HEADLINE NEWS

Kategori

116 Juta Raib Ditangan Komisaris PT. Indolink Wisata, Calon Turis Gagal ke Hongkong

Para saksi memberi keterangan didepanajelis hakim.


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Kamis, 18/02/2021.

   PT Indolink Wisata, Erlina terdakwa perkara penggelapan uang Rp116 juta tak membantah keterangan para saksi yang merupakan calon turis ke Hongkong.

   Diungkapkan para saksi yakni Juwita, Wudia Salina, Lely Yani dan Juliani, dalam kesaksian yang berlangsung di Cakra 9 Pengadilan Negeri Medan, dihadapan Penuntut Umum Kejari Medan, Novalita dan Ketua Majelis Hakim Deny Lumbantobing, Kamis (18/02/21), menyatakan mereka ada membaca iklan perjalanan wisata keluar negeri yang dimuat oleh Travel Indonlinks Holiday di salah satu koran terbitan Medan.

   Merasa tertarik dengan iklan tersebut, Juwita bersama 10 orang temannya tertarik dengan promosi perjalanan wisata selama sepekan dengan mengunjungi lima kota di Hongkong.

   Akhir Juwita bersama Wudia Salina, Lely Yani, Juliani pun mendatangi Travel Indolinks Holiday yang beralamat dikawasan Jalan B. Zein Hamid Gang Rumah Sakit No. 4 Link IV Kelurahan Titi Kuning Kecamatan Medan Johor, pada 13 Desember 2019. 

   Sesampai dikantor mereka bertemu dengan terdakwa yang merupakan komisaris di Travel Indolinks tersebut.

  "Kami bertemu dengan terdakwa, untuk perorangan dikenakan tarif Rp13 juta lebih perorang untuk perjalanan maupun penginapan selama di Hongkong. Jadi untuk 11 orang dengan total Rp143,200,000,-," ungkap Juwita diamini tiga saksi lainnya.

   Sesuai kesepakatan pembayaran uang muka atau panjar dilakukan empat kali melalui transfer BCA dengan nomor rekening 8375028928 yang merupakan milik terdakwa dengan total Rp116 Juta, dimana pelunasan dibayar sepekan saat mau keberangkatan tepat 18 Oktober 2019.

   Namun pada 10 Oktober 2019, para saksi mendapat kabar di Hongkong terjadi kerusuhan. "Karena rusuh pada 11 Oktober 2019, saksi korban meminta terdakwa untuk mengembalikan uang panjar yang mereka bayarkan karena tak jadi berangkat. Dan dia itu minta waktu dua atau tiga pekan," ungkap para saksi.

   Namun sampai November 2019, terdakwa mulai ingkar dari janjinya dan berkilah. Akhirnya para saksi melaporkan hal tersebut kepada polisi.

   Sementara itu terdakwa tampak berkelit mengatakan bahwa uang tersebut dipergunakan untuk operasional kantor. Namun setelah di desak oleh hakim ia mengakui uang para terdakwa juga untuk keperluanya.

   Dalam perkara ini, warga Jalan Sisingamangaraja No. 85 D Kelurahan Kota Matsum III Kecamatan Medan Kota, ini dijerat Pasal 378 KUHP atau 372 KUHP.

   Usai mendengarkan keterangan saksi- saksi, persidangan ditunda hingga pekan depan dengan agenda tuntutan.

   Pengacara Korban Halangi Wartawan Saat awak media mengkonfirmasi kepada korban, tiba-tiba datang pria jangkung berkacamata menghalang-halangi wartawan.

   Ayo pergi sana kata pria jangkung kepada empat wanita yang gagal berangkat ke Hongkong tersebut, sembari tangannya tampak menghalang-halangi wartawan.

   Bahkan ketika dipertanyakan sejumlah wartawan, pria jangkung menggunakan toga ini pun akhirnya meninggalkan wartawan yang mengkonfirmasi si pria jangkung tersebut.

   Ketika awak media berusaha menanyakan kepada sejumlah pengacara, mereka tidak mengenal pria jangkung tersebut.

  "Aneh ya, seharusnya bersyukur ada awak media yang peduli dengan kliennya yang menjadi korban," ucap pengacara lainnya yang enggan menyebutkan nama kepada wartawan. (Apri)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *