HEADLINE NEWS

Kategori

Ditanya Tuntutan 9 Bulan Penjara, Jaksa Tiorida Terkesan Menghindar

Terdakwa Ayong Mendengarkan Pembacaan Pledoi PH


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Selasa, 12/01/2021.

   Penuntut Umum Kejatisu, Randi Tambunan menyatakan siap menanggapi pembelaan terdakwa yang meminta bebas dari tuntutan jaksa yang menuntut Susanto alias Ayong selama 9 bulan penjara.

   "Nanti kami secara tertulis sembari menanggapi pembelaan terdakwa Ayong,"ucap Randi Tambunan dalam persidangan yang berlangsung di Cakra 7 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (12/01/21).

   Usai pembacaan nota pembelaan terdakwa yang dihadirkan dalam persidangan melalui penasehat hukumnya, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan, Bambang menunda persidangan pada pekan depan.

   Diluar persidangan, Tiorida yang merupakan salah satu tim jaksa yang menuntut Susanto alias Ayong selama 9 bulan penjara, tampak enggan menanggapinya. Padahal ancaman Pasal 333 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun penjara.

   Terpisah saat dihubungi Fenny Laurus Chen istri dari Sjamsul Bahri alias Ationg, " JPU Tiorida tidak punya perasaan, suami saya diculik bahkan uang dan barang berharga milik suaminya hilang. Istri Ationg meminta agar majelis hakim dalam memutuskan memberikan rasa keadilan bagi dirinya keluarga, "pintanya.

   "Kiranya pada putusan nanti agar memerintahkan terdakwa untuk ditahan. Karena selama persidangan tidak dilakukan penahanan,"ujar Fenni.

  Bahkan dalam perkara ini, ia juga telah melaporkan Jaksa Tiorida kepada Komisi Kejaksaan, Jamwas Kejagung, Kajatisu, serta Bidang Aswas dan Pidum Kejatisu atas tuntutan 9 bulan kepada otak pelaku yang menculik suaminya.

   Tak hanya itu, ia juga melaporkan proses persidangan di Pantau Komisi Yudisial. "Kita telah melaporkan itu ke Kantor Penghubung Komisi Yudisial Sumut,"ucap Fenni.

   Sementara itu, mengutip dakwaan jaksa, perkara ini bermula saat Ationg dibawa paksa atau diculik saat mau keluar dari Hotel Selecta seuai bertemu dengan rekan bisnisnya, pada 9 Januari 2020 lalu.

   Korban langsung diapit beberapa pria yang akhirnya diketahui identitasnya bernama Edo alias Ari Sitorus bersama dengan Sulaiman, dan Roby (DPO). Saat itu, korban langsung diapit menanyakan kenapa Ationg tidak membayar utang bisnis penjualan jahe kepada Ayong.

   Korban menjelaskan itu bukan utang, namun adanya kerugian dalam penjualan jahe yang tidak serta merta itu ditimpahkan kepada dirinya yang seharus kerugian tersebut dibagi dua.

   Akibat pembawaan paksa terhadap suaminya, selain tekanan mental juga mengalami kerugian kehilangan uang sebesar Rp2.300.000, saldo kas ATM Bank BCA berkurang sebesar Rp1.950.000, satu buah cincin emas ikat mata berlian dengan harga Rp15.000.000, dua lembar uang Dollar Singapore dengan nilai sebesar Rp20.000.000, serta RM 1000 dengan nilai sebesar Rp3.5000.000, sehingga total kerugian saksi Sjamsul Bahri alias Ationg sebesar Rp42.750.000. (Apri)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *