HEADLINE NEWS

Kategori

Suruhan' Bupati Nonaktif H Buyung Nggak Didampingi PH

Terdakwa Agusman Sinaga (monitor bawah) mengikuti persidangan perdana secara daring.


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Senin, 08/02/2021.

   Suruhan Bupati Nonaktif H. Buyung nggak pakai Penasehat hukum (PH). Hal itu diketahui setelah majelis hakim mengkonformasi identitas Agusman Sinaga, orang suruhan Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) nonaktif H Kharruddin Syah Sitorus akrab disapa: H Buyung terdakwa yang memberikan uang suap kepada salah seorang staf di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI untuk pemulusan pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK), majelis hakim diketuai Mian Munthe 

   Melihat meja biasanya ditempati penasihat hukum (PH) terdakwa kosong, Mian Munthe pun menyela tim JPU dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan membacakan materi dakwaan, Senin (8/2/2021) di ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor pada PN Medan. 

   "Sebentar pak JPU berapa tahun ancaman pidananya", dijawab ketua tim JPU pada KPK Budhi S, 5 tahun (penjara-red). Mian dan kedua anggota majelis hakim Sulhanudin dan Husni Thamrin pun tampak diskusi.

   Dia kemudian menjelaskan, terdakwa memiliki hak untuk didampingi PH di persidangan dan negara melalui majelis hakim.Termasuk kemungkinan terdakwa akan menyampaikan keberatan atas dakwaan JPU alias eksepsi dan seterusnya.

   Tim JPU pada KPK mendakwa Agusman Sinaga pidana telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, memberi atau menjanjikan sesuatu. 

   Terdakwa bersama-sama dengan H  Kharruddin alias H Buyung (berkas terpisah lebih dulu dan masih disidangkan juga di Pengadilan Tipikor Medan-red) telah memberi sesuatu berupa sejumlah uang secara bertahap kepada Irgan Chairul Mahfiz (anggota DPR RI periode 2014-2019 di Komisi XI) dan Puji Suhartono sebesar Rp200 juta serta kepada Yaya Purnomo sebesar SGD242.000 dan Rp400 juta.

   Tujuan pemberian uang suap atas perintah bupati periode 2016-2021 tersebut supaya Irgan Chairul Mahfiz dan Yaya Purnomo selaku selaku Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah pada Direktorat Jenderal Perimbangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI bisa memasukkan beberapa anggaran pembangunan di Pemkab Labura ke DAK Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P).

   Yakni DAK APBN-P TA 2017 DAN APBN-P TA 2018 Bidang Kesehatan untuk Pembangunan Lanjutan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aek Kanopan Kabupaten Labura agar disetujui oleh Kemenkeu RI dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

   Khairuddin Syah Sitorus selaku Bupati Labura membagi peruntukan DAK Bidang Kesehatan (Prioritas Daerah) sebesar Rp49 miliar menjadi dua bagian yakni pelayanan kesehatan dasar Rp19 miliar dan pembangunan RSUD Aek Kanopan sebesar Rp30 miliar.

   Rencana itu termuat untuk APBD TA 2018. Namun, Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) DAK bidang kesehatan itu belum ada di Kemenkeu RI karena belum disetujui oleh Kementerian Kesehatan akibat terjadinya kesalahan input data dalam pengajuannya.

   Bupati akrab disapa H Buyung itu pun memerintahkan Agusman Sinaga selaku Kepala Badan (Kaban) Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Labura untuk meminta bantuan Yaya Purnomo (pejabat Kemenkeu RI) guna menyelesaikan kendala tersebut.

   Yaya pun meminta Wabendum PPP 2016-2019 Puji Suhartono, rekan kuliahnya saat program doktoral, untuk membantu pembahasan di Desk Kementerian Kesehatan untuk Kabupaten Labura.

   Puji kemudian meminta Irgan, yang ada di Komisi yang bermitra dengan Kementerian Kesehatan, untuk mengupayakan adanya desk pembahasan RKA DAK Bidang Kesehatan Kabupaten Labura.

   Setelah terealisasi, Puji meminta Yaya agar Agusman mentransfer uang ke rekening Irgan yang diketahui digunakan untuk pembelian oleh-oleh umroh. Agusman kemudian memerintahkan Aan Arya Panjaitan melakukan transfer uang Rp20 juta ke rekening atas nama ICM, pada 4 Maret 2018.

   Pada 2 April 2018, kembali terjadi penyerahan uang sebesar Rp80 juta ke rekening Irgan. Total uang yang ditransfer ke Irgan sejumlah Rp100 juta.

   Agusman juga melakukan setoran tunai uang sejumlah Rp400 juta yang berasal dari Khairuddin ke rekening T. ( Apri )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *