HEADLINE NEWS

Kategori

Dilaporkan ke Polisi, Anak Penambal Ban Mohon Bantuan Hukum ke LBH Medan



MEDAN  |  kabar24jam.com 

Selasa, 02/02/2021.

   Sebut saja Ucok (15) pelajar kelas III disalah satu SMP Negeri di Kota Medan bersama orang tuanya mendatangi Kantor LBH Medan memohon bantuan hukum.

   "Kita memohon perlindungan hukum terhadap anak kami yang dilaporkan Candra Martuah Sinaga (34) ke Polsek Percutseituan," sebut Antoni Lubis saat ditemui seusai bertemu dengan Wadir LBH Medan, Irvan Saputra Tanjung, Selasa (02/02/21).

   Kepada awak media, Antoni yang keseharian sebagai penambal ban ini menceritakan berawal anak kami ini hanya membela mamaknya yang mau dilempar oleh Candra.

   Bermula anak kami ini, cukup sabar dengan perlakuan Candra (34) yang terus mengejek keluarga kami. Bahkan pada 8 September 2020 lalu si Candra menabrakan sepeda motornya ke sepeda yang digayuh oleh si Ucok.

   "Yah, namanya juga ditabrak pastilah rusak sepeda dan anak kami pun terluka. Namun biar demikian kami tidak melaporkan dan memaafkan perbuatan pelaku,"ucap Jalan Keruntung Gang Simalungun Medan.

   Rupanya, sikap sabar atas perlakuan pelaku menjadi semakin menjadi-jadi, puncaknya pada 9 September saat si Ucok ini disuruhkan mengantarkan gelas ke warung, Candra kembali mengejek Ucok.

   "Woi anak orang miskin, carik hidup diatas parit,"sebut Antoni menirukan ucapan Candra.

   Nah saat pulang ke rumah perlakuan yang sama juga kembali diterima dan diejek oleh candra.

   Namanya juga anak-anak, Ucok tak tahan juga dan menyahuti ucapan si Candra tersebut. Lanjut Antoni, waktu disahuti anak ku rupanya si Candra itu tak terima dan mendatangi anak ku.

  "Anak ku langsung menghindar, karena kesal si Candra ambil batu dan mengejarnya,"tutur Antoni.

   Karena suasana sudah ramai, para tetangga keluar rumah termasuk juga Istri ku Retta Sipahutar untuk melerai. Candra justru marah-marah sembari masih mengenggam batu ditangannya.

   "Melihat itu Ucok pun repleks tak mau ibunya disakiti langsung melempar dan kepala si candra berdarah,"tutur Antoni. Dikatakanya, karena tak terima dilempar ia melaporkan anaku ke Polsek Percutseituan. 

   Namun sekitar Januari 2021 barulah dipanggil anaknya maupun sebagai ia sebagai orang tua ke Polsek Percutseituan menjumpai penyidik pembantu, Bripka Irwan R Manullang untuk dimintai keterangan. 

   Tak hanya itu lanjut Antoni Lubis anaknya juga dikenakan wajib lapor.

   Sementara itu, Irvan membenarkan ada permohonan atau konsultasi hukum dalam kasus tersebut.

   Dari keterangan orangtua maupun Ucok sendiri, mengaku diperiksa di bagian reskrim yang notabene dekat dengan sel penjara.

   Lanjut Irvan, seharusnya pemeriksaan diruang anak agar tak mempengaruhi fisikologisnya.

   Ia juga heran kenapa si anak diharuskan wajib lapor dua kali seminggu apalagi masih dimintai sebatas keterangan. Dan hal ini menjadi perhatian dari LBH Medan.

   Meski ini sebatas konsultasi hukum, namun hal ini menjadi perhatian dari LBH Medan. (Apri)



Teks foto, saat si ucok bersama orangtuanya saat konsultasi atau permohonan bantuan hukum ke LBH Medan.


Nb Ucok alias Hans

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *