HEADLINE NEWS

Kategori

Soal Akan Diadukan ke Bawas MA dan KY, Hakim Mery: " Saya tidak takut, Silakan Aja lapor, Tapi Jangan Fitnah Saya"

Hakim Mery Donna


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Senin, 22/02/2021.

  Mery Donna Pasaribu selaku hakim anggota majelis hakim yang diketuai Denny L Tobing menyidangkan perkara postingan bermuatan penghinaan dan pencemaran nama baik di media sosial ( medsos) atas nama terdakwa Marianty (41) warga Jalan Timor Medan,akhirnya angkat bicara setelah mengutip seputar pemberitaan di media massa menyebutkan Pinktjoe Josielynn (saksi korban ) sebagai ' pelakor' dan 'telanjang'. Sehingga Pinktjoe akan melaporkan hakim Dona ke Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA-RI) dan Komisi Yudisial (KY).

   "Ya silakan saja lapor, Itu memang jalurnya (wacana dirinya akan diadukan ke Bawas MA dan KY-red).Tapi saya jangan di fitnah atau dizolimi, " ucap hakim Dona ketika ditanya oleh wartawan di PN Medan.

   Disebutkan saat pemeriksaan saksi korban, Selasa lalu (16/2/2021) di Cakra 9, semula saksi korban Pinktjoe Josielynn tidak mengakui ada hubungan istimewa dengan suami terdakwa. Sampai beberapa kali ditanya PH terdakwa yakni Leden Simangunsong SH.

   Kemudian PH terdakwa intruksi pada majelis hakim untuk menunjukkan foto (di ponselnya ) saksi korban dengan suami terdakwa di persidangan waktu itu. Setelah PH terdakwa. menunjukkan foto tersebut, baru saksi korban mengakuinya kalau di hp itu fotonya bersama suami terdakwa dengan alasan ditempat umum.

   Selain foto berduaan bersama suami terdakwa, juga ada diperlihatkan pesanan tiket dari Surabaya Menuju labuan Bajo Nusa Tenggara Timur ( NTT). Namun saksi korban pada saat itu tidak menjawab, menyerahkan kepada pengacaranya.

   Selain foto dan pesanan tiket, saksi korban keberatan dengan video mesum yang diposting terdakwa di medsos. Dikataian Dona Itu juga kita periksa keberatannya di persidangan, " apakah saudara ( saksi korban ) yang ada dalam adegan video itu, " tegas Dona. " Tidak Buk hakim," jawab Pinktjoe. " lantas kenapa kamu yang kepanasan, aneh sudah kamu duduk kembali, " ungkap Dona lagi. 

   Jadi kalau saya memeriksa untuk mencari kebenarannya mau dilaporkan, silakan saja. "Tapi jangan fitnah Saya". Kapan saya sebutkan kata telanjang atau kata pelakor dipersidangan, tolong silahkan buktikan," tegas Dona dengan kesal.

  Mery Donna juga mengingatkan saksi korban untuk berkata jujur dalam memberi keterangan. Sebab saksi sudah disumpah di persidangan agar memberikan keterangan sebenarnya. Sebab ada ancaman pidana bila seseorang memberikan keterangan sumpah palsu didepan persidangan.

   Fakta sebenarnya adalah majelis hakim mau menggali hubungan kausalitas mengapa si terdakwa membuat postingan tersebut di akun Instagram (Ig) dan facebooknya (fb). Mungkin  ada sebabnya, seperti pepatah "ada asap ada api, "pungkas Mery Donna.

   Sementara mengutip pemberitaan sejumlah media, saksi korban postingan bermuatan penghinaan atau pencemaran nama baik, tidak terima karena merasa diperolok-olok di persidangan dan di muka umum.

   "Bayangkan saja, Saya dibilang telanjang oleh hakim (Mery Donna) difoto yang ditunjukkan di persidangan. Padahal di situ jelas pakai baju, nggak bisa dia membedakan orang pakai baju dengan telanjang,” ujarnya. Selain merasa diintimidasi, ia juga merasa direndahkan harga dirinya di dalam persidangan yang dihadiri khalayak ramai.

   Namun hasil pantauan persidangan pekan lalu, menjawab pertanyaan JPU dari Kejati Sumut Dwi Meily Nova, korban mengaku tidak terima dengan postingan terdakwa yang menyebutkan seolah dirinya hamil saat SMA, perebut laki orang populer disebut: 'pelakor' dan terkesan murahan di mata lelaki. ( Apri )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *