HEADLINE NEWS

Kategori

Hakim Perintahkan Konsultan Kembalikan Panjar Ayam Rp. 20 juta.

Saksi memberikan keterangan didepan peridangan


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Senin, 04/01/2021.

   Sidang lanjutan perkara Tipikor dana BUMDesa senilai Rp,- 500.9 juta untuk pelaksanaan kegiatan peternakan Ayam Petelur. Yang sebelumnya dana tersebut diperuntukan pembangunan Madrasah, Kebun Sawit dan Ternak Sapi. Sidang yang digelar diruang sidang cakra 8 Pengadilan Negeri ( PN) Medan itu beragendakan pemeriksaan keterangan tiga saksi yakni Nulah ( Konsultan Kegiatan ) dan dua Ahli dari inspektorat yang dihadirkan Tim Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Padang Lawas ( Palas), Senin (04/01/2021).

   Majelis hakim yang di ketuai Immanuel Tarigan dibantu dua hakim anggota, Eliwarti dan Yusra ( hakim Adhoc) meminta saksi Nulah dihadirkan kedepan persidangan kepada Tim JPU. 

   Dalam kesaksiannya Saksi Nulah selaku konsultan kegiatan menjelaskan, awalnya saksi dikenalkan oleh Anwar ( pendamping kabupaten) kepada Burhanuddin Siregar selaku Ketua Pelaksana Kegiatan ( Maneger) dan Fikrin Siregar selaku Kepala Pengawas Kegiatan.Sehingga saksi masuk dalam kegiatan BUMDesa tersebut.

   Selanjutnya secara lisan Burhanuddin menunjuk dirinya (saksi Nulah ) sebagai Konsultan Kegiatan dengan upah atau gaji Rp,- 30 juta secara tunai. " Awalnya Saksi dikenalkan oleh pendamping kabupaten Anwar pada Burhanuddin Siregar selaku Ketua Pelaksana Kegiatan Ayam Petelur ( Maneger) dan Fikrin Siregar pak hakim, " terang Nulah.

   Dikatakan Nulah, "Beberapa hari kemudian dirinya ditemui 5 orang mengaku dari Bimbingan Tehnik ( Bimtek) kabupaten dikedai kopi. Lalu kami pergi melihat lokasi tempat pembuatan kandang ayam di Desa Parasoran.

   Menurut saksi Nulah meminta oret- oret- Bimtek tentang pembuatan kandang ayam serta bahan yang akan digunakan. Selanjutnya saksi menyuruh pihak Burhanuddin untuk membuat kandangnya setelah dihitung biaya anggaran yang akan dikeluarkan termasuk pembelian pakan ayam, tempat makanan dan minum serta keranjang ayam.

   Kemudian Fikrin Siregar mentransper dana senilai Rp,- 20 juta kerekening Bank BRI milik menantu Nulah untuk uang muka pembelian Ayam Petelur. Lalu saksi mengambil dana tersebut melalui Link BRI, secara tunai memberikannya kepada Zulkifli dikandangnya di Pantai Cermin.

   Ketika ditanya hakim ketua Immanuel Tarigan, "apakah ayam petelur itu ada," tanya hakim tersebut pada saksi. Saksi Nulah berkelit dengan alasan dari pihak Burhanuddin tidak ada menjemput ayamnya kekandang.

   Sambung Immanuel lagi, " jadi gimana kelanjutannya ayam tersebut. Menurut Nulah uang panjar ayamnya hangus, karena sudah tiga kali diminta untuk menjemput ayam tidak diambil. Kalau gitu coba tunjukan sama kami majelis hakim dan JPU mana tanda terima pemberian dana panjar ayam petelurnya, " Tandas Immanuel.

   Saksi kembali berkelit, "sudah lama kali pak hakim gak ada lagi. "Sebenarnya tanda terimanya ada apa tidak, "tanya Immanuel kembali pada Nulah. Kalau ada berikan pada JPU. Spontan saksi Nulah menjawab "Gak ada pak hakim tanda terimanya. Langsung saja hakim Immanuel perintahkan Saksi Nulah mengembalikan uang panjar ayam tersebut kepada JPU. Karena sampai saat ini kabarnya ayam petelur yang disebut- sebut dalam perkara ini tidak ada.

   " Terserah saksi mau mengembalikan atau tidak uang panjar itu. Kalau gaji saksi sebagai konsultan kegiatan ya itu sudah ada kegiatan dari lokasi pembuatan kandang dan seterusnya, kami anggap wajar saksi terima, ungkap Immanuel.

   Saksi Rahmad Sutan Siregar ( ahli) menerangkan,  saksi adalah Ahli auditor dari pendamping kementrian desa. Rahmad juga ketua tim pemeriksa kegiatan BUMDesa menurutnya, kegiatan tersebut tidak terlaksana, bahkan ayam petelurnya tidak ada.

   Sementara Pagu anggaran senilai Rp,- 5009 juta. Untuk ayam petelur 450 juta, sisanya untuk ternak sapi. Sedangkan yang dicairkan 250 juta. Untuk Bukti pertanggung jawaban dana yang terpakai dari Ketua Pelaksana, Bimtek, kandang lahan, tempat makan ayam, pakan ayam, minum ayam sebesar Rp. 74 juta tanpa kwitansi.

   Selain itu ada Tiga yang memiliki kwitansi belanja . Jadi Keseluruhan penggunaan biaya kegiatan Rp. 240 juta. Sedangkan total keseluruhan yang tak dapat pertanggung jawabkan

   Selain itu ada Tiga yang memiliki kwitansi belanja . Jadi Keseluruhan penggunaan biaya kegiatan Rp. 240 juta. Sedangkan total keseluruhan yang tak dapat pertanggung jawabkan senilai Rp,- 135  juta. Barang barang yang sudah dibeli tidak ada manfaatnya sehingga dianggap total los," ungkap ahli dari Inspektorat Padang Lawas itu.

   Usai mendengarkan keterangan saksi- saksi majelis hakim menunda sidang hingga Jumat mendatang. ( Apri )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *