HEADLINE NEWS

Kategori

PH : "Kami Tetap Pada Nota Pembelaan" Perkara 327 Kg Ganja Libatkan 8 Oknum Padang Sidempuan

           Suasana sidang secara virtual


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Kamis, 07/01/2021.

   Dalam Surat jawaban atas tanggapan Penuntut Umum di Nota pembelaan para terdakwa yang sebelumnya JPU dari Kejati Sumut tetap pada tuntutannya pasal 114 dan 115 UU Narkotika terhadap 8 oknum personel Polresta Padangsidimpuan dan seorang warga sipil diruang sidang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan, Kamis( 07/01/2021). 

   Hal itu diungkapkan Salman Alfarizi Simanjuntak selaku ketua tim penasihat hukum (PH) para terdakwa ketika menyampaikan nota jawaban ( Duplik). Menurut Salman  pada Intinya " Kami tim Penasehat Hukum para terdakwa tetap pada pembelaan (pledoi) dalam persidangan secara virtual.

   Sebelumnya dalam nota pledoinya Salaman menyampaikan bahwa dalam petitum tuntutan JPU (dibacakan Anita, red) meminta agar masing-masing dipidana mati yakni Bripka Witno Suwito dan warga sipil Edi Heriyanto Ritonga alias Gaya. Serta terdakwa lainnya Martua Pandapotan Batubara selaku Kanit Resnarkoba Polresta Padangsidimpuan dituntut pidana seumur hidup. 

   Ketiga terdakwa dituntut JPU dengan pidana Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal pidana mati dan penjara seumur hidup.

   Sementara dalam Positanya JPU menguraikan Pasal 115 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU Narkotika, tidak ada pidana mati. Yang ada pidana 20 tahun dan seumur hidup. 

   Sehingga dikatakan Salman dalam Dupliknya hal itu merupakan kesalahan fatal bukan sekedar salah ketik atau apapun. Oleh karena itu Surat tuntutan JPU cacat norma, secara formal. Diurai semua unsur yakni barang siapa, tanpa hak membawa, mengangkut dan seterusnya namun dalam petitumnya diminta agar ketiga terdakwa pidana Pasal 114".

  Menurut Salman Kejanggalan lainnya, JPU dimotori Abdul Hakim Sorimuda Harahap tidak pernah menghadirkan saksi pelapor Ali Akbar Daulay dan 327 kg ganja kering yang dijadikan sebagai barang bukti (BB) dalam perkara aquo, sama sekali tidak pernah diperlihatkan di persidangan. " Bagaimana ceritanya seseorang didakwa dan dituntut pidana perkara ganja, tapi ganjanya tidak pernah diperlihatkan dipersidangan, "Ungkap salman dalam Dupliknya. 

   Kejanggalan lainnya atas nama 6 terdakwa Bripka Rudi Hartono, Brigadir Andi Pranata, Brigadir Antoni Preddi. Brigadir Dedi Aswaranas, Brigadir Amdani Damanik serta Briptu Rory Miryam Sihite yang dituntut masing-masing dituntut 20 tahun penjara (pidana Pasal 115 ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU Narkotika, red) tanpa memasukkan keterangan terdakwa sekaligus sebagai saksi mahkota.

   "Semoga masing-masing majelis hakim Yang Mulia memeriksa perkara aquo berani memberikan terobosan hukum dan memakai hati nurani agar memutus dengan rasa keadilan. Bahkan seharusnya para terdakwa dapat penghargaan buat negara ini," Harapannya.

   Usai menanggapi Replik JPUi, hakim ketua Jarihat Simarmata menunda persidangan besok Jumat (08/01/2020) untuk pembacaan putusan. (Apri)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *