas Ketahanan Nasional Pers Informasi Negara RI Prov. Sumut, minta agar Badan Kehormatan Dewan segera menindaklanjuti perseteruan antara oknum Komisi D DPRD Medan, PMA dengan Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang kota Medan.

    Hal itu dikatakan Ka. Korwil KPSKN PIN-RI Sumut, Taulim P. Matondang kepada awak media, Selasa 30/03 di kantornya, sehubungan dengan  hebohnya perseteruan antara Kadis PKP2R BI dengan PMA oknum komisi D DPRD Medan tentang beking membeking bangunan bermasalah.

    Menurut Taulim, masing-masing institusi yang berwenang mengusut masalah ini harus bekerja cepat dan transparan. Segera copot oknum-oknum  yang merusak keuangan negara, karena kepentingan pribadi dan kelompok.

    Khusus untuk oknum PMA, sudah ada Badan Kehormatan Dewan yang berwenang memanggil dan mengusut kasus itu.  Sebaiknya, BKD segera mengambil keputusan, apabila terbukti bersalah, maka PMA harus diberhentikan. Sedangkan Kadis PKP2R harus dicopot oleh Walikota Medan, karena tidak mampu melaksanakan tugasnya.

   Untuk membuktikan, benar atau tidaknya mereka terlibat dalam hal beking membeking bangunan, kami siap untuk dijadikan saksi atau memberi keterangan.

    Bukan rahasia umum lagi, bahwa di kota Medan banyak bangunan tanpa IMB atau banyak bangunan bermasalah tapi punya IMB.

    Hal itu sebenarnya adalah tanggungjawab Kadis PKP2R karena tidak melakukan fungsi pengawasan dengan baik, dan atau mungkin malah ikut bermain memuluskan berjalannya bangunan walau tanpa IMB atau diberi IMB walau bangunan melanggar aturan.

  Untuk itu, Kadis PKP2R dgn oknum PMA dari komisi D DPRD Medan harus buka-buka an tentang berapa banyak bangunan yang di bekingi hingga tidak punya IMB atau Kadis PKP2R juga harus transparan tentang berapa banyak bangunan yang diberi IMB tapi melanggar aturan.

   Kami juga punya data, dan data ini telah kami persiapkan untuk dilaporkan kepada Kajatisu dan Kapoldasu, ujar Taulim. (Team)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *