HEADLINE NEWS

Kategori

Praktisi Hukum : Meski Pernah Berstatus DPO, Hakim Mery Dona, Alihkan Tahanan Terdakwa Penipuan Penggelan 4 Miliyar

Praktisi Hukum, Advokat  Muslim Muis.


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Sabtu, 13/02/2021.

   Paska pengalihan tahanan terhadap Halim Wijaya terdakwa penipuan 4 Miliyar oleh majelis hakim yang diketuai Mery Dona mendapat kritikan keras dari para praktisi hukum diantaranya Muslim Muis yang juga Advokat handal dan vokal dalam mengeritisi wewenang dan kebijakan yang diambil pejabat baik Lembaga Eksekutif, Legistalif maupun Yudikatif menurutnya tidak pas atau tidak wajar.

   Melalui hubungan whasapp beliau (Muis ) mengatakan, pengalihan tahanan majelis hakim Mery Dona terhadap terdakwa Halim Wijaya didakwa melakukan penipuan dan penggelapan 4 Miliyar diancam pasal 372-378 KUHPidana dengan korban Rudi Hartono Bangun tidak lah tepat. 

   Menurut Muslim Muis, sejak awal proses hukum terdakwa sudah tidak menunjukan taat pada hukum, Halim Wijaya pd saat telah di tetapkan Tersangka dari hasil gelar perkara yg dilakukan pihak penyidik di Poldasu serta berdasarkan adanya 2 alat bukti yg cukup, Halim Wijaya telah melarikan diri dan dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO). 

   Namun pada saat dalam status DPO Halim Wijaya kog bisa- bisanya memberi Kuasa pada Pengacaranya untuk mengajukan upaya Praperadilan ke PN Medan."apakah itu bukan suatu upaya untuk menghalang - halangi bagi pihak Kepolisian Poldasu dalam melakukan proses hukum sebagaimana yg dimaksud dalam pasal 221 KUHPidana. Nah lebih kacau lagi ada dugaan upaya melindungi terdakwa oleh pengacaranya, kok bisa dia memberi kuasa dalam status DPO.

   Setelah upaya hukum Praperadilan nya kandas karena dinyatakan tidak dapat diterima oleh Pengadilan, kurang lebih 10 hari setelah adanya Putusan Praperadilan maka pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara Menangkap dan Menahannya. 

   Lanjut Muis lagi, setelah adanya Pemeriksaan Saksi Korban (Rudi Hartono Bangun selaku Anggota DPR RI Komisi XI) yg ditipu oleh Halim Wijaya memberikan keterangan di depan persidangan. Kog malah majelis hakim Mery Dona Tiur Pasaribu selaku Ketua Hakim yang menyidangkan perkara pidana tersebut malah menangguhkan penahanan menjadi tahanan kota bagi Terdakwa Halim Wijaya yg sebelumnya sempat dalam Status DPO,. Dikhawatirkan hukuman bakal di jatuhkan jauh dari rasa keadilan bagi korban Rudi Hartono Bangun, " tandas Muis.

   "ini berbahaya dan sangat pantas Kalau Mery Dona Tiur Pasaribu selaku hakim ketua diperiksa oleh Badan Pengawas Mahkamah Agung RI dan juga di laporkan ke Komisi Judicial RI begitu kata Lawyer Muis. Sebab pada saat Halim Wijaya ditetapkan sebagai tersangka, dia ( Halim wijaya- red) berusaha untuk lepas dari proses jeratan hukum. Kemudian terdakwa menggugat penyidik dengan mendaftarkan  Praperladilan ke Pengadilan Negeri ( PN ) Medan.

  Dikhawatirkan terdakwa akan melakukan hal yang sama pada persidangan perkara tersebut. Selain itu Advokat Kondang ini meminta agar Komisi Yudicial mengawasi persidangan itu. Bahkan Muslim Muis minta ketua PN medan untuk mengevaluasi dan mengambil alih perkara dari majelis hakim tersebut.

  " Aneh kita rasa, orang terdakwa pernah diterbitkan DPO, susah payah menangkapnya Kog malah dipersidangan dialihkan lagi. Apa nanti sama perlakuan majelis hakim tersebut terhadap penarik becak. Minta dialihkan atau ditangguhkan tahanannya dengan alasan pekerjaannya. Langsung dapat pengalihan  seperti terdakwa Halim Wijaya?".... 

  Selain itu diminta pihak korban Surati Bawasda bila perlu Ketua Mahkamah Agung agar dapat perhatian khusus perkara yang sedang berjalan tersebut. Dikatakan Praktisi hukum yang dikenal vokal ini, dianjurkan kepada pihak korban untuk membuat gugatan akumulasi agar perkara pidana dan kerugian dapat diputus bersamaan. 

   Karena kita khawatir juga vonis majelis hakim tersebut, sebab jelas - jelas pernah DPO masih dialihkan tahanannya. Ditakutkan setelah putus pidananya terdakwa menghilang takut digugat perdata, pungkas Muis. Kepada awak media agar juga turut sebagai kontrol sosial harus aktif mengikuti perkara tersebut, " harap Muis.(Apri)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *