HEADLINE NEWS

Kategori

Lakukan Cabul dan Sebarluaskan Foto Porno, Warga Sunggal Kab. Deliserdang Dihukum 12 Tahun Penjara

                               Arisman Arefa


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Senin, 11/01/2021.

   Sebar foto porno hubungan badan terdakwa dengan saksi korban Lestari Gulo melalui akun WhatsApp, Arisman Harefa warga Sunggal Kab. Deliserdang dihukum 12 tahun penjara denda Rp,- 800 juta Subsider 6 bulan penjara dipotong masa tahanan yang telah dijalani terdakwa. Putusan tersebut diucapkan diruang sidang Cakra 4 oleh Hakim Mery Dona selaku ketua majelis hakim di Pengadilan Negeri ( PN), Senin (11/01/2021).

   Menurut Mery Dona, Arisman Harefa terbukti melakukan perbuatan melanggar pasal 29 UURI No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan transaksi elektronik. Sebelumnya JPU Robet Silalahi dari Kejari Medan menuntut Arisman Harefa dengan hukuman 9 tahun denda Rp,- 800 juta subsider 6 bulan penjara.

   Dalam dakwaan JPU sebelumnya menjelaskan, Bahwa awal mulanya terdakwa berkenalan dengan korban Lestari Gulo di Gereja BNKP SION Jalan Binjai Km 10,8 yang mana antara terdakwa Arisman Harefa als Arisman Harefa als Ama Endru dan korban sama-sama Jemaat di Gereja  BNKP.

   Kemudian terdakwa Arisman dan korban Lestari Gulo saling bertukar Nomor Handphone dan sering berkumonikasi melalui WhatsApp sampai dengan pacaran. Selanjutnya korban Lestari Gulo dirayu untuk dapat melakukan hubungan suam iistri sehingga korban Lestari Gulo mau diajak melakukan hubungan suami istri dan terdakwa pada saat melakukan hubungan suami istri tersebut mengambil foto adegan tersebut.

   Selanjutnya foto-foto tersebut dijadikan ancaman terhadap diri korban Lestari Gulo apabila tidak mau melayani nafsunya maka foto-foto tersebut akan disebarluaskan Arisman sehingga korban Lestari Gulo merasa ketakutan hingga mengikuti kemauan Arisman.

   Setiap berhubungan badan, Arisman menunjukkan foto dan video saat mereka berhubungan badan dan gambar saat korban lagi telanjang. Perbuatan tersebut dilakukan terdakwa didua tempat yakni, Hotel yang berada di Simpang Barat Medan dan Hotel Tanjung Sari Medan.

    Kemudian Sabtu tanggal 22 Juli 2017 di Media Sosial WhatsApp milik Fitri Irawati Gulo, dan pada tanggal 18 sampai tanggal 20 Januari 2020.

   Akhirnya orangtua dan keluarga besar korban Lestari Gulo mengetahui peristiwa tersebut dan mendapat kiriman foto adegan tersebut. Melalui Akun WhatsApp milik korban Lestari Gulo dengan No. 081360730079.

   Selain itu terdakwa mengirimkan ke Akun Instagram saksi Fitri Gulo dengan Nama Akun Fitri Gulo, pada Akun WhatsApp milik Fitri Gulo dengan No. 082368284178, pada Ibu kandung korban Lestari Gulo bernama Pesta Br Sitohang dengan Media Sosial WhatsApp milik Pesta Br Sihotang dengan No. 0822768081194, beserta Owen Pakpahan dan Iro Silitonga.

   Lalu saksi Pesta Br Sitohang juga ada menerima gambar hasil screenshoot video call yang Nampak gambar korban Lestari Gulo telanjang dada dan ada alat kelamin laki-laki ke Akun WhatsApp miliknya dan yang mengirim screenshoot chating/komonikasi antara Lestari Gulo dengan seseorang kepada saksi Pesta Br Sitohang adalah pengguna Nomor 083196858130.

   Sehingga korban Lestari Gulo sangat keberatan atas perbuatan terdakwa Arisman yang telah menyebarluaskan foto dan video tersebut. Karena merasa malu dan tercemar nama baik dihadapan keluarga dan umum korban melaporkan Perbuatan terdakwa Arisman. (Apri)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *