HEADLINE NEWS

Kategori

Uang Korban 4 Miliyar Tak Kembali, Hakim Alihkan Tahanan Terdakwa Halim Wijaya

JPU memperlihatkan BB dihadapan majelis hakim dan saksi Gunawan.


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Selasa, 09/02/2021.

   Pada persidangan perkara penipuan penggelapan terhadap saksi korban Rudi Hartono senilai Rp,- 4 Miliyar Majelis hakim diketuai Mery Dona alihkan tahanan Halim Wijaya dari tahanan Rutan menjadi tahanan Kota. Hal itu menjadi tanda tanya besar dan sekaligus heran bagi awak media yang berada diruang sidang Cakra4 PN Medan.

   Sebab bagi awak media yang selalu meliput perkara tersebut diruang persidangan cakra4 mendengarkan Keputusan atau penetapan majelis hakim ini terlihat kontradiksi, berbeda pada saat majelis hakim melakukan pemeriksaan perkara sejak awal.

   Pasalnya Hakim Mery Dona yang dikenal sangat detail bertanya baik kepada saksi maupun terdakwa, hingga sampai yakin agar dirinya dapat memutus terdakwa bersalah atau tidak.

   Hal tersebut terlihat majelis hakim melakukan pemeriksaan keterangan saksi Gunawan Siregar, Sutan Hariman Siregar dan Siska ( splitan) pada persidangan yang lalu. Gunawan Siregar ( ayah )Siska dan Sutan Hariman Siregar pamannya dan Siska diperiksa kurang lebih 1 jam dicecar dengan pertanyaan dan sindiran terbilang pedas dari hakim Dona.

  Diantaranya pertanyaan kepada saksi Gunawan, "Selain ke Siska ditransper apa ada juga ditransper ke saksi ( Gunawan Siregar ), oleh Rudi, "tanya Dona. " Apa Bapak tidak  tanya tujuannya transper ke bapak, kalau tujuannya hanya untuk Siska, "tanya hakim Dona kembali. Gunawan kemudian menerangkan "tidak sempat menanyakan hal itu, karena fokus saya pada bisnis saya di Pasaman," terang Gunawan pada hakim Dona.

  Lanjut hakim Dona dengan sindirian, "Transfer dari Amerika pun jaman sekarang bisa. Ngapain harus lewat saudara saksi? .. hanya itu alasan saudara saksi. Apa Nggak mikir-mikir, temannya anak saksi itu anggota DPR loh," ungkap Dona. Kami kurang puas dan sekaligus heran dengan keterangan Bapak. " Apa masih ada yang ditutup-ditutupi, " cecar hakim Dona dengan nada kesal.

  Kemudian Dona kembali bertanya, "Beberapa kali di tahun 2017 dia (korban Rudi Hartono) datang ke rumah Bapak di Jalan Beringin Helvetia. Masa Bapak nggak curiga dengan korban, berstatus suaminya orang atau tidak, "Tandas Dona. Saksi hanya tertunduk.  "Jadi bapak mau terima uangnya saja, " Sindir hakim tersebut. " Lalu apakah Bapak transfer uang itu ke anak Bapak. Apa benar semua uangnya Bapak transfer kan, " Tanya Dona lagi.

   Sambil mencontohkan, "Kalau anak Saya seperti itu, Saya botakin itu rambutnya," ucap Mery Donna sambil menatap saksi Gunawan. Kalau kita baca dakwaan JPU, "uang yang ditransfer Rudi Hartono cukup banyak, ke rekening Mandiri Rp 1 miliyar lebih, BCA 775 juta, selanjutnya ada yang Rp 2 miliyar lebih. Lain lagi ke bapak Rp300 juta, kepada terdakwa Halim Rp600 juta. Seharusnya bapak duduk di sana. Sama-sama dengan mereka yang telah makani uang si Rudi itu," sindir Mery Donna sembari menunjuk ke arah monitor yang menampilkan terdakwa Halim Wijaya secara daring dari RTP Polda Sumut.

   Fakta mencengangkan lainnya terungkap persidangan ketika mendengarkan keterangan saksi Sutan Hariman Siregar. Dia mengenal terdakwa Halim Wijaya sejak 2015 berstatus sebagai rekanan pelaksana di PT Sigma, perusahaan jasa kontraktor di PT Inalum.

   Ketika dikonfirmasi seputar pengalihan tahanan Halim Wijaya oleh majelis hakim yang diketuai Mery Dona, " dirinya tidak bisa menjelaskannya karena ada Humas, namun yang pasti terdakwa dialihkan tahanannya dengan uang jaminan. Jadi apabila terdakwa melarikan diri uang jaminan itu dipakai biaya pencarian terdakwa. Selain itu terdakwa Koperaktif selama persidangan," Terang Dona pada Wartawan. Ketika ditanya kembali pada Dona apakah terdakwa dan korban sudah berdamai, hakim Dona menyarankan ke Humas saja, nanti saya ceritakan semuanya, " pungkas Dona lalu meninggalkan wartawan. (Apri)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *