HEADLINE NEWS

Kategori

Pdt.Jones Lumban Tobing STh Calon Kuat Bishop GKPI, Calon Bishop GKPI Pelayan yang Saleh”



MEDAN  |  kabar24jam.com 

Sabtu, 27/02/2021.

   Pdt. Jones Lumban Tobing, S.Th. lahir di Tarutung pada tanggal 21 februari 1964. Jenjang Pendidikan yang pernah ditempuh, SD negri Parbubu pada tahun 1970-1976, SMP negeri Tarutung pada tahun 1976-1979, SMA negeri Tarutung pada tahun 1978-1982. Melanjutkan karir akademis Strata satu (S1) di STT HKBP Pematang Siantar pada tahun 1982-1988. Setelah selesai menempuh Pendidikan akademis, maka beliau menyerahkan dirinya sebagai pelayan Tuhan lewat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI). Tahun 1988-1989 beliau menjadi vikaris (calon pendeta) di GKPI Kabanjahe, tahun 1989-1990 beliau dipindahkan ke GKPI Cikampak. Pada tanggal 21 Januari 1990 beliau ditahbiskan menjadi Pendeta GKPI oleh Bapak. 

   Pdt. RMG. Marbun, S.Th di GKPI jln. Asahan. Setelah mendapatkan tahbisan, 1990-2000 beliau ditempatkan menjadi pendeta resort di GKPI aek Kanopan, tahun 2000-2004 di GKPI Helvetia, tahun 2004-2005 di GKPI marturia binjai, 2005-2007 di kantor pusat GKPI dalam menjalankan program Bpk. Bishop pdt. Dr. MSE. Simorangkir, yaitu menggalang dana untuk membayar hutang ke dana pensiun PGI, Tahun 2007-2011 di GKPI Padang Bulan, 2011-2013 di GKPI Tebing Tinggi Kota, 2013-2019 di GKPI Perumnas Mandala, dan 2019-sekarang menjadi pendata Resort di GKPI Gloria Simalingkar.

   Pada 15-18 April 2021, GKPI akan melaksanakan Sinode Am Periode (SAP) yang ke XXII. SAP ini digelar untuk melihat bagaimana jejak pelayanan GKPI 5 tahun belakangan dan mempersiapkan rancangan pelayanan 5 tahun ke depan. Salah satu pelayan GKPI, Pdt. Jones Lumban Tobing yang juga ikut serta dalam mencalonkan diri sebagai calon Bisho GKPI periode 2021-2026, mengatakan bahwa “GKPI sekarang membutuhkan pelayan-pelayan yang dapat dipercaya oleh jemaat dan sesama pelayan. Hal ini pun juga berlaku bagi figur pemimpin sinode GKPI, baik Bishop maupun Sekjend”. Lebih lanjut, Pdt. Jones juga membahas mengenai program yang harus ditempuh oleh GKPI untuk 5 tahun ke depan. “GKPI perlu menjalin kerjasama yang baik antara pelayan dengan pelayan, pelayan dengan jemaat, dan juga jemaat dengan jemaat. Pelayan yang baik dan saleh tidak akan membuat batasan yang kontras antara sesama pelayan, sebab akan timbul perpecahan internal di GKPI nantinya”. 

   Mengingat serkarang adalah era Revolusi Industri 4.0 dan juga dalam situasi new normal, Pdt. Jones juga menegaskan “GKPI harus dapat mengembangkan pola pelayanan dengan memanfaatkan teknologi, baik melalui perangkatnya maupun dengan metodenya. Pasalnya, di masa pandemi ini, pelayanan kepada jemaat tampaknya tidak dapat dirasakan secara merata. Maka perlu sosok pelayan yang siap dan tulus melakukan pelayanan yang menyentuh dan maksimal. Maka dari itu, setiap pelayan harus berada di tempat yang tepat, agar kebutuhan pelayanan terpenuhi, bukan memenuhi kebutuhan dapur pelayan.”, ujar Pdt. Jones.

  Selanjutnya, ibadah live streaming yang sedang marak dilakukan gereja gereja juga menjadi perhatian Pdt jones Lumban Tobing STh."Ya mengingat bahwa tidak semua kategori umur dapat beribadah bersama secara tatap muka, maka GKPI perlu menerapkan ibadah live streaming, siapa penggeraknya? penggeraknya tentu para pelayan GKPI yang dikoordinir oleh Pimpinan sinode GKPI",tamba Pdt jones Lumban Tobing STh.

   "Dengan memikirkan keadaan dan kebutuhan pelayanan yang saleh.Pelayanan yang saleh tidak memikirkan keuntungan sendiri, tidak membiarkan keegoisan merajalela, dan tidak menimbulkan sifat dengki.Jika seseorang pelayan menunjukkan salah satu saja dari ketiga sifat ini,maka pelayanan akan rusak dan citra pelayan menjadi rusak pula"tegas Pdt jones Lumban Tobing STh. ( Wil )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *