HEADLINE NEWS

Kategori

Syamsuri Dituntut 3 Tahun 6 Bulan Penjara, Berkelit Beri Keterangan Korban Mohon Terdakwa Segera Ditahan

                               Terdakwa Syamsuri


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Rabu, 13/01/2021.

   Syamsuri, warga Jalan Singosari Kelurahan Sei Rengas Permata, Kecamatan Medan Area, selaku pengusaha dikota medan akhirnya dituntut pidana 3 tahun 6 bulan penjara, Rabu (13/1/2021) di ruang sidang Cakra 7 PN Medan.

   JPU dari Kejati Sumut Randi Tambunan dalam tuntutannya menyebutkan, dari fakta-fakta terungkap di persidangan, pidana pasal 378 KUHPidana, telah memenuhi unsur.

   Yakni dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan menggunakan nama palsu atau martabat (hoedaningheid) palsu dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang.

   Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa merugikan orang lain dalam perkara ini saksi korban Antoni Tarigan dan berbelit-belit memberikan keterangan. Sedangkan hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum.

   Majelis hakim diketuai Tengku Oyong menunda persidangan pekan depan dengan agenda penyampaian nota pembelaan (pledoi) baik oleh terdakwa maupun penasihat hukumnya (PH).

   Sementara pada persidangan lalu ahli hukum pidana Dr Alpi Sahari SH MHum yang dibacakan JPU Randi Tambunan berpendapat bahwa unsur tindak pidana penipuan terdakwa Syamsuri, telah terpenuhi.

   Sebab terdakwa (secara bertahap-red) telah menerima uang pengganti panjar dan kompensasi pembelian lahan di Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Pandau Hulu I, Kecamatan Medan Kota sebesar Rp650 juta berikut kompensasi total Rp 3 miliar tersebut dari saksi korban melalui saksi Lamidi, agar surat jual beli antara terdakwa dengan G Johnson dibatalkan.

   Namun hingga perkara ini bergulir di pengadilan, terdakwa Syamsuri tidak kunjung membatalkan surat perjanjian jual beli lahan tertanggal 23 Desember 2013 tersebut.

   Menurut dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) tersebut, seharusnya terdakwa sebagai pihak yang telah mendapatkan kompensasi berupa ganti rugi berikut uang panjar dari pihak penjual konsisten yakni membatalkan surat perjanjian jual beli tersebut.

   Hakim ketua Tengku Oyong beberapa kali sempat menyela sekaligus menegur terdakwa warga Jalan Singosari Kelurahan Sei Rengas Permata, Kecamatan Medan Area, Kota Medan tersebut karena berbelit-belit saat menjawab pertanyaan JPU Randi.

   "Sebentar, sebentar. Saudara jawab saja pertanyaan Pak jaksa tadi. Ada nggak saudara batalkan surat perjanjian jual beli itu? Jangan malah 'ngalor ngidul' gitu," cecar Tengku Oyong dan untuk beberapa saat terdakwa tampak diam dan tertunduk.

   Terdakwa juga mengaku ada membatalkan surat perjanjian jual beli antara dia dengan saksi G Johnson. "Ada Pak waktu pemeriksaan di penyidik," kata Syamsuri.

   Namun ketika ditanya Randi Tambunan mana buktinya, terdakwa Syamsuri tidak bisa menunjukkan buktinya.

   Ketika ditanya hakim ketua, terdakwa Syamsuri mengakui bahwa uang Rp3 yang diterima melalui saksi Lamidi tersebut, telah dibagi- bagi dan habis digunakannya meski, belum juga membuat surat pembatalan surat jual beli.

   Sementara usai persidangan, saksi korban Antoni Tarigan mengatakan, idealnya Yang Mulia majelis hakim tidak ragu-ragu mengeluarkan penetapan agar terdakwa segera ditahan mengingat terdakwa berbelit-belit memberikan keterangan.

   "Di persidangan tadi sama-sama kita lihat beberapa kali Pak hakim sempat menegur  terdakwa," Tandasnya. ( Apri)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *